Welcome..!!!

Welcome To Gitche Yanti Malayani's Blog - Don't Forget to Comment And Share

Wednesday, August 26, 2015

From Heart With Love

Dear Er..

Er kamu itu berkat buat aku, karna aku bisa selalu bersyukur bareng kamu. Kamu itu mata aku, dan karna kamu aku bisa ngeliat dunia lebih luas lagi. Kamu itu kaki buat aku, bikin aku bisa ngejalanin tempat indah yang gak pernah aku kunjungin. Kamu itu senyum aku, yang selalu merekah di sela-sela sepiku. Kamu itu bahagia aku yang selalu mengitari disetiap hari ku.

Aku akui dirimu bukan yang pertama dalam hidupku, tapi aku gak pernah punya pengalaman kaya apa yang aku rasain bareng kamu. Aku belajar lebih berani menghadapi ketakutan aku dalam hidup. Kalo kamu bilang kamu belajar berani dari aku, aku pun begitu. Aku belajar banyak hal baru bersamamu. Belajar menjadi wanita tangguh. Belajar menjadi lebih mandiri. Belajar untuk merubah sifatku yang tak baik. Belajar untuk selalu tersenyum dalam tiap masalahku. Belajar menjadi wanita pengertian. Belajar untuk gak egois. Belajar untuk menghargai waktu, belajar untuk menjadi lebih dewasa. Belajar untuk lebih jujur dan mengungkapkan apa yang ada di hati.

Aku suka sama kamu, aku sayang sama kamu.. Aku cinta sama kamu.. Aku bahagia bareng sama kamu. Aku nyaman banget sama kamu. Aku pengen selalu bareng kamu. Aku pengen menjelajah dunia dengan kamu. Aku selalu pengen kamu jadi alasan aku untuk bahagia. Aku pengen menyambut matahari pagi disamping kamu. Aku pengen ngelepas matahari sore sama kamu.

Jangan pernah gak semangat buat jalanin hari-hari ini yah.. Kapanpun kamu ngerasa gak baik, inget ada aku selalu siap buat kamu. Selalu siap buat semangatin kamu, buat bikin kamu tersenyum. Meski aku gak bisa selalu hadir di depanmu, tapi percayalah aku selalu hadir di hati kamu. Aku selalu ada di pikiran kamu. Dan aku selalu ada di bayangan kamu.

Setiap kali kamu liat mentari pagi dan sore, ingat juga kalo aku lagi ngelihat hal yang sama seperti apa yang mata kamu lihat. Dan itu berarti kita gak pernah jauh. Kita selalu berdampingan karna kita masih bisa melihat hal yang sama meski dari tempat yang berbeda. Setiap kali kamu lihat bintang, aku juga masih ngelihat itu. Dan ngebuktiin bahwa aku akan selalu nemenin kamu kapanpun itu. Saat kamu ngerasa kangen aku, bilang aja langsung ke aku.. Aku pasti bakal datang langsung di samping kamu. Entah secara nyata atau imajinasi.

Aku selalu pengen jadi alasan bahagia kamu. Alasan kenapa kamu tersenyum. Alasan kamu ketawa, alasan kamu selalu merasa semangat. Aku pengen menjadi hal kecil tapi terpenting dalam hidup kamu. Aku pengen jadi orang yang kamu perkenalkan sebagai hadiah terindah dalam hidup kamu.

Terimakasih yah Er udah jadi bagian terbaik dalam hidupku. Terimakasih untuk semua hal yang selalu kamu kasih ke aku. Terimakasih untuk setiap memori yang kamu rajut bareng sama aku. Aku cinta kamu Er.. :)


-GIE-

Tuesday, August 18, 2015

Aku Jatuh dan Aku Takut

Aku tak mengerti bagaimana isi hatimu untukku. Aku tak bisa mengartikan caramu menatapku, caramu berbicara padaku. Aku tak mampu menghubungkan semua pertanda itu. Aku bisa saja terlihat terlalu bijak untuk memberi saran pada orang lain, namun aku tak bisa menasihati diriku sendiri. Aku mungkin tampak mahir dalam permainan hidup, namun bukan untuk diriku sendiri. Bukan pula untuk hidupku. Hidupku terlihat suram dan buram. Aku tak dapat benar-benar melihat apa yang ada didepanku dan apa yang harus aku lakukan.

Aku hanya menjalani setiap langkahnya, dan jika tak sengaja maka aku akan tersesat dijalan yang salah. Entahlah, tapi bagiku menasihati orang lain jauh lebih mudah. Membantu menyelesaikan masalah orang lain terlihat lebih sederhana. Mendengarkan problematika orang lain membantu ku untuk memikirkan solusi yang tepat.

Aku jatuh hati pada saat yang salah. Aku jatuh hati padamu. Tapi aku tak pernah tau apa aku jatuh pada hati yang tepat. Karna terlalu sakit bila aku jatuh di hati yang salah. Aku bukan seorang yang sempurna dalam mencintai, namun ketika aku melakukannya, maka kau harus tau bahwa itu adalah hal tertulus yang pernah aku lakukan.

Dan seperti yang aku katakan padamu, aku tak pernah mampu membaca gerakmu. Maka rasa hati ini terkadang seperti takut untuk lanjutkan semua. Terkadang logika sampaikan pada hati bahwa rasa ini hanya sepihak, namun terkadang hati berusaha meyakinkan logika bahwa rasa ini bersambut. Tapi ketakutan dalam otak terlalu kuat hingga balur semua keyakinan hati.

Lalu aku harus bagaimana? 

Aku yakin jalan kita berbeda. Ingin aku menyudahi semua, agar aku tak jatuh terlalu dalam, terperosok dan akhirnya tak bisa bangkit. Namun hati selalu ingin disisimu, merasakan mentari berdua dan nikmati dunia bersama. Tapi aku bisa apa jika jalan kita tak pernah bertemu? Aku harus apa jika memang tujuan kita tak pernah jadi satu?

Aku bukan sang pemain, aku hanyalah seorang wanita yang terlalu mudah percaya pada cinta. Terlalu tergantung pada perasaan, seorang wanita yang berimajinasi terlalu tinggi tentang kisah cintanya. Tak sulit buat aku jatuh hati. Cukup ajak aku berimajinasi dan semua tentang dirimu akan selalu ada di dalam otak ku. Detail tentangmu akan memenuhi semua selku, mengalir dalam darahkan dan di alirkan melalu nadiku.

Dan terkadang aku yang terlalu menggunakan perasaanku untuk semua itu. Sehingga hanya aku yang merasakan bahagia ini. Hanya aku yang berharap pada waktu untuk berhenti dan buat kita selalu bersama. Mengertikah dirimu? Ini adalah hal yang selalu aku takutkan dan selalu menghantui aku.

Bagaimana jika aku tak pernah bertemu denganmu?
Mungkin tulisan ini tak akan pernah ada. 
Bagaimana jika saat itu aku tak menggunakan perasaanku?
Mungkin takut ini pun tak akan pernah menghantui aku..

Apa dirimu pernah berpikir tentang ini? Tentang bagaimana kisah kita didepan nanti? Apa kau juga berpikir seperti apa yang aku pikirkan? Apa kau dihantui rasa takut yang sama? Atau mungkin kau tak pernah berpikiran yang sama dengan ku? Apa aku terlalu egois dengan sikapku yang seperti ini?

Aku menyukaimu, aku jatuh di hatimu, namun apa kita benar-benar bisa bersama?

Wednesday, August 12, 2015

Matahari Senja

Matahari senja selalu mampu membuatku jatuh cinta. Keindahan dan keajaiban yang aku rasakan tiap kali aku melihatnya. Entahlah, tapi bagiku dia begitu mengagumkan. Mereka berkata aku terlalu berlebihan, tapi apa peduliku tentang mereka? Karna rasa ini aku yang punya. Mataku mampu melihat kemolekan matahari senja daripada mereka. Hatiku mampu rasakan keistimewaan dari sinar merah keemasan itu.

Yah, kuning bergradiasi merah berikan hangat yang cukup untuk mereka yang sedang kelabu. Langitpun turut memerah bersama mentari dan berikan suasana syahdu. Pohon berdansa pelan seolah ikut berbahagia denganku dan langit. Kicauan burung mulai mengalun lembut berikan musik merdu yang menenangkan. Angin yang perlahan berhembus mengibaskan rambutku. Kemudian cahaya mentari senja mulai turun dan menyeruak diantara pepohonan yang menjulang.

Dan matahari senja, selalu mampu buatku jatuh cinta. Jatuh cinta pada tiap detil yang ada. Jatuh cinta pada tiap pandangan mata. Jatuh cinta untuk semua hal yang ada di hadapanku. Jatuh cinta pada dia yang juga nikmati suasana ini. Jatuh cinta pada dia yang juga miliki perasaan ini, perasaan jatuh cinta pada matahari senja.

Setiap sentuhan hangat matahari senja ini buatku ingin selalu mengulang momen sore ini selalu.


Tuesday, August 11, 2015

Thank You

Thank you for the smile
That never fails to brighten my day
For the tender look
When you gaze at me with eyes
that warm my heart
For the music of your laugther,
Touch that makes my pulse go faster
Thanks for all the memories of a lifetime
Thank you for the fire that you have set ablaze within me
With your kisses you´ve awakened
This old heart from its slumber
I feel like seventeen again,
It´s all because of you
Thanks for choosing me from
all the rest
Though I´m far from being the best.
Most of all I want to thank you, love,
for loving me

Aku Pasti Menunggu

Dan Matahari mulai beranjak ke peraduannya, menyisakan sedikit kehangatan yang perlahan mulai berganti kelam. Malam, dingin, gelap! Tak ada kehangatan bagiku dalam dunia malam ini. Dia pergi dariku tanpa pernah tau hatiku. Dia tinggalkan aku tanpa bertanya bagaimana keadaanku. Dia berlalu begitu saja, tanpa mengerti sedikit saja perasaanku.

Aku yang tak mampu berkata apapun, hanya bisa terdiam tak berkutik. Rasa ini terlalu sakit ditinggalkan. Sendiri dalam gelap tanpa cahaya dan kehangatan, lalu aku bisa apa. Memikirkannya saja aku tak kuasa. Terlebih lagi bila aku harus lalui semua ini. Tapi apa dia tau rasa ini? Yah.. Aku memang tak mungkin menahannya disini. Keadaan yang memaksanya untuk berlalu. Dia memang harus tinggalkan aku disini meski dia pun tak ingin.

Yang sanggup aku lakukan sekarang adalah berharap pada waktu agar cepat berputar dan membawa matahariku kembali padaku. Berdoa pada sang Maha Kuasa agar malam tak akan lama dan kehangatanku kembali. Dan aku pasti akan tetap menunggu, menunggu saat dia kembali dari ujung bumi dan berada disisiku.

Sampai waktu itu tiba, aku akan tetap setia menantinya. Dan bila dia kembali, maka dia akan melihatku sebagai seorang yang berharga untuknya. Dia tak akan meragukan hatiku saat itu. Saat dimana dia menatapku tetap bertahan untuk kehadirannya.

Aku akan bertahan malam ini, untuk menyambutmu besok pagi matahari, percayalah padaku..


Sunday, August 9, 2015

Lomba Puisi Terakota

Sekitar bulan April 2015, gw iseng nyari lomba puisi. Soalnya waktu itu gw lagi cinta banget ama nulis puisi. Dan usaha gw gak sia-sia, gw menemukan lomba puisi di Internet. Yah, gak lomba besar, tapi ini nasional. Hadiahnya juga gak gede, malah bisa gw bilang kecil. Tapi yang penting itu Euforia dari nulis puisi dan di kompetisiin.

Akhirnya gw dengan semangat membara, mulai mikir apa yang bakal gw tulis. Oia, temanya adalah Puisi Terakota yang berarti menulis puisi tentang sebuah kota. Jadi gw mulai berpikir kota mana yang punya paling banyak kenangan buat gw. Sampai kemudian terlintaslah sebuah kota yang sampai saat ini masih membekas jelas di setiap kenangan dalam memori otak gw. Iya, Bandung!

Kenapa Bandung? Karna Bandung punya daya tarik tersendiri buat gw. Buat gw Bandung itu gak cuma tempat gw kuliah. Dia adalah saksi bisu di hidup gw yang ngelihat gimana gw beranjak dewasa. Gimana gw mengakhiri masa remaja gw, masa pra dewasa gw. Menjalani cinta dan hidup, melatih mental dan juga cara berpikir. Yap, banyak hal yang terjadi ke gw di Bandung.

Kemudian, mulailah gw menulis tentang Bandung. Menulis dengan sepenuh hati, yah sedikit berharap setidaknya puisi gw kali ini bisa masuk kederetan yang terpilih.

"..Sejarah kita tak pernah tersurat dengan tinta
Cerita kita hanyalah sebatas kata dalam suara
Kisah aku dan kau pun tak merekah di ingatan mereka
Ya.. Hanya aku dan kau menjadi kita

Kita arungi samudera hidup berdua
Tanpa peduli mereka yang mencerca asa....."

Lengkapnya ada disini : Bandung, Aku Pemujamu Dulu..

Dan sebulan berlalu tanpa ada apa-apa. Hanya ada update-an dari orang-orang yang udah ngirim puisi mereka. Oia ada lebih dari 200 puisi dan banyak penulis. Jadi kepikiran bakal jadi apa yah puisi gw ini. Hope for the best, ready for the worst! Ini adalah kalimat yang selalu melayang-layang di otak gw.

Dan akhirnya waktu yang ditentukan tiba. Waktu pemilihan pemenang. Tapi sebelum ke pemenang panitia milih 50 besar. Awalnya sih 50 tapi pada akhirnya mereka milih 85 puisi yang bakal di jadiin buku. Dan nama gw masuk ke 85 besar tersebut.