Welcome..!!!

Welcome To Gitche Yanti Malayani's Blog - Don't Forget to Comment And Share

Wednesday, May 10, 2017

Aku dan Jejak Lamamu



Masih ingat kah kau pada lagu ini :
"Hey, apa kabarmu jauh disana.. tiba-tiba teringat cerita yang pernah kita upayakan! Ku pikir aku berhasil melupakanmu.. berani-beraninya kenangan itu datang tersenyum.."
Tak sengaja lagu ini mendengung di kepalaku berulang kali. Bahkan aku tak mampu menggantikan lagu ini dengan yang lain! Entahlah, tapi lagu ini seolah TERBENAM dalam di otakku. Lagu ini tertancap begitu kokohnya hingga aku tak bisa memikirkan lagu lain. Tapi yang lebih mengharukannya adalah tentang orang yang kemudian terlintas dalam benakku saat lagu ini berkumandang. Sakit? Tidak! Sedih? Tidak! Kecewa? Tidak!

Aku bahkan tak tau apa yang kemudian ku rasakan. Aku terpaku diam tak bersuara! Hening. Mataku terpejam lalu terlukislah saat-saat aku bersamamu dulu. Waktu dimana kita mulai saling mengenal dan mulai mencari tau satu sama lain. Ahh, begitu menyenangkan mengingat MEMORI masa itu.

LANGKAH KAKI mu saat upacara penerimaan mahasiswa baru yang merupakan kali pertama aku melihatmu dan memandangmu aneh mungkin jadi bagian yang terbaik dalam kisah kita. Aku yang tak pernah tau siapa dirimu hanya melihatmu sebagai pria yang gagal memulai sesuatu dengan baik. Saat itu aku berharap tak akan bergaul dengan dirimu.

Tapi waktu berkata lain hingga kemudian mata kita saling menatap. Ada sesuatu yang bergejolak di dalam dada. Entah kenapa perasaan ini begitu nyaman dan kau mulai sering mengajak ku ketempat-tempat yang belum pernah ku datangi. Kita memulai hubungan ini bukan dengan kata cinta. Aku ingat kau menjadi tempatku menceritakan setiap keluh kesahku. Kau pun begitu. Rasanya tak ada yang tak aku tau tentangmu. Aku tak pernah ragu untuk menceritakan tiap detil hidupku padamu. Kita begitu akrab dan bahkan banyak orang yang iri pada PERSAHABATAN kita.

Hingga kemudian, kita menyadari sesuatu yang lebih jauh lagi. Perasaan sahabat ini telah berubah menjadi cinta. Kita memutuskan untuk melangkah ke tahap yang lebih jauh dari sekedar sahabat. Tapi hidup tak selamanya indah. ARUS masalah mulai merambah ke antara kita dan mengikis rasa yang begitu membara. Ego kita mulai timbul dan menjadi perusak di tiap saatnya. Aku tak bisa memahami mengapa hal yang sudah kita bangun dengan baik malah tak berjalan mulus.

Dan ketika hati ini mulai membatu dan kita tak lagi saling mendengarkan kau memilih pergi dan aku memilih tak menahanmu. Kita tak pernah sadar betapa ego kita lah yang menghancurkan semuanya. Tapi layaknya air yang mengalir, dia tak akan kembali ke tempat yang sudah dia lewati. Begitupun kita terlalu angkuh untuk kembali memulai semuanya. Maka semuanya berakhir disitu. Berakhir dan tak pernah lagi berlanjut. Tak pernah lagi menyatu bahkan bertemu. Kau memulai yang baru dengan nya, dan aku dengan yang lain.
Namun ketika aku menutup mataku, yang terlihat selalu sama. Masih aku dan jejak lamamu yang dulu kau tambatkan di hatiku, pikiranku, benakku, batinku. Sebentuk jejak yang masih akan selalu aku kenang dan berharap untuk aku sambung nanti.

Semoga kau pun masih merindukan jejak lamaku yang aku titipkan di hatimu.

Monday, May 8, 2017

Surat Untuk Dia

Untuk : Pria yang mungkin saja telah bahagia..



Aku Baru Saja Memulai Lembaran Baru Perasaanku. Baru Terlewati 5 Lembar Dari Halaman Judul Hingga Tak Sengaja Aku Menemukan Dirimu Tengah Bahagia Disana. Lembaran Perasaan Yang Ku Tulis Bahagia Tiba – Tiba Saja Terbakar Hangus Tak Tersisa. Perasaan Pedih Kembali Naungi Hati. Sakit Yang Ingin Aku Obati Dengan Perlahan Kembali Ke Stadium 3.


Melihat Kisah Baru Mu Yang Tampak Bahagia Bukan Membuatku Tersenyum. Entahlah, Tapi Itu Justru Membuatku Kian Terpuruk. Memandang Wajah Bahagiamu Memicu Sejumlah Pertanyaan Dalam Benakku. Adakah Aku Pernah Sedikit Saja Berarti Di Hatimu. Apa Aku Sudah Tak Lagi Ada Dalam Secuil Kisah Cintamu? Aku Tak Ingin Berandai Atau Berharap Terlalu Dalam. Karna Apa Yang Aku Lihat Cukup Menyakitiku Untuk Mencari Lebih Dalam Lagi.

Kenapa Hanya Aku Yang Masih Bergemelut Dalam Gundah Ini? Kenapa Dirimu Tak Sesakit Ini? Apa Memang Hanya Aku Yang Jatuh Terlalu Jauh Di Kisah Kita Kemarin? Bisa Saja Dirimu Pun Berusaha Melangkah Maju Dengan Tetap Terlihat Bahagia. Tapi Aku Tak Bisa Mengalihkan Anganku Dari Rasa Sesak Ini. Sesak Yang Mengingatkan Bahwa Hanya Aku Seorang Yang Belum Bisa Bangkit.


Sejak Awal Aku Tau Kisah Ini Tak Mungkin Ku Bawa Terlalu Jauh. Harusnya Memang Aku Sadar Sejak Pertama Kali Menatapmu Dalam Kerumunan. Harusnya Tak Ku Biarkan Hatiku Terbawa Bersamamu. Baiknya Tak Ku Relakan Pikiran Ini Terbuai Dengan Rasa Nyaman Bersamamu. Bukan Perpisahan Yang Aku Tangisi, Tapi Pertemuan Yang Aku Sesalkan.


Kali Kedua Cinta Membuatku Sakit Berkepanjangan. Kali Kedua Cinta Membuatku Terpuruk Lebih Dalam Lagi. Yang Ingin Aku Rasakan Hanyalah Memulai Kisah Baru Yang Tak Akan Berakhir Begini. Kisah Yang Mungkin Tak Selalu Bahagia Tapi Pasti Berakhir Bahagia.


Jika Mungkin Kau Bertanya Mengapa Aku Menuliskan Ini, Karna Banyak Hal Yang Kadang Sulit Terucap Oleh Bibir Namun Mudah Terungkap Oleh Jari. Pahamilah Aku Bukan Mereka Yang Mudah Meluapkan Apa Yang Menyakiti Hatinya.


Seandainya Nanti Kau Menyadari Perasaan Ini, Maka Ketahuilah Aku Pernah Dua Kali Terpuruk Karnamu, Karna Cintamu, Karna Kisah Bersamamu. Karna Cerita Yang Tak Pernah Berakhir Bahagia Denganmu.

 


Dari Wanita yang masih sering terjatuh lagi dalam luka ini..

Tuesday, May 2, 2017

Bukan BATAL NIKAH..!


Gak! Ini bukan soal gw mau nikah yang kemudian batal atau gak jadi. Tapi kali ini pengen cerita soal keinginan yang (sebenarnya) umum. Siapa sih yang gak pengen nikah? Tiap perempuan pasti pernah ngebayangin moment nikahnya bareng sama cowo yang dia paling suka seumur hidupnya. Cowo yang bener-bener bikin dia gak bisa berpaling sama orang lain. Cowo yang bikin dia jatuh cinta dan punya beragam imajinasi.



Tiap cewe pasti pengen nikah sama cowo pilihannya. Tapi kadang kala ada aja hal yang bikin kita gak bisa ngelakuin hal itu (Bukan berarti endingnya kita nikah sama cowo yang kita gak suka). Hanya aja maksud gw adalah seperti ini : ketika lo udah pacaran lama, udah bertahun-tahun pasti pengen semuanya berakhir di pernikahan.


Kemudian harapan mulai terbentuk, imajinasi udah menjalar dan impian tentang merajut hidup berumah tangga bareng cowo itu udah terbayang. Rasanya hanya ngebayangin aja udah bahagia banget. Dan saat-saat itu kayanya tinggal satu langkah lagi. Tinggal sedikit lagi maka semua impian jadi kenyataan. Gw mulai merancang kira-kira seperti apa konsep nikahnya, mulai nyari warna apa, mau dimana tempatnya, kira-kira pake adat atau gak, berapa biayanya, berapa tabungan yang harus gw persiapkan lagi.

Setiap hari rasanya bahagia, meski belum jadi kenyataan. Semua usaha dilakukan supaya itu benar-benar bakal terwujud. Dan sampai di satu titik yang gak sempet terbesit dalam pikiran. Di satu waktu yang bahkan gak pernah terbayangkan, semua imajinasi itu buyar. Semua impian itu musnah! Semua harapan itu hancur seketika dan sama sekali gak ada yang bisa dilanjutkan atau diperjuangkan lagi.

Kaya apa rasanya? SAKIT!! Sakit banget jatuh dari harapan yang pernah ada. Terlalu sakit karna harus ngulang semua rasa bahagia yang sempat ada. Angan-angan hanya ninggalin luka. Gak ada yang bisa dipertahankan. Nangis?? Iyah, semua itu bikin nangis. Hanya air mata yang paham gimana rasanya. Gak ada nasehat yang bisa nenangin saat itu. 

Hingga akhirnya akal sehat kembali, pikiran bisa berpikir dengan lebih jernih. Jika memang semua imaji hanya sebatas angan biarlah mereka hilang bagai abu. Lenyap bagai uap dan kering bagai embun. Menikah bukan hanya sekedar bersanding dengan dia yang jadi pujaan hati. Menikah itu lebih kepada melatih pikiran menjadi lebih dewasa. Menikah itu soal menerima keadaan dengan lapang dada. Menikah itu tentang bagaimana menjadi tetap tegar meski kita berada di titik terbawah dan di perasaan paling sakit.

Gw bukan batal nikah, mungkin memang bukan dia yang harus bersanding dengan gw. Bisa aja Tuhan gak setuju kalo gw sama dia. Siapa tau ternyata ketika gw menikah dengan dia itu malah menjadikan hidup gw lebih sakit daripada ketika itu berakhir sekarang. 




Everything happen for their own reason.
 

Monday, May 1, 2017

Medan Day 4

Last Day! 27 Feb 2017
Hari ini hari terakhir, dan seperti rencana sebelumnya hari ini adalah hari dimana gw akan belanja buat di bawa ke Jakarta. Untung bapatua gw baik, jadi doi rela nganter gw kemana-mana. Tapi pagi itu gw di beliin makanan dari ibu-ibu yang lewat, *gw lupa deh makan apa*. Ibu ini jual makanan yang udah di plastikin dan banyak jenisnya. Ada bubur kacang ijo, ketan item, nasi uduk, lontong sayur, kue lupis. Pokoknya gw di beliin dua jenis lah yang bikin gw kenyang pake banget.
Terus lanjut buat bantuin nge-pipil-in jagung. Dan rencanya hari ini hanya beli oleh-oleh dan makan durian. Yang udah direncanain dari awal tapi baru kesampean pas mau pulang. Perjalanan pertama kami ke PASAR CENTRAL! Pasar ini juga yang disebutin sama abang gojek yang nganter gw di hari pertama. Disini niatnya mau beli ikan teri. Pusatnya disini katanya doi, ikan terinya masih hangat. Karna di rebus dulu – yah gitu sih katanya. Oia, sama disini juga gw beli cabe merah 16ribu sekilo.
Setelah itu gw lanjut jalan ke toko BOLU MERANTI. Kita langsung ke pusatnya yang ada di Jl. Kruing No.2K, Sekip, Medan Petisah, Kota Medan. Jadi prosedur disini adalah pesen dulu di loket 1, lanjut ke kasir bayar pesenan kita. Nanti dikasih struk plus no antrian. Lalu tinggal tunggu no kita di panggil dan selesai. Lama atau enggaknya tergantung jenis bolu yang kita pesan dan jumlah yang kita pesan. Semakin ribet jenisnya dan semakin banyak jumlahnya maka semakin lama pula kita nunggu pesenan kita selesai.
Kalo kita hanya pesan 1 atau 2 mungkin gak akan lama, dan mereka hanya kasih pake plastik. Tapi kalo kita udah pesan >4 maka kita bakal di kasih kardus dan di packing rapih. Nah setelah pesanan gw selesai kita balik ke mobil dan lanjut ke destination berikutnya. Yaitu Bolu Medan Napoleon punya nya si Irwansyah. Dengan bermodalkan map dan internet kami berhasil mencapai toko pusatnya ini. Karna memang mereka belum buka cabang, jadi memang harus kesini.
Untungnya gak sengantri kaya di bolu meranti tadi. Jadi gak lama kami mampir disini. Sebenarnya banyak yang jual di pinggir jalan gitu. Tapi entahlah, seperti gak terjamin dan pasti harganya beda kan sama yang langsung beli ditokonya.
Setelah dari sini maka tujuan terakhir adalah DURIAN! This is a must! Kita beli durian yang mau di bawa ke Jakarta di daerah Teladan. Disini beli durian untuk di bawa ke Jakarta bisa langsung di bantu packing. Jadi duriannya langsung di taro di tempat gitu dan dibungkus sedapat mungkin di lapisin dengan kopi. Supaya baunya gak nyebar kemana-mana. Karna bisa masalah nanti di bandara kalo itu tercium. Hargany bervariasi, tergantung besar tempatnya. Jadi harga bukan berdasarkan berapa durian yang kita beli. Satu kotak paling kecil bisa di isi dengan 3 durian. Sambil mereka packing, sambillah gw dikasih icip-icip makan durian ini yang bikin gw kenyang durian. 
 
Setelah beres kita balik ke rumah untuk siap-siap. Karna pesawat pulang gw di jadwal itu jam 3.30 sore. Gak lupa juga beli makan siang. Karna sekengan apapun kita ngemil tetep aja belum puas kalo belum makan berat. Jadi kita makan siang di warung padang langgangan bapa tua. Setelah beres makan, siap-siap, beresin baju dan barang yang mau di bawa pulang dan akhirnya berangkat. Sebelum pulang satu kotak napoleonnya gw tinggalin disana buat dimakan sama mereka dan anak-anak disitu.
Yang ngantar gw juga gak cuma bapa tua, tapi anak-anak yang gw ceritain di Medan Day 1 juga ikut nganter. Biasa dulu waktu gw kecil, kalo ada yang habis berkunjung pasti gw dikasih uang jajan. Jadi mengingat kebiasaan itu gw kasihlah mereka 10ribu per orang buat jajan. Dan ekspresinya kaya waktu gw kecil malu-malu bahagia gitu. Hahahahaa.
Pas check-in gw langsung naro barang-barang yang mau di masukin ke bagasi. Dan gw hanya bawa satu tas yang akan di bawa ke kabin. Mengingat hape gw yang lowbatt dua2nya, gw pikir gw bakal ngecharge di waiting room. Setelah sampe di waiting room dan nemu colokan barulah gw sadar kalo ternyata charger hape gw masuk bagasi. Untungnya ada bapa-bapa sebelah yang punya dua. Setidaknya gw masih bisa terbantulah. Dan seperti biasa pesawatnya delaaay! Tapi yang penting akhirnya gw sampe di Jakarta dengan slamat dan nyampe kosan dengan selamat. 
Di Kuala Namu ada rest area yang punya kursi santai dan bisa di pake tidur. Nyaman deh pokoknya
Dan mereka delay ke jam 5 sore.
Memang ada yang gak tercapai tentang perjalanan ke Medan, tapi setidaknya itu udah bikin gw cukup refreshed lagi. Dan bisa ngerayain ultah di tempat lain rasanya menyenangkan.


Hidup di Pasar Induk Kramat Jati - KERAS!



 Dan untuk pertama kalinya gw berkunjung ke Pasar Kramat Jati. Awalnya gw pikir kalo pasar ini gak gede-gede banget. Ternyata gede juga yah! Dan untuk pertama kalinya masuk ke pasar sebesar itu dan di pasar itu yang belanja bukan ibu-ibu rumah tangga. Karena belanja disini gak boleh cuma sekilo apalagi ¼ kg. Itu lebih terlarang disini.

*Jadi belinya brapa kilo donk??*

Belinya minimal 5 kilo! Kalo nawar boleh lah di 2 kilo. Masa tiap kali mampir langsung ditanya : “mau beli brapa kuintal mba??”. Lah orang mau beli buat makan 40 orang kok, yah mana nyampe kuintal keleus. Jadi disini memang beli yang banyak aja, kaya tomat, cabe, bawang, jagung, sayur-sayur yang butuh banyak deh. Kan ceritanya ini makanan untuk 40 orang dikali 4x makan. Jadi sebenernya kan gak sebanyak kaya kita mau beli buat catering.




 
Nah yang pengen gw ceritakan disini itu bukan soal apa yang kami beli dan kenapa kami belanja disini. Tapi tentang kehidupan di sini. Jadi kenapa gw tertarik, karna ketika gw lagi belanja tomat, trus gw ngobrol sama mas-masnya dan doi ngomong gini : “iyah, saya kan kurus gara-gara kurang tidur. Nah kalo cowo yang disana dia gendut karna tidurnya cukup..”
ini abang-abang yang minta di foto pas gw lagi asik foto keadaan pasar..
Mulailah gw merasa tertarik buat nanya-nanya jam kerja disana. Yang gw jam buka dari pasar Kramat Jati itu adalah 24 jam. Jadi kebayang kan orang-orang yang jaga juga mesti standby. Sama kaya jagain server, ada shift2annya. Adalah pedagang disana yang tidur dari jam 1 ke jam 6 pagi. Ada yang tidurnya pagi dan tidur disana ( seolah-olah hidup dia di habiskan di pasar itu). Menurut gw pasar itu gak bersih juga, kurang sinar matahari jadi agak lembab. Makanya penjual bawang dan cabe, mereka pasti punya kipas buat ngeringin dagangannya biar gak cepet busuk.

Bawang ini harus di kipasin, supaya gak lembab! Jadi gak cepat busuk.
Gw sempet memperhatikan beberapa orang yang lagi tertidur, bukan dikasur! Tapi di tempat seadanya. Yah, gimana donk? Mau bawa kasur kesitu juga gak mungkin kan. Dan untuk gw yang gak terlalu suka ke pasar, pasar itu bikin kaki gw kotor. SERIUS! Dan gw gak suka! Jadi maksud gw adalah tempat itu gak cukup bersih untuk di jadiin tempat tidur.

Keliatan kan yang lagi tidur itu?
Tuh, liat gak yang tidur?

Trus sempet gw denger ada ibu-ibu yang bilang kalo dia disuruh pake lipstick dulu baru boleh ke pasar. Wuiih, gw aja pake lipstick itu ke acara penting. Dan dia pake itu ke pasar, yah mungkin memang buat dia itu penting. Tapi yah yang gw ambil adalah menurut gw kehidupan di pasar Kramat Jati itu keras dan harus niat. Karna kalo gak niat bakal cuma ngeluh aja terus kerjaannya. Dan harus bisa sabar buat ngehadapin pelanggan yang kata mereka “nenek2 itu galak! Males ngelayananin nenek2..”.

Bahkan makan pun mereka disini.
Ada juga yang lagi sibuk ngitung duit setoran.
Foto random di Pasar Induk Kramat Jati
Dan disini juga gak hanya jual sayur dan sejenisnya. Tapi ada juga penjual buah disini. Tempat penjual buahnya juga terpisah, setidaknya disini lebih rapi lah dan lebih bersih. Disini buah banyak banget dan balik lagi - gak boleh beli cuma sekilo atau dua kilo. Disini kalo bisa beli satu karung atau satu kardus.


Kerasnya hidup di pasar Kramat Jati ini bikin gw ngerasa bersyukur punya hidup yang berbeda dari mereka. Setidaknya gw masih bisa tidur cukup, gw gak harus kotor-kotoran, gw gak perlu keringetan, gw bisa pake baju bagus. Yah intinya mungkin semua orang bakal menghadapi hidup yang memang mereka mampu buat tanggung. SEMANGAT!!