Welcome..!!!

Welcome To Gitche Yanti Malayani's Blog - Don't Forget to Comment And Share

Thursday, May 3, 2018

Eben Heazer Silaen 2

Dipostingan sebelumnya, kira-kira 3 post sebelum ini dengan judul yang sama ada yang comment minta part 2 nya. Well dengan berat hati gw akan menuliskan part dua dan mungkin terakhir dari kisah ini.

Setelah kejadian itu berlalu, aku cuma bisa berharap tipis bahkan berusaha tak berharap apa-apa. Tapi entah kenapa sekarang ini aku hampir tak mudah untuk menyukai seorang advent (yang dimana ini adalah kriteria utamaku dalam mencari pasangan hidup yang sah). Jadi bisa ku katakan bahwa dia adalah orang advent terakhir yang pernah ku suka sampai saat ini. Tepatnya sampai postingan ini di tulis. Suka dan berharap bahkan nama dia tak pernah lupa ku sebut dalam doaku.

Tapi mungkin saja yang mahakuasa tak berkehendak menjodohkan kami. Kadang aku berpikir kenapa harus muncul rasa suka jika memang kami tak berjodoh. Kenapa yah rasa suka itu tak muncul hanya ketika aku bertemu dengan orang yang benar-benar di izinkan jadi jodohku. Rumit! Oke, back to topic.

Dan ketika aku udah ngerasa pupus, tak punya harapan sama sekali, ada di titik terendah bahkan dibawah 0, aku putuskan untuk menyampaikan semua rasa ini ke dia. Sebenarnya aku yakin bahwa dia pun tau. Yah dan aku tau pasti bahwa dia tau soal rasa ini. Aahh, ingin rasanya menangis saat menulis ini.

Ku sampaikan padanya tentang mengapa aku bisa menyukainya, dan mengapa aku bisa tak mampu untuk bicara dengannya, dan mengapa aku menghindar. Aku memang mengharapkan jawaban dari dia. Tapi aku tau itu tak akan terjadi. Jawaban dari seorang introvert parah, tak akan ada dalam hal seperti ini. Biasanya mereka memilih menerima keadaan aja, tak ada minat untuk merespon bahkan memperbaiki nya atau menuntut penjelasan.

Yah, dan memang tak ada sedikitpun respon dari dia. Kadang aku menyesalkan pernah menyampaikan hal itu padanya, karna tiba-tiba muncul dalam benakku bahwa dia sama sekali tak peduli soal itu. Lalu aku? Semakin sedih!! Ingin aku meraung-raung rasanya. But, life must move on!

Lama tak ku dengar kabar tentangnya, hingga kemudian aku bertemu dengan temennya dan dia bilang bahwa pria yang ku sukai akhirnya punya pacar! Iya, pacar! Pengen nangis lagi? Bangeeeet!! Sedih hati adek, bang! Kok tega kali abang kasih berita ini sama adek. Tapi apa boleh buat, kalo bukan jodoh, untuk apa kutangisi kepergiannya.

Sekarang yang bisa aku lakukan cuma berdoa dan berharap kalo yang mahakuasa akan mengirim satu orang advent sebagai jodohku untuk ku sukai. Dan yang pasti harus bisa aku bawa ke masa depan. Amiin..

Semoga, abang baik-baik disana yah bang. Adek harap wanita itu adalah adek, tapi ternyata tak. Adek berdoa yang terbaik buat abang.

No comments:

Post a Comment

Leave your comment here..^^