Welcome..!!!

Welcome To Gitche Yanti Malayani's Blog - Don't Forget to Comment And Share

Friday, October 5, 2018

Herald Baxter Parhusip

Lagi pengen nulis tentang “The Man That I Loved Before” di blog ini. Dan kali ini pengen cerita tentang seorang pria yang bernama Herald Baxter Parhusip. Dan menceritakan tentang seseorang disini bukan berarti perasaan saat ini sama seperti yang di tulis. Gini, gini.. Maksudnya adalah mungkin ketika nulis ini rasanya seperti suasana, perasaan, dan cerita itu adalah cerita yang current. Tapi sesungguhnya cerita yang akan ditulis disini adalah cerita masa lalu. Cukup menutup mata, kembali ke masa itu dan semua perasaan akan seperti kembali dan dengan mudahnya menulis semua yang membahagiakan tentang dia. Jadi inilah ceritanya.



Tanpa di sadari ternyata kami sudah berteman di salah satu medsos. Hanya satu kalimat obrolan kami tanpa ada kelanjutan. Dan aku melupakannya, tanpa berpikir panjang dia siapa. Yang ku tau dia adalah junior ku di club yang dulu sempat aku ikuti di kampus. Itupun setelah kelulusan ku dari kampus tersebut barulah dia masuk ke kampusku. Jadi secara fisik memang kami tidak pernah bertemu. Gak pernah terbesit sama sekali bahwa kami akan punya cerita indah lalu kandas.

Yang selalu terlintas dalam benakku adalah hal indah tentang kami, tentang dia tentang memori yang kami lewati bersama. Ada begitu banyak tempat yang kami kunjungi berdua. Tanpa rencana kadang, dan tempat baru yang bahkan kami tak punya ide dimana letak tempat itu. Tapi selalu menyenangkan bepergian bersamanya. Dia selalu berusaha menjagaku kapanpun dan dimanapun. Menyemangati ku ketika jalan itu terlalu sulit, membuatku tersenyum meski kadang cuaca tak bersahabat. Aku selalu menemukan hal indah di balik setiap keresahan dan kesulitan yang kami hadapi.

Hingga kemudian dia tak menyerah dengan dirinya sendiri dan pergi karna keadaan. Meninggalkan ku disini sendiri. Akan ku ceritakan apa yang aku suka tentangnya. Dia seorang yang mudah sekali bersahabat. Ketika akhirnya kami bertemu di bahwa tenda malam itu. Dia tidur disebelahku. Hanya tau panggilannya “Ucip” *entah apa artinya* , aku mulai mengobrol dengannya. Mendengarkan lagu-lagu kesukaannya yang masih ku ingat sampai sekarang “Lost Star - Adam Lavign”. iyah kami nyaris mendengarnya berkali-kali. Dan sudah pasti membuatku terngiang-ngiang akan lagu itu. Tiap kali ku dengar lagu itu, maka dirinya lah yang terlintas dalam pikiranku. Sampai detik ini!


Tempat yang kami kunjungi bukanlah tempat tongkrongan anak muda zaman sekarang. Kami menghabiskan waktu untuk naik gunung, ke tebing keraton, ke curug *yang mungkin tak ada yang minat mengunjunginya* , tapi kami pergi kesana. Iya, tanpa dia mungkin aku tak akan pernah kesana. Dia selalu menyemangati ku setiap kali jalan terjal ada didepan mataku. Dan dia memujiku ketika aku berhasil melewatinya. Dia memberiku cerita lucu ketika aku mulai kesal lalu aku tertawa. Dia memberiku dongeng sebagai pengantar tidurku. Dia memberiku ruang berimajinasi. Berimajinasi bersamanya sungguh menyenangkan. Dia membela ku bahkan ketika aku tak pantas dibela. Dia memberiku puisi dan lagu. Dia tak banyak menceramahiku, dia tak suka menasehati ku tapi dia selalu membuat aku berpikir tentang hal yang ku lakukan. Dia tak selalu disampingku, terkadang dia membiarkanku untuk bersosial dengan yang lain. Ketika aku bersama temanku dia memberiku waktu dengan mereka dan menanti dengan sabar. Lalu kami akan habiskan waktu bersama tanpa mengeluh tentang temanku.

Dia meminta saran dan pendapatku, bahkan untuk hal sepele. Aku menyukainya dalam setiap hal kecil yang dia berikan padaku. Dia tak pernah marah ketika aku meninggalkannya sendiri, karna dia tau aku akan kembali. Tidak, dia tidak sempurna. Tapi yang pasti aku bahagia bersamanya.

Tapi mungkin memang aku bukan takdirnya. Itulah sebabnya perpisahan ini terjadi. Aku tak tau apa aku adalah bahagianya. Namun aku berharap agar momen bersamaku adalah juga kebahagiaan buat dia. I wish you the best Pangeran Matahari, Terimakasih pernah membuatku tersenyum dengan tiap tingkahmu dan perbuatanmu. Percayalah saat itu, bahagiaku bukan pura-pura.

No comments:

Post a Comment

Leave your comment here..^^