Welcome..!!!

Welcome To Gitche Yanti Malayani's Blog - Don't Forget to Comment And Share

Friday, May 22, 2015

Ayahku Guru Mereka

Aku hanya punya satu ayah
Menikmati waktu bersamanya
dalah saat yang selalu kunanti

Aku ini seorang putri tertuanya
Aku memiliki lebih banyak memori dengannya
Aku disana bahkan sebelum mereka mengenalnya

Namun kadang dia bukan hanya milikku
Dia milik putra-putri lainnya
Egoku tak pernah sudi untuk berbagi
Sesekali ingin ku simpan dia untukku sendiri

Aku merindukannya..
Merindukan saat dimana kami hanya berdua
Merindukan saat hanya aku dan ayahku

Namun dunia tak izinkan itu semua..
Dia harus menjadi ayah untuk mereka
Dia harus menjadi guru bagi mereka
Aku dipaksa berbagi meski aku tak rela

Aku hanya bisa memendam rasa
Berharap semua akan berakhir
Dan dia akan kembali untukku
Menjadi ayahku sepenuhnya..

Aku merindukanmu ayah..

Jakarta, 22 Mei 2015

Ini Cerita Untukmu ~ Part 3

    Kemudian dunia yang halangi aku dengan dia sandingkan aku dengan kamu.
       
         "Kamu mungkin berpikir mengapa aku harus menceritakan kisah ini padamu. Mungkin kamu tak suka aku menceritakan ini.. Bukan begitu Clay..?”

    “Ya.. Aku akhirnya mengerti mengapa hatimu tak sepenuhnya untukku. Mengapa kadang aku masih menyadari ada ruang hatimu yang tak mampu aku tembus. Aku sadar aku bukan Hex, Gie.. Tapi tak bisakah kau berikan aku sedikit saja peluang untuk aku dapatkan hatimu..?”

    “Sulit Clay, terlalu sulit. Kau tak sama sepertinya.. Kau bahkan tak mampu berikan apa yang aku dapat dari dia..”, air mataku mengalir tak tertahan.

         Ya, air mata kesedihan yang selama ini aku bendung kembali pecah. Padahal sejak lama aku tak pernah biarkan orang memandang air mata ini selain Hex seorang. Dialah orang terakhir yang melihatku menangis.

    “Gie.. Izinkan aku menjadi penggantinya. Izinkan aku menjadi pengisi hatimu sekarang. Aku sungguh ingin menjadi dia yang selalu kau ingat dan kau damba. Aku sungguh mengasihmu dari hatiku. Mungkin bukan aku yang mencarimu, mereka yang berikanmu padaku. Tapi bisakah kau jadikan aku menjadi satu-satunya yang ada di hatimu saat ini? Aku memohon Gie..”

    “Clay.. Aku berusaha beberapa kali.. Namun bayangan Hex terlalu melekat dalam benakku. Clay, aku tak akan meninggalkan mu. Aku akan tetap ada disisimu. Berulang kali pun akan ku coba membuka hatiku untukmu. Hanya saja mengalirlah seperti air. Jangan paksa aku untuk menepis bayangan Hex dari pikiranku.. Maafkan aku Clay. Aku tak pernah bermaksud untuk menyakitimu atau membohongimu..”

    “Gie.. Apakah tak ada celah dalam hatimu untukku?”

    “Itu adalah satu hal yang tak mampu aku jawab Clay..”

    “Gie.. Rumah tangga kita telah lama berlayar dalam lautan hidup. Sampai kapanpun akan aku coba menangkan hatimu dan senyummu. Aku tak akan menyia-nyiakan sedikitpun waktu untuk dapatkan cintamu. Aku akan berjuang hingga aku tak mampu lagi... Aku tak akan memaksamu saat ini. Aku mencintaimu dan akan tetap begitu. Aku tulus menyayangimu..”

    “Clay... Maafkan aku.. Aku tak mampu berkata apapun....”, tangisku potong semua ucapanku..

    Aku yakin tangisku telah mengartikan semua yang ingin aku ucapkan pada Clay. Aku hanya mampu berharap agar Peri Bintang hapuskan semua memori tentang Hex. Andai aku bisa mengulang semua, aku tak akan meminta dari Peri Bintang.

Thursday, May 21, 2015

Ini Cerita Untukmu ~ Part 2

    Hanya saja langit berbintang tak selalu abadi. Akan banyak kabut dan badai bahkan kadang awan yang selalu aku puja pun akan tutupi langit berbintang. Nyatanya waktu dan dunia tak izinkan kami bersama. Mereka yang lain berikan seribu satu alasan untuk pisahkan kami. Semua insan yang tak menyetujui kebersamaan kami dengan keras memaksa kami untuk berhenti dari jalan yang telah kami pilih. Mungkin kita bukanlah dua sejoli yang sempurna, hanya saja kita saling melengkapi kekurangan kita dan mereka takkan pernah mengerti itu.

    Waktu yang aku dan dia jalani bukanlah waktu yang singkat. Awalnya memang kami meragukan kebersamaan kami, namun seiring berjalannya waktu kami tak mampu pungkiri rasa yang Peri Bintang taburkan di hati kami. Kami mulai jujur akan perasaan kami dan membuka hati kami untuk cerita ini. Kami sadar cinta kami akan mengalami banyak gunjingan dari semua insan disana, namun imaji kami menyatu dan membentuk keindahan yang tak mampu kami tepis.

    Betapa aku ingin mempertahankan kisah aku dan dia. Berharap kami dapat terlahir kembali dan membuat kisah kami sendiri dimana tiap orang akan bahagia seperti harapan kami. Kemudian kami tersadar itu hanyalah kisah dalam negeri dongeng yang tak akan terjadi. Pangeran Matahari, Putri Bulan dan Peri Bintang serta kerajaan langit adalah saksi kisah kami. Saksi bisu dalam tiap tawa canda kami. Saksi yang tak akan pernah berdusta tentang kebahagiaan yang kami rajut bersama.

    Kemudian suatu hari kami bertanya pada Peri Bintang..

    “Peri Bintang, mengapa harus kau pertemukan kami jika memang pada akhirnya kami tak bisa bersatu? Mengapa harus kau kirimkan dia padaku jika memang aku tak bisa memilikinya..”, tanyaku pada Peri Bintang..
    “Peri Bintang, mengapa dulu kau bisikkan padaku tentang dia, bila pada kenyataannya aku tak dapat jadikan dia pendampingku di seumur hidupku..”, Hex menimpali lagi.
    Dengan ramah Peri Bintang menyahut..
    “Gie dan Hex, ingatkah kalian pada apa yang kau minta padaku Gie? Ingatkah apa yang aku bisikkan padamu Hex? Aku tak pernah menjanjikan selamanya pada kalian. Aku penuhi permintaan kalian menemukan orang yang bisa memberi banyak cerita tentang ku padamu. Aku bisikkan bahwa gadis ini akan memberimu banyak hal dalam hidupmu.. Lalu dimana letak kesalahanku?”

    Sesaat kami hanya bisa terdiam membenarkan Peri Bintang dan menyalahkan ego kamu yang bermain terlalu dalam. Ya, Peri Bintang memang tak pernah menjanjikan selamanya. Aku yang buat ini agar menjadi selamanya. Kami pergi dari hadapan Peri Bintang sambil tersenyum namun dalam kesedihan.

    Hex mengambil tanganku dan mencium keningku lembut sambil berkata,

    “Gie.. Kita yang terlalu jauh menggunakan hati ini. Kita mungkin salah terlalu mengartikan pertemuan ini.. Tapi percayalah kau adalah hadiah terindah dalam hidupku. Kau adalah bintang yang paling terang yang selalu aku cari, kau adalah putri bulan ku dan kau adalah impian yang selalu ingin aku gapai. Kau akan selalu menjadi permaisyuri dalam kerajaan cintaku. Jika memang mereka dan dunia tak bisa terima bahagia kita, biarlah kita simpan cerita ini dalam hati kita dan dalam buku cinta kita. Biarlah kita harus terpisah saat ini dan berharap kelak kita akan bersama di kehidupan yang berikutnya..”
    “Hex., Mengapa kita tak bisa perjuangkan cinta kita? Mengapa kita harus menyerah disini. Mengapa kita tak melawan dunia? Aku dan kamu bersama hadapi semua ini. Bukankah kita akan mampu jika kita bersama?”, ucapku lirih menahan tangis.
    “Gie.. Aku mengerti perasaanmu. Namun cinta bukan sekedar soal aku dan kamu. Itu menyangkut keluarga kita, lingkungan kita, duniamu dan duniaku. Jika memang mereka tak bisa satukan dunia kita, maka kita tak akan bisa rasakan indahnya imaji kita. Yang akan selalu kita rasakan adalah badai yang tak kunjung berhenti. Bukankah lebih baik bila kita bahagia dengan cinta yang selalu ada disini, di hatiku dan hatimu? Cinta tak selalu harus memiliki. Percayalah aku selalu untukmu dan kamu selalu untukku.. Aku janji padamu Gie...”

Aku memeluk erat dirinya berharap waktu akan berhenti disitu. Tapi hidup masih harus berjalan dan perpisahan ini akan tetap terjadi.

Wednesday, May 20, 2015

Ini Cerita Untukmu ~ Part 1

    Aku Gie, ini kisahku yang selama ini aku simpan rapat di dalam pikiranku. Aku tak ingin mengumbar cerita ini karna menurutku cerita ini tak akan dimengerti orang lain. Aku terjerat dalam hal yang membuatku nyaman namun tak dapat ku simpan selamanya. Kisah ini tentang Kita (aku dan kamu), dia dan semua mereka.

    Aku dulu punya kisah denga dia bersama mereka yang menyatukan kami. Mereka adalah Pangeran Matahari, Putri Bulan dan Peri Bintang serta semua tentang mereka. Apapun yang kulakukan bersama dia selalu memberi memori untuk aku kenang. Aku punya banyak kenangan dengan dia. Kenangan yang sering kali membuatku sesak saat ini. Aku dan dia sering melakukan banyak hal bersama, menjelajahi dunia, menyambut awan, berpamitan dengan Pangeran Matahari, menelusuri Putri Bulan dengan Peri Bintang. Ya, semua yang aku lakukan dengan dia begitu menakjubkan. Mari ku ceritakan sedikit kisahku dengan dia. Namanya Hex.

    Hari itu aku dan dia duduk menatap langit malam, bercerita tentang hidup yang kami jalani. Obrolan kami membentang dari timur ke barat dan itulah yang membuat kami betah berlama-lama bersama sang Peri Bintang.

    “Gie, Apa yang membuatmu menyukai mereka yang di atas sana?”
    “Mereka membuatku tenang. Mereka memberiku semangat. Mereka membuatku tersenyum, mereka selalu memberiku alasan untuk menyambut hari esok. Meski kadang aku tak melihatnya, tapi aku bisa merasakan kehangatan mereka disampingku. Lalu bagaimana denganmu Hex?”
    “Aku menyukai mereka sejak lama. Tapi ini adalah alasan terbaruku mengapa aku menyukai mereka. Mereka membuatku mengenalmu, mereka membuatku dapat bersamamu. Dan itu adalah bagian terindah dari mereka, mempertemukan ku dengan mu..”
    “Apa aku boleh memberitahumu sebuah rahasia Hex?”
    “Apa? Tapi bukankah sebuah rahasia tidak boleh dikatakan Gie?”
    “Tapi rahasia ini harus kau tau, dan kau tak boleh memberitahu siapapun tentang ini..? Janji?”
    “Baiklah Gie, aku berjanji akan menjaga rahasia ini dengan segenap ragaku..hehe”
    “Jadi begini, waktu itu aku sedang merebahkan badanku di padang rumput sambil bercerita pada Peri Bintang. Kemudian setelah lama aku bercerita aku meminta sesuatu padanya agar dia mengirimkan seorang pria yang juga menyukainya untukku. Seorang pria yang dapat menemukan keindahan di balik sang Peri Bintang. Seorang pria yang bisa memberiku banyak cerita tentang kalian. Tentang Pangeran Matahari Putri Bulan dan Peri Bintang. Tentang kerajaan awan, langit dan angkasa. Lalu Peri Bintang hanya mengangguk kemudian tak lama sejak itu, dia mengirimkanmu di hadapanku. Apa kau percaya itu Hex?”
    “Aku percaya..”
    “Hah? Kenapa dengan semudah itu kau percaya?”
    “Ini rahasiaku, sesaat sebelum aku bertemu denganmu, Peri Bintang membisikkan ku sesuatu bahwa kau adalah gadis yang spesial yang akan memberiku banyak hal dalam hidupku.. Itulah sebabnya aku mengatakan padamu, bahwa Peri Bintang yang pertemukan kita.. Sekarang kau mengerti kan?”
    “Yah, aku mengerti Hex..”

    Aku tersenyum mengarah kepada bintang seraya menggenggam tangan dia yang kini disampingku. Aku tak pernah menyangka kisah kami akan seindah itu. Seindah langit malam berbintang.

Friday, May 15, 2015

Jakarta - Surabaya -> 2 Hari 2 Malam

Liburan kali ini gw gunakan untuk beranjak ke Surabaya. Kenapa Surabaya? Karna konsernya ada di sini. Jadi gw ini adalah panitia untuk Konser Amal yang bakal di adain di Surabaya. Konser ini untuk pembangunan Alumni Chapel di Slapur (kampus tercinta).

Perjalanan gw dimulai hari Selasa malam. Gw bersamna 4 orang temen gw (1 temen seangkatan, 3 lagi  abang2 n kaka kelas gw di Slapur), jadi kami semua ini alumni. Berangkatlah kami sekitar jam 10 dari Jakarta naik mobil. Kami lewat jalur selatan dan jalanan kami itu yah ketemu nya ama truk dan bus-bus gede. Tapi berhubung gw bukan Supir ataupun co-Supir jadi gw gak perlu bangun untuk nemenin supir. Jadi sepanjang jalan yah gw tidur-bangun-makan-tidur-bangun lagi. Yah gitu aja terus kerjaan kami -eh, kerjaan gw maksudnya.

Sebetulnya gw gak tau rutenya kaya apa. Tapi yang gw rasa gw gak nyampe-nyampe. Ampe pagi-pagi gw kebangun kebelet pipis, trus gw masih juga belum ngerti itu dimana *bagian ini gak penting*. Terus karna beberapa hal, akhirnya supirnya gantian dan co-supir ikutan gantian. Disuruh lah gw jadi co-supir, berhubung gw yang udah tidur paling lama dan gw belum dapet jatah begadang. Tapi gw gak masalah kok disuruh jadi co-supir karna itu udah pagi. Jadi duduklah gw di samping supir dan mulai mengumpulkan nyawa supaya sadar. Dan masih saja gw belum tau itu dimana.

Setelah gw sadar, baru lah gw liat kalo kami udah di Jawa Tengah tapi gw lupa di sebelah mananya. Kemudian sekitar jam 10an nyampelah kami di Jogja. Dan mau lanjut ke Kertasura. Nah jam 12an nyampelah kami disana, dan langsung di ajak makan oleh Pak Ketum. Setelah kenyang kami diajak buat istirahat dirumahnya dia. Niatnya si sejam doank, eh keterusan ampe jam 3. Jadi setelah kami mandi kami ketiduran. Makanya baru bisa jalan lagi jam segitu.

Lanjut lagi perjalanan kami dan seperti biasa, gw ambil tempat di pojok trus lanjut tidur lagi. Sekitar jam 19 malam kami nyampe di Nganjuk dan kembali lagi diajak makan di sebuah warung yang gw lupa namanya. Disitu untuk pertama kalinya gw makan Mie Goreng pake Kuah yang di beri nama Mie Nyemek. Agak aneh sih namanya, tapi lumayanlah rasanya. Enak kok!

Setelah makan kami lanjut lagi perjalanan kami ke Surabaya, dan gw lanjut tidur lagi. Pas udah bangun ternyata udah nyampe di Trawas - Sumber Wekas. Di ajak masuk ke rumah dan gw jalan sempoyongan karna ngantuk begete! Tapi begitu masuk rumah nyawa gw berkumpul sedikit demi sedikit. Dan jadi ceritanya kami belum benar-benar sampai di Surabaya. Sedikit crita soal Trawas, ini tuh adem, dan enak banget buat tidur. keren liat sunrisenya, dan kemungkinan keren liat sunsetnya.

Setelah makan pagi lanjutlah kami dengan perjalanan kami. Tapi serius, ini belum ke Surabaya. Perjalanan kami tuh ke Slapur dulu ada beberapa urusan. Nah setelah beres di Slapur barulah kami ke tempat tujuan kami yang sebenarnya yaitu TANJUNG ANOM. Nyampe langsung ngadem, istirahat, lurusin kaki. Jadi setelah dua malam dan dua hari barulah kami bisa checkin di tujuan akhir kami.

Yap sekianlah soal perjalanan yang cukup panjang ini. Tapi trip kali ini belum selesai sampai di Tanjung Anom, karna besok masih ada hal-hal yang harus diselesaikan.
That's all!!

Thursday, May 14, 2015

Surat Untuk Pangeran Matahari

Hey Pangeran Matahari..

Dimana dirimu sekarang? Sepertinya kita jarang berkomunikasi lagi. Mungkin kini aku sedang merindukanmu. Kemarin kau pamit untuk pergi yang jauh, aku khawatir bahwa kau akan melupakanku dari sana. Yah, Kekhawatiranku terjadi. Aku merasa terlupakan dari sana. Apa pernah kau mengingatku meski hanya untuk sejenak?

Pangeran, aku menghampirimu ke tempat kau berada. Berharap kita bisa berbagi cerita dan canda. Namun ketika aku hampir tiba, mengapa suasananya berubah? Aku yang hanya bisa ungkapkan dari jauh, tak berani bertanya terlalu jujur. Aku kini tak berharap bisa bertemu, karna nyatanya waktu dan jarak pun tak dukung kita bertemu.

Apa yang sedang kau lakukan sekarang? Kali ini aku benar tak tau. Bicarapun kita semakin sedikit dan terhalang oleh mereka dan kesibukanku atau masalahmu? Apa kau sedang ada masalah? Aku sempat mendengar keluh kesahmu waktu itu, tentang kekesalanmu yang terjadi di kerajaan siang. Tentang warga bumi yang tak peduli perasaanmu dan tak adil padamu. Aku ingin disana setidaknya menghiburmu, tapi kau tau bahwa waktu dan jarak tak izinkan aku dekatimu. Entah kapan mereka akan kembali berikan waktu kita bersama.

Jadi kita tak bisa bertemu kali ini yah? Baiklah, aku pasrah. Aku tak akan memaksakan semuanya, Aku yakin kita akan bertemu lagi meski hanya untuk sesaat. Aku yakin jika memang kita di takdirkan untuk bertemu, maka tak akan ada yang bisa halangi kesempatan kali itu.

Semoga rasa takutku kali ini hanyalah sekedar perasaan yang tak berarti apa-apa. Aku harap kau tak melupakanku disana. Aku harap kau tak melupakanku dari sana.


Dari Aku yang merindukanmu..

Putri Bulan

Wednesday, May 6, 2015

Pangeran Matahari dan Putri Bulan

Ada seorang pangeran yang amat gagah, tampan, berwibawa, pemberi kehangatan, baik hati dan dia berkuasa di Kerajaan Siang namanya Pangeran Matahari. Pangeran ini suka memperhatikan seorang putri dari kerajaan seberang. Seorang putri yang lembut hatinya, yang bersinar diantara kegelapan, seorang putri cantik yang menawan. Seorang putri yang berasal dari Kerajaan Malam, putri yang lembut hati ini diberi nama Putri Bulan.

Tanpa disangka, Putri Bulan pun seringkali memperhatikan sang Pangeran Matahari. Dia mengagumi kemegahan sang pangeran. Dia memperhatikan bagaimana sang pangeran memberi kehangatan pada mereka yang ada dibumi. Memberikan cahayanya untuk menyinari mereka. Dan diam-diam sang putri semakin sering mencuri pandang pada pangeran ini.

Meski mereka saling memperhatikan dari jauh, namun karna jarak dan waktu membuat mereka tak dapat saling bertemu. Lama kelamaan akhirnya mereka jatuh hati. Meski terhalang oleh bumi, tapi mereka masih bisa saling menyemangati, dan memberi perhatian. 

Ketika matahari sedang lelah maka dia akan memandang pada sang Putri Bulan kemudian hatinya akan kembali sejuk dan semangatnya akan kembali.. Begitu pula sang putri, ketika dia merasa dingin dan kelam maka dia akan memandang pada sang Pangeran kemudian senyumnya akan kembali merekah.

Hingga suatu ketika waktu mempertemukan mereka di satu garis lurus. Ditempat dimana mereka dapat saling menatap dan bahagia. Ditempat dimana mereka saling memandang dari dekat. Sang Putri Bulan dan Pangeran Matahari begitu bahagia. Karna pada akhirnya mereka dapat bertemu. Mereka mengobrol tentang banyak hal. Kemudian warga bumi mulai memperhatikan mereka berdua dan kagum pada apa yang mereka lihat. Ketika Putri Bulan dan Pangeran Matahari berhadap-hadapan maka terjadilah yang di sebut Gerhana Matahari. Kemudian bumi terasa gelap karna Putri Bulan menutup cahaya Pangeran Matahari kepada bumi. Dan akhirnya mereka sadar, mereka tak bisa seperti itu. Jika mereka bersama lalu bagaimana keadaan bumi? Bagaimana dengan kerajaan siang dan kerajaan malam?

Kemudian dengan sangat sedih Pangeran Matahari berkata : "Putri.. Ketika kita saling mencintai maka biarlah cinta kita memancarkan sebuah kebaikan kepada semua orang. Kita tidak baik menjadi egois tanpa memikirkan warga bumi. Biarlah kau tetap di kerajaan malam dan aku di kerajaan siang. Tapi kelak nanti waktu akan pertemukan kita kembali disaat yang tepat. Kita memang tidak akan mungkin bersama, tapi percayalah aku disini akan selalu memancarkan sinarku untukmu dan aku akan selalu memperhatikanmu dari sini. Cinta kita akan selalu nyata di bumi."
Putri Bulan merasa sedih mendengar kata-kata Pangeran Malam. Dia menyesal mengapa mereka harus memiliki perbedaan yang tak dapat disatukan. Dengan berat hati Putri Bulan melepaskan tangannya dan beranjak untuk pergi dari hadapan Pangeran Matahari. Perlahan-lahan cahaya Pangeran Matahari kembali menyinari bumi. Semua warga bumi terharu atas pertemuan sesaat dari sang Putri dan Pangeran.
Akhirnya mereka kembali ke kerajaan mereka masing-masing. Meski menyakitkan tapi mereka akan saling mencintai, memperhatikan dan menanti pertemuan mereka berikutnya. Entah kapan tapi waktu akan menjawab.

Tuesday, May 5, 2015

Apalah Aku Ini?

Aku menyukaimu. Aku memiliki rasa yang berbeda untukmu. Apa rasa ini salah? Aku tak pernah tau apa kita merasakan hal yang sama. Haruskah aku menanyakannya padamu, atau biarkan rasa ini terpendam jauh di lubuk hati. Aku tak pernah miliki keberanian tuk ungkap semua ini. Beri aku petunjuk untuk melangkah.
Aku jatuh hati padamu. Namun hanya aku yang tau. Hanya aku, mentari, bintang juga bulan serta langit. Tapi aku bisa apa? Tak dapat aku lakukan apapun. Rasa takut ini selimuti tiap rasa cintaku padamu. Aku ingin berjuang demi rasa ini. Salahkah aku?
Aku hanya ingin kau tau bahwa aku memiliki setetes harapan padamu untuk rasa cinta yang aku simpan rapat di ruang hati. Aku sadar bahwa aku hanya wanita yang di takdirkan untuk menunggu. Tapi mungkinkah kau merasakan apa yang kurasakan?


Lalu aku harus seperti apa? Haruskah aku memendam rasa ini selamanya? Haruskah aku hapuskan cerita ini dari pikiranku? Apa karna aku wanita maka aku tak pantas ungkapkan rasa ini? Atau aku harus mengubur dalam dan menepis jauh tiap hela nafas yang aku sampaikan untukmu. Masihkah aku harus menunggu untukmu agar kau tau rasa ini dan menyambut hangat cinta ini?


Apalah aku ini? Hanya seorang wanita yang punya rasa namun tak mampu berbuat apa...