Welcome..!!!

Welcome To Gitche Yanti Malayani's Blog - Don't Forget to Comment And Share

Monday, June 15, 2015

Ini Cerita Untukmu ~ Part 4

Pada akhirnya waktu akan memaksaku untuk memilih. Memilih tetap terjatuh dalam kebahagiaan fiksi atau memulai bangkit dalam pahit kenyataan.

“Hex, dimana dirimu sekarang? Masihkah kau mengingatku? Sedang apa dirimu? Sampai saat ini aku masih bergemelut dalam bayang-bayangmu. Aku tak bisa beranjak dari duka ini. Aku sungguh merindukanmu. Aku masih selalu ingin bersamamu...”, gumamku dalam tangisku.

Aku tau ini salah, aku sadar aku tak harusnya begini. Karna ini tak akan membuatku mampu tersenyum sedikitpun. Mungkin Hex pun tak ingin aku begini. Tapi apa dia benar-benar tak ingin mengubah kisah ini? Apa dia benar-benar tak ingin perjuangkan ku, hingga dia putuskan untuk meninggalkanku dalam kisah pahit ini?

Aku memutuskan pergi sejenak dari kelam hidupku. Aku pergi ketempat dimana aku dan Hex sering bersama, padang rumput yang beratapkan langit dan bercahayakan bintang. Aku berharap dapat hidup pada masa itu saja. Masa dimana hanya aku dan Hex bersama bahagia kami.

Dari kejauhan pun tempat ini membuat hatiku pilu. Rasanya aku tak mampu menapaki jalan ini lagi. Terlalu pahit dan kelabu tapi, hey.. siapa itu disana? Seorang pria yang tak asing bagiku. Seorang pria yang tampaknya ku kenal baik. Seorang pria yang ternyata pernah menjadi bagian terindah dari hidupku dulu. Seorang pria yang aku rindukan saat ini. Seorang pria yang mampu buatku tenggelam dalam bayang-bayangnya. Ingin aku berlari dan memeluknya dan tak melepasnya lagi. Ingin aku menghentikan waktu disini agar tak lagi dunia mengambilnya dariku.

Aku menghampiri pria yang bahkan tak menyadari keberadaanku di dekatnya. Dari belakangnya aku berkata :
     
          “Tempat ini masih sama seperti saat aku melihatmu dulu. Tak banyak yang berubah disini. Semuanya masih sama termasuk dirimu. Aku masih melihatmu disini..”, ucapku setengah berteriak.

Dengan agak tersentak dia membalikkan badannya, lalu tersenyum padaku. Senyum yang slama ini hanya ada dalam mimpiku kini nyata didepanku..
      
         “Iya Gie, tempat ini tak berubah sama sekali. Kitalah yang berubah. Tempat ini masih membuatku merasa tenang dan nyaman. Bahkan tempat ini masih memberi kebahagiaan untukku....”, lirihnya

Suaranya ditelingaku seolah teriakkan harapan yang masih dia tunggu.

        “Apa yang harus aku lakukan saat ini?” batinku berteriak.. “Aku menyayanginya. Aku mencintainya? Mengapa waktu tak pernah izinkan kami.. Mengapa dunia tak restui hubungan kami..? Apa yang harus aku lukakan.. Peri Bintang jawab aku....”, batinku masih hanyut dalam kesedihan.

Ingin aku mati saja disini, dan aku tak akan rasakan hal yang tak ingin aku rasakan lagi. Mengapa dia harus ada dalam hidupku? Mengapa aku harus bertemu dengannya dan menjalin kisah ini? Mengapa aku harus memakai perasaanku saat bersamanya? Mengapa aku menemukan diriku dalam dirinya? Mengapa hidup begitu tak adil?

No comments:

Post a Comment

Leave your comment here..^^