Welcome..!!!

Welcome To Gitche Yanti Malayani's Blog - Don't Forget to Comment And Share

Thursday, July 18, 2019

Center of Influence

"Sekolah Alam Peduli Kasih! Ok COI! Yes We Are!"

Center of Influence atau COI adalah program yang tak asing di kalangan Gereja Advent. Ini adalah program yang diharapkan ada di setiap gereja. Gereja Advent Cililitan adalah satu dari sekian banyak gereja di Jakarta yang mungkin menjalankan program COI tersebut. Well, saat ini kita mau bahas tentang program COI yang berjalan di gereja ini dengan sebutan Sekolah Alam Peduli Kasih.

Dari letak geografis sudah pasti sekolah alam ini di jalankan di Kota Jakarta. Lebih tepatnya di Gedung Mulia Raja tapi geser sedikit. Kalau kita pernah menghadiri acara pernikahan di gedung ini, maka kita pasti tau ada Kuburan Cina yang menyambut disisi kiri jalan masuk ke gedung ini. Yap! Betul sekali! Kegiatan ini dibuat di atas Kuburan cina dekat Gedung Mulia Raja, Kebon Nanas.

Tapi tunggu dulu, jangan langsung membayangkan benar-benar diatas kuburan yang masih aktif. Jadi warga disekitar sini yang notabene bekerja sebagai pemulung, membangun rumah apa adanya (kita kategorikan tidak layak) di atas kuburan yang ada dan sudah tidak aktif. Tidak aktif artinya sudah tidak didatangi oleh keluarganya atau kuburan yang sudah ditelantarkan. Jadi di tempat inilah sekolah alam Cililitan ini di lakukan.

Kegiatan ini diadakan setiap Minggu pagi pukul 8.30 - 9.30. Dan yang hadir sebagai guru pengajar adalah para orang muda yang aktif di Cililitan (karna hampir semua orang tau, bahwa Cililitan di huni oleh banyak pemuda-pemudi yang sudah lulus kuliah). Namun tak lupa kegiatan ini di dukung oleh para orang tua, majelis gereja, dan juga secara gereja. Karna seperti yang kita tau kegiatan ini berada di bawah Department Pelayanan Perorangan.

Awal terbentuknya sekolah alam di Kebon Nanas ini dimulai dengan Charity Clinic yang di adakan oleh gereja Cililitan. Melihat antusiasme mereka, dan mendata banyaknya anak-anak di kawasan ini maka di usulkan lah niat baik ini kepada pengurus RT lalu di sambut baik. Tahun 2017 kwartal 3 disusunlah perencanaan program ini pada masa penggembalaan Pdt. Sandy Marbun. Seperti halnya Daud yang berencana membangun Kaabah namun Salomi yang melaksanakannya, maka program ini pun tidak bisa diwujudlan di masa Pdt. Sandy Marbun, karena perpindahan pendeta ke jemaat yang baru. Lalu tahun 2018 April kelas pertama dibuka pada masa penggembalaan Pdt. Leroy Pakpahan. Dan saat ini, tahun 2019 Pdt. Laham Nababan melanjutkan pergerakan kedua pendeta sebelumnya.

Kelas-kelas nya pun dibagi beberapa kelompok. Awalnya dibagi menurut umur namun sekarang disesuaikan dengan kemampuan belajarnya. Sekolah alam ini di isi oleh anak-anak berumur 2-15 tahun. Meski umur mereka sama, tingkat kemampuan belajar mereka berbeda. Karna sebagian dari mereka ada yang sekolah dan ada yang tidak sempat sekolah.

Sehari-harinya mereka biasa membantu orang tua mereka untuk memulung, mungkin ini juga yang menyebabkan mereka kesulitan untuk sekolah. Tapi yang sangat membuat antusias dari anak-anak ini, tidak sedikit dari mereka yang benar-benar ingin belajar dengan baik. Dan tidak sedikit juga yang mengalami perkembangan pengetahuan dalam bahasa inggris.

Tapi tidak terbatas hanya dalam bahasa inggris, ada juga kelas menulis, membaca, berhitung dan kelas bermain untuk anak usia 5 tahun kebawah. Dan yang paling penting, di sekolah ini mereka di ajar untuk memiliki karakter dan mental yang baik. Gereja Cililitan berharap bahwa kehadiran mereka disini bisa membantu anak-anak ini memiliki cita-cita yang lebih tinggi dan juga karakter yang baik.

Perubahan yang di rasakan pun cukup signifikan jika dibandingkan ketika pertama kali kelas ini dibuka. Kelas yang dulu selalu berantakan sekarang menjadi lebih tertib. Bukankah berarti sekolah alam ini berhasil memberi pengaruh yang lebih baik?

Bukan dengan mengkhotbahi mereka, atau dengan tidak langsung mengadakan KKR, tapi sekolah alam ini bisa membangun karakter mereka untuk menjadi lebih seperti Kristus. Bukankah semua anak - anak adalah murid Kristus?

Perjalanan belum selesai! Pekerjaan masih banyak! Waktupun masih ada! Selagi masih ada tenaga dan kesempatan yang Tuhan berikan, maka Gereja Cililitan berharap anak-anak di sekolah alam Kebon Nanas ini bisa di didik sampai mereka tiba di usia yang mana bisa memutuskan untuk tetap memiliki karakter dan pengetahuan yang baik atau kembali ke jalan yang dulu mereka tekuni. Dan ada satu hal yang selalu didoakan bahwa tantangan untuk memperluas cakupan wilayah sekolah alam ini ke ranah RW. Sehingga akan semakin banyak anak-anak yang dapat merasakan pengaruh yang baik untuk pengetahuan juga karakter mereka.

Kiranya Tuhan akan selalu menyertai setiap pelayanan dari Pemuda-pemudi Cililitan juga yang di dukung oleh orang tua, serta Majelis gereja Cililitan..