Welcome..!!!

Welcome To Gitche Yanti Malayani's Blog - Don't Forget to Comment And Share

Wednesday, October 17, 2018

Menikahlah bersama Hatimu!

MENIKAH!

Idaman setiap orang bukan? Yah tidak semua, paling tidak impian setiap wanita adalah menikah. Akhirnya sebentar lagi aku akan menikah. Bahagia? Entahlah. Aku tak mengerti rasa ini. Awalnya terasa sangat menyenangkan, seperti mendapat sebuah hadiah utama. Rasanya seperti  ingin segera terjadi. Sebulan menjalani masih menyenangkan, memasuki bulan ke 2 mulai terasa hal-hal yang mulai menjengkelkan tapi masih bisa di tolerir. Bulan ketiga rasanya makin menyebalkan. Tapi aku bisa apa? Karna bulan ketiga adalah penentuan akhir tentang keputusan menikah ini. Setelah itu maka aku tak boleh mundur.

Kata orang begitulah menikah, semakin mendekati hari H maka akan banyak masalah yang terjadi. Kali ini masalah kami bukan soal eksternal, tapi dari internal kami sendiri. Ini perkara sikap dan sifat. Aku yang keras kepala di tuntut untuk menjadi lebih lembut. Sangat sulit. Bahkan terlalu sulit bagiku. Bukan, bukan aku tak bisa berubah. Hanya saja dalam waktu sesingkat itu rasanya mustahil. Aku yang terlalu mudah bosan, aku yang terbiasa dengan kebebasan, aku yang sering melakukan hal sesuka untuk diriku sendiri harus meninggalkan itu semua dengan usahaku sendiri. 

Iyah sendiri, aku merasa berusaha sendiri. Aku tak terlalu peka apakah dia membantuku untuk berubah. Beginikah rasanya mau menikah? Terkadang aku menyesalkan ucapanku yang begitu gegabah. Atau aku menyesalkan kenapa hal itu terjadi begitu mudahnya. Mengapa begitu mulusnya semuanya terjadi. Apa memang begitulah yang seharusnya? Tak jarang aku sering bertanya dalam hati “Apa kau yakin akan menikah dengannya? Apa kau yakin bisa menghadapi dia yang seperti ini? Apa kau benar-benar sudah meyakinkan hatimu?

Saat tak ada jalan untuk kembali, tak ada jalan untuk mundur dan ketika semua pertanda tiba-tiba berubah menjadi negative lalu mengarah pada kegagalan dan aku bisa apa kini. Hanya bisa bertahan sambil memperbaiki. Tidak! Ini bukan karna orang ketiga. Ini benar-benar dari internal kami masing-masing. Karna hati ku yang sering kali jadi batu dan dia tak mampu hadapinya. Dan masalahnya kini ada pada diriku. Kebosanan yang ku rasakan karna semakin kesini, dia tak menjadi seperti harapku.
Aku hanya berharap agar hati ini bisa mengerti bahwa tak ada jalan kembali, dan ini lah yang sudah di putuskan. Jika tak punya pilihan untuk menolak maka jalani dengan sepenuh hati. 


Otak : “ Aku tau kau akan mampu hati, aku yakin kau bisa merubah keadaan. Bukankah selalu begitu. Sesakit apapun yang kau rasakan, kau selalu bisa menemukan yang orang lain tak mampu lihat”

Hati : “Akan aku coba, menerima dan menjalaninya dengan tulus.. Tolong ingatkan aku selalu…”

Menikah ternyata tak semudah itu. Menikah tanpa dimulai dengan perasaan yang telah ada lebih sulit dari menikah berdasarkan rasa yang telah lama disana. Diantara dua hati.

No comments:

Post a Comment

Leave your comment here..^^