Welcome..!!!

Welcome To Gitche Yanti Malayani's Blog - Don't Forget to Comment And Share

Thursday, October 12, 2017

Hello;Goodbye - Part 5

Aku belajar untuk tak berharap terlampau jauh. Aku sudah rasakan sakit sebelumnya dan berpikir tak akan yang kedua kali. Di imingi rasa rindumu padaku, aku pikir ini bahagiaku yang akan berlangsung lama. Namun baru sekejap aku nikmati pesan rindumu kembali badai selimuti dirimu.

Pertengkaran kecil mulai mengiringi. Curigamu alahkan rindumu. Apa tak bisakah rindumu tepis amarah ini? Kau tau aku merindukanmu untuk masa bahagia. Aku rindu tawamu, jenakamu, candamu, senyummu. Aku rindu mata penuh makna saat melihatku tersenyum. Aku rindu hangat pedulimu.

Pahamkah kau rasa ini? Aku pikir dengan rindumu padaku semua akan baik-baik saja. Ah, aku memang yang terlalu bermain dengan hati. Berpikir tentang hatimu serupa denganku. Yah, terjatuh lagi. Kadang aku sadar betapa bodohnya diriku yang sering kali terjatuh dua kali dalam sakit yang sama.

".. Maafkan aku, yang selalu tak mengindahkanmu.. Maafkan aku yang selalu merasa paling benar..", lirih hati ini pada otak

".. Apa dia menghilang lagi..? Hilang dari radarmu..", ucap otak sedikit tersentak

".. Iyah... Kali ini aku bahkan tak tau harus bagaimana.. Aku tak ingin terlihat konyol mengejarnya.. Aku tak ingin tampak bodoh di matanya.. Aku tak ingin seolah mengemis cinta dihadapannya.. ", tangis sendu hati buat suasana makin kelam

".. Pergilah hati, hampiri dia. Tanyakan saja apa maunya. Jika memang kali ini dia ingin pergi, maka relakan lah dia pergi.. Kau memohon bukan mengemis! Kau hanya pergi untuk memastikan bahwa dia bukan orang yang kau tuju.. Hapus air matamu dan hadapi dengan tegar.. ", kata-kata otak buat hati ini cukup lega

Kali ini kusampaikan pada awan semua yang mengganggu pikiranku. Semua sesalku, rinduku, bahagiaku yang berubah jadi tangis. Semua yang mungkin akan menjadi kali terakhir aku bisa menitipkan pesan ini.

"..aku tak paham apa yang sedang kau rasakan, apa yang terjadi padamu.. Aku tak mengerti mengapa kau tiba-tiba hadir lagi dalam hidupku, kemudian pergi sesukamu. Meninggalkan luka kecil dalam hati. Pergi seolah tak terjadi apa-apa. Buat apa beriku bahagia jika akhirnya bahagiaku kau cabut. Untuk apa senyum yang kau toreh di bibirku jika luka yang kemudian gantikan itu? Kenangan denganmu tak sesalkan, hanya pertemuan denganmu yang ku kesalkan.. Kali ini jika memang kau benar-benar ingin pergi, maka pamitlah padaku agar hati ini tak lagi mencarimu tanpa sebab....", hati berpesan pada awan

Dalam sekejap awan kembali dan berkata :

".. Aku tak pernah berencana buatmu bahagia karna hadirku. Dan aku tak berencana buatmu terluka karna kepergianku, tapi kita bukan dua orang yang mungkin bersama. Kau sadar dunia kita berbeda. Duniamu bukanlah duniaku dan duniaku mungkin saja tak cocok untukmu.. Maka biarlah aku pergi dengan duniaku dan kau dengan duniamu.. " pesannya pada awan

Aku tersenyum tapi aku sadar aku sakit. Namun setidaknya aku tau dia bukan orang yang kutunggu. Bukan pula orang yang aku tuju. Tak perlu ku tangisi atau ku sesali. Bagiku tiap orang yang buatku bahagia kemudian menangis adalah mereka yang buatku tangguh dan mengajariku bahwa ada dunia yang lain selain duniaku.

Mengajariku tentang siapa yang harusnya ku tunggu dan ku tuju. Memberiku banyak hal untuk ku jadikan cerita di masa depanku.
Dan aku selalu berterimakasih untuk sempat buatku bahagia, untuk sempat buatku merasa di pedulikan meski hanya sesaat. Tapi kau beriku salah satu waktu terbaik dalam hidupku.

Pergilah dengan jalanmu, ku harap suatu saat jalan kita akan bertemu bukan untuk bersama tapi untuk saling berucap Hello sebelum akhirnya Goodbye yang memisahkan. There's always be a "good" things before a "bye" moment. That's why people say Goodbye.

Goodbye L. From G.
-End-

NB : cerita ini tak menyinggung siapapun. Jika ada kemiripan situasi, bisa saja itu terinspirasi dari kisah yang mirip itu. :)

1 comment:

Leave your comment here..^^