Welcome..!!!

Welcome To Gitche Yanti Malayani's Blog - Don't Forget to Comment And Share

Friday, January 2, 2015

Tradition, is it GOOD or BAD..?


Apa itu tradisi??
"..Tradisi (Bahasa Latin: traditio, "diteruskan") atau kebiasaan, dalam pengertian yang paling sederhana adalah sesuatu yang telah dilakukan untuk sejak lama dan menjadi bagian dari kehidupan suatu kelompok masyarakat, biasanya dari suatu negara, kebudayaan, waktu, atau agama yang sama.."
 Yah, secara umum ketika orang mengucapkan tradisi, maka yang terlintas dalam pikiran gw adalah adat-istiadat. Dimana itu berarti seperti upacara-upacara /acara/kebiasaan dan yang paling penting tradisi itu KUNO, gak update. gak gaul dan kolot.


Nah masalah nya adalah gw sebagai cewe batak yang berasal dari keturunan asli batak dengan no keturunan yang masih di "atas" (masih keturunan ke 12, sementara temen-temen gw yang lain udah keturunan ke 16, 18, 19) masih terikat sama hal-hal kaya gini. Okeh, gw gak bilang kalo gw gak suka sama adat istiadat gw. Gw suka, suka banget meski gw gak ngerti banget. Eh, bukan... gw bukan kolot atau gak gaul. Gw gak punya pilihan lain selain menyukainya. Jadi ketika gw gak bisa memilih bukankah lebih baik gw menyukainya dengan tulus?  *alibinyagitu*


Baiklah mari kita lihat adat batak itu ada apa aja :

  1. Mangalua
  2. Mangongkal holi
  3. Manulangi Natuatua
  4. Martumpol
  5. Perkawinan Adat Batak Toba
  6. Tonggo Raja
Nah, gw menyalin list ini dari Wikipedia, sekaligus linknya sudah tersedia. Kalo pengen tau artinya, silahkan klik di situ nanti akan tersambung ke lamannya masing-masing.

Tapi, bukan itu yang pengen gw bahas. Bukan tentang adat bataknya itu. Jadi gw pernah menonton film, film India judulnya "Kabhi Kushi Kabhi Gam". Gw yakin pasti banyak yang nonton film ini. Di film ini ada kalimat yang tercetus : "Tradisi ayah, aku ingin melanjutkan tradisi keluarga kita.. Ayah kuliah di London, Kaka kuliah di London, dan aku juga harus melanjutkan tradisi ini Ayah.."

Kira-kira seperti itu, tapi bukankah itu sebuah tradisi yang baik? Yah, memang itu adalah sebuah tradisi. Tapi bagaimana ketika tradisi tersebut tidak sesuai dengan keinginan kita? Gimana kalo tradisi itu gak sesuai bayangan kita atau harapan kita atau impian kita? Ketika tradisi dikeluarga kita adalah menikah dengan keluarga sederajat atau keluarga ningrat, sementara kita jatuh cinta dengan keluarga biasa lalu bagaimana? Tapi itulah yang terjadi di film itu. Wanita yang dicintainya hanyalah keluarga biasa, bahkan keluarga dari kalangan bawah. Seandainya itu terjadi pada kita, apa kita berani melawan hal tersebut?

Lalu bagaimana seharusnya? Sebuah tradisi memanglah perlu dalam sebuah keluarga. Tapi tradisi tersebut haruslah bisa kita sesuaikan dengan keadaan perkembangan zaman. Karna tradisi biasanya enggan untuk menyesuaikan diri. Sering kali masalah yang terjadi karna soal adat dan tradisi ini.

Tradisi yang gw omongin disini bukan cuma sekedar soal adat istiadat, tapi soal kebiasaan turun temurun yang ada di keluarga kita, di lingkungan kita atau di sekitar kita. Ketika tradisi ini sudah tak sesuai dengan keadaannya atau sudah gak bisa kita pakai pada zaman sekarang, bukankah seharusnya tradisi ini di ubah tanpa harus menghilangkan poin-poin penting di dalamnya?

Ketika tradisi mulai mendewa dalam hidup kita tanpa ada toleransi bahkan menyalahi hukum kemanusiaan dan hukum normatif bukankah sudah sebaiknya dia di revisi? Bukankah UU juga memiliki revisi?

Jadi, tradisi adalah hal yang menarik namun ketika mulai menjadi hal prioritas tanpa merimangi atau mentoleransikan hal lain yang bersangkutan itu akan menjadi sebuah beban yang akan mencekik dan membunuh perlahan. Membunuh mental dan moral bahkan membunuh diri sendiri.

No comments:

Post a Comment

Leave your comment here..^^