Welcome..!!!

Welcome To Gitche Yanti Malayani's Blog - Don't Forget to Comment And Share

Thursday, October 15, 2015

Ini Cerita Untukmu ~ Part 5

    Lama kami terdiam, memandang langit penuh bintang. Hanya keheningan yang kami rasakan. Meski dalam diam aku mampu mendengar suara hati pria yang masih sangat aku cintai. Kata cintanya masih jelas ditelingaku. Putri Bulan hadir diantara kami, menambah syahdu malam itu. Dan semakin membuatku ingin memegangnya dan tak akan melepasnya sedetikpun.

    “Hex... Aku rindu.......”

    “Haah? Rindu? Rindu pada......??”

    “Aku merindukanmu.. Sangat rindu! Aku rindu sentuhanmu, aku rindu pelukanmu, aku rindu kecupmu, aku rindu suaramu, aku rindu semua tentang dirimu. Aku ingin kembali seperti dulu. Bisakah? Perasaanku masih tak berubah sejak dulu bahkan sampai nanti. Aku masih tetap mencintaimu. Hatiku masih setia padamu. Apa aku terlalu egois?”

    “Gie.. Kembali lah padanya. Itu lebih baik daripada kau disini bersamaku. Takkan ada yang bisa kita lakukan, dan ini hanya akan membuat kita semakin terpuruk. Pulanglah! Tapi jika suatu saat kau rindu, datanglah kesini dan kau pasti akan menemukan aku tetap disini. Kita tak bisa melawan kenyataan pahit ini. Ketika kau tak bisa kesini, pandang lah pangeran matahari dan yakini kau melihatku disana. Ketika rindumu tak tertahankan berceritalah pada peri bintang, dia akan mengobati semua rindumu. Aku sudah menitipkan pesan pada putri bulan untuk selalu menjagamu dari kejauhan.. Aku pun sangat merindukanmu Gie.. Tapi ini yang terbaik untuk kita.. Dan jika waktu mengizinkan, aku tak akan melepasmu dikehidupan berikutnya. Aku tak akan terlalu mudah menyerah untuk mempertahankanmu tuk tetap disisiku..”

    Hex memelukku sekali lagi setelah saat terakhir kami berpisah. Masih sama bahkan lebih hangat karna mungkin lebih aku rindukan. Dia mengusap air mataku dan mengantarku ke mobilku. Perlahan ke empat roda mulai berputar dan semakin cepat karena jalan yang juga turunan. Aku berusaha menahan tangisku, namun rasa sakit ini terlalu menusuk hingga ke tulang.

         Dan sesaat pandanganku buram oleh air mataku. Tapi laju kendaraanku tak ku kurangi, hingga hal terakhir yang masih dapat ku lihat adalah mobilku menabrak pembatas jalan. Aku melihat Hex menghampiriku sambil berlari kemudian dia memeluk sambil memangil-manggil namaku.

         Dengan tersenyum dan bahagia aku berbisik, “Ku tunggu kau dikehidupan yang berikutnya, Hex....”.


No comments:

Post a Comment

Leave your comment here..^^