Welcome..!!!

Welcome To Gitche Yanti Malayani's Blog - Don't Forget to Comment And Share

Tuesday, February 3, 2015

Untuk Cinta Pertamaku

Untuk Zekh..

"Zheand"

Masih ingat dengan nama ini? Ya, ini nama singkatan kita berdua. Bukan.. Aku bukan sedang mengulang kisah masa lalu. Aku hanya sedang mengenang masa-masa indah ku dulu. Masa SMA ku sekitar 8 tahun yang lalu. Berawal dari sebuah hubungan yang biasa saja, hingga hubungan yang memakai perasaan.

Sekarang aku bukan ingin mengungkit agar terjalin kembali namun aku ingin mengungkap perasaan yang pernah ada dulu. Mungkin saja kau tak pernah tau bagaimana perasaan dalam hati ini. Asal kau tau, ketika aku menuliskan ini aku memejamkan mataku terlebih dahulu, membayangkan apa yang ku alami 8 tahun yang lalu kemudian mengingat kembali perasaanku saat itu. Ya, semuanya terasa masih seperti kemarin. Tapi itu sudah masa lalu.

Aku tak pernah sadar kapan perasaan itu menjalar dalam pikiranku. Aku pun tak sadar kapan getaran itu mulai hadir dalam diriku. Yang aku tau aku menyayangimu meski entah sebagai apa. Aku tersenyum ketika menerima surat kecil dari mu. Meski hanya selembar kertas kosong dengan titipan kata-kata yang terangkai dalam satu kalimat. Terasa sangat membahagiakan perasaanku saat itu. Seutas senyuman yang kau lemparkan padaku pun terasa begitu bercahaya dalam gelap malamku. Aku bahagia kau menjadi bagian dalam hidup ku meski bukan kekasih hatiku.

Hingga pada suatu ketika aku memutuskan untuk memulai kisah yang baru denganmu. Aku memutuskan untuk menjadikan mu kekasih hatiku saat itu. Cinta pertamaku yang ternyata tak berlangsung lama tapi begitu terasa. Kau begitu berusaha mengerti diriku. Kau memberiku alasan untuk tersenyum setiap hari. Kau bahkan tak pernah biarkan senyum itu hilang dari wajahku. Kau akan merasa bersalah jika aku hanya berkata "Gak apa-apa". Meski sebenarnya memang tidak ada apa-apa. Kau akan memohon agar aku tak  murung karna dirimu. Tapi sesungguhnya aku tak pernah merasakan hal itu dari dirimu. Kau adalah semangat ku untuk menghadapi ujian akhirku.

Kau menjagaku kala aku tertidur dipundakmu, kau bahkan tak melepaskan tanganku ketika aku gelisah dalam tidurku. Meski ada hal lain yang harus kau lakukan, tapi kau selalu mendahulukanku tanpa harus ku pinta. Aku merasa menjadi wanita paling beruntung mendapatkanmu saat itu. Lalu jarak memisahkan kita dan semuanya terasa hampa buatku. Aku tak lagi merasakan senyum dan semangatmu. Aku tak lagi bisa merasakan pundak tempat aku bersandar, tak ada tangan yang selalu menjaga. Tak ada lagi tawa yang warnai hari. Aku tertegun dalam sepi bertanya kemana dirimu yang slama ini. Namun tak dapat aku temui.

Tanpa ku sadari waktu mempertemukan kita kembali dan harusnya aku bahagia, tapi kali ini perasaanku tak menentu. Mempertanyakan kemana kau ketika aku mencari, mengapa baru sekarang kau hadir di depanku tanpa perasaan bersalah sedikitpun. Tapi aku dengan emosiku yang tak bisa ku jelaskan memilih mengakhiri kisah kita yang akhirnya kusesali. Aku menyesal pernah berkata "Jangan bertanya mengapa, karna aku tak mampu menjawabnya". Dan aku benci padamu yang hanya menuruti kata-kataku tanpa berusaha bertanya ada apa. Seandainya saja saat itu kau tetap bertanya, mungkin aku tak akan pernah menyesali keputusanku yang di pengaruhi emosi.

Aku membuka mataku, kembali ke masa kini. Ku sadari semua telah lama berakhir dan tak perlu aku menyesalinya sekarang. Dulu aku memang menyesalinya namun waktu mengajarkan ku untuk berani berbuat dan berani menanggung akibatnya. Aku tak akan mempertanyakan hal yang seharusnya kulakukan dulu. Mungkin kita bisa memulai sesuatu yang baru tanpa pernah mengingat masa yang lalu. Karna kau pernah menjadi bagian indah dalam hidupku dan tak akan pernah aku menyesalkan semuanya kini. Suratan kita mungkin memang seperti ini, hanya menjadi bagian dari cerita indah hidup kita.

dari Aku yang dulu pernah menyesali kesalku.

No comments:

Post a Comment

Leave your comment here..^^