Welcome..!!!

Welcome To Gitche Yanti Malayani's Blog - Don't Forget to Comment And Share

Sunday, December 13, 2015

Teman Hidup

Kepada : Priaku, Zakhary Sabbathin Pandiangan

Hai sayang.. Jangan kaget bila ini semua di luar rencanamu. Aku, hanya ingin bercerita tentang kita. Mengenang saat-saat dimana mata kita saling memandang untuk pertama kali. Saat dimana hatiku berdebar-debar ketika di sampingmu. Masih ingat? Saat ketika aku akan terjatuh, dan kaulah orang yang menarikku? Saat dimana aku kebingungan akan jalan pulangku, dan kau menawarkan bantuan untuk mengantarku? Pernahkah kau sadari bahwa akulah yang memulai kisah kita terlebih dahulu? Iya, awalnya aku yang ingin berada di dekatmu. Aku ingin mengobati luka lamaku bersamamu. Dan ternyata alam pun mendukung. Alam membantuku untuk mendekatimu. Sadarkah kau bahwa dunia ada di pihak kita?

Kisah kita berjalan seperti yang aku inginkan. Kau mengajakku berkenalan dalam sebuah hubungan yang lebih dekat. Tapi entah mengapa, tiba-tiba saja hatiku ragu tentang keputusanku menerimamu atau mungkin keputusanku memilihmu. Namun hati kecilku menyuruhku menjalani sepenuh hati. Dan aku menurut! Semua berjalan baik-baik saja hingga Ayah pergi meninggalkan aku. Hatiku teriris! Aku merasa hancur dan hampa. Aku bukan lagi aku yang dulu. Keegoisan membutakan aku tentangmu. Tentang hidupku, tentang semua hal. Itu adalah saat terburuk ku, namun itu belum puncaknya! Hingga ketika kau memilih untuk menjauh dari ku.

Barulah ku sadari betapa aku telah jauh dari semua yang aku harap. Baru aku mengerti apa yang kau rasakan selama ini. Baru aku menyadari betapa berartinya dirimu dalam hidupku. Betapa aku membutuhkan mu dalam hidupku. Dan betapa bodohnya aku menaruh ego dalam hubungan kita. Dan betapa sakit nya kehilangan untuk yang kedua kali. Aku berharap kau juga rasakah apa yang aku rasakan saat itu. Tapi tampaknya kau baik-baik saja. Tapi memang semua salahku, dan aku pula lah yang harus menerima sakitnya.

Waktu tak pernah berjalan mundur, dia tak pernah memberiku kesempatan mengulang semuanya. Waktu terus maju dan hanya memberiku dua pilihan antara hidup dalam sesal dan tak pernah bangkit atau berjuang untuk gapai kebahagianku. Kemudian aku memilih untuk berjuang mendapatkan kebahagiaan ku kembali yaitu dirimu. Kau pasti masih ingat bagaimana aku bertahan demi dirimu. Berjuang demi hatimu, menangis karna wajahmu tak berpaling sedikitpun untukku. Tersiksa hati karna senyummu tak lagi mampu aku miliki.

Tapi yang ku ingat adalah ketika alam dan dunia membantuku saat pertama kali, maka kali ini pun mereka akan mendekatkan aku dengan mu. Memang benar kata pepatah, “..ketika dua orang di takdirkan untuk bersatu, maka tak akan ada yang menghalangi mereka kembali bersama..”

Doa dan perjuanganku di dengar oleh Tuhan, hingga hari ini kita dipersatukan di hadapan surga, keluarga, dan mereka semua. Ini adalah hari yang selalu aku impikan dalam tidurku. Ini adalah hari yang paling membahagiakan dalam hidupku. Mulai saat ini, tetaplah bersamaku jadi teman hidupku untuk arungi dunia, bersama hingga akhirnya maut memisahkan kita.

Tertanda,

Wanitamu, Laura Engelia Bangun