Welcome..!!!

Welcome To Gitche Yanti Malayani's Blog - Don't Forget to Comment And Share

Wednesday, September 20, 2017

Hello; Goodbye - Part 1



"Dan, Hari ini sudah beberapa hari sejak dia menghilang dari peredaran ", keluhku dalam hati. 

Entah apa yang terjadi padanya, aku pun tak paham. Kembali ku telusuri memori masa lampauku, mencoba mengingat saat-saat terkahir pembicaraan kami. Rasanya tak ada yang menyinggung atau terlalu kasar. Obrolan kami memang tak berakhir mulus, tapi apa karna itu dia sama sekali tak menghubungi ku? Sepertinya pun tak ada yang tak wajar saat itu.

Otakku kembali mencari, tapi menurutku semua biasa saja. Kami hanya membahas mantan pacarnya dan ku rasa dia pun menjawab dengan normal. Tak ada yang dia seolah tutupi. Dan sekiranya dia tak ingin membahasnya, aku pun tak memaksanya bercerita. Lalu dimana masalahnya? Kepalaku sakit memikirkan semua ini. Sebenarnya tak masalah jika dia memang menghilang dari radarku, tapi bisakah untuk tidak tiba - tiba?

Aku pun butuh persiapan untuk merelakanmu pergi. Aku terbiasa denganmu, terbiasa dengan candamu, tawamu, kesalmu, diammu dan semua tentangmu. Dan ketika kau pergi tanpa pamit aku bisa apa? Sulit mencari jalan keluar dari perasaan ini. Perasaan kehilangan tapi tak memiliki. Apa kau benar-benar tak ingin bertemu dengan ku lagi? Apa memang kau sudah tak ingin ngobrol dengan ku? Bukankah kau bilang kau rindu obrolan kita? Kau rindu menghabiskan waktu dengan ku membahas semua hal dari yang penting sampai hal sepele dan tak penting? 

Apa aku yang terlalu serius menganggap semua itu, sementara kau hanya sekedar ingin menghiburku? Sekedar ingin membuatku berharap bahwa aku begitu berarti untukmu.

“Aku rindu, tapi mungkin kamu tidak…”, teriak batin sendu

Saat ini yang benar-benar ingin aku lakukan adalah bertanya padamu tentang semua ini. 

“Eh.. tunggu.. sepertinya aku mengingat sesuatu yang tak wajar tentangmu..”, Otakku mulai bersuara

Kau bilang pria yang pantas untuk ku adalah bukan dirimu. Kau seorang yang berbanding terbalik denganku. Ketika aku adalah seorang wanita yang pujaan tiap insan dan dirimu hanyalah sekedar pria jalanan yang terlalu bahagia memandang bintang dan bulan di langit, maka kau tak pantas disampingku. Ketika aku adalah seorang yang membenci rokok sementara kau mencandu rokok, maka aku terlalu sempurna untuk kau miliki. Apa menurutmu itu adalah kebenarannya? Apa memang harus seperti itu? Apa itu alasanmu menghilang?

Mungkin yang bisa aku pahami adalah kau memang berencana pergi dan menyiratkan semua yang akan terjadi. Namun bodohnya aku bahkan tak paham kode mu.

"Kau yang datang kembali ke hari-hariku. Buatku nyaman dan bahagia, yang beriku tawa di tiap sudut menit jam. Kemudian kau hilang tak berjejak tanpa asa satu kata terucap. Buatku bertanya ada gerangan apa. Meski tak satu jawab terucap, aku belajar merelakan kehilanganmu. Kehilangan kamu yang tak pernah jadi milikku.."

No comments:

Post a Comment

Leave your comment here..^^