Welcome..!!!

Welcome To Gitche Yanti Malayani's Blog - Don't Forget to Comment And Share

Wednesday, December 31, 2014

Unconditional Love - A Mother


" Kasih itu sabar, kasih itu murah hati, Ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.."
Aku pernah merasakan cinta dari seseorang. Awalnya aku tidak mengerti apakah itu cinta atau tidak. Yang aku tau orang itu selalu memberi apa yang aku pinta. Meski kadang itu terlihat mustahil, namun dia tetap berusaha memberikannya. Bahkan aku sering marah bila dia tidak memberinya atau tidak melakukan apa yang aku minta. Ketika aku marah, aku akan berkata bahwa dia tidak peduli padaku, dia jahat, meski sebenarnya itu hanya untuk menutupi kesalahanku.

Aku yakin dia tau itu, namun dia tak pernah membahasnya. Ketika aku marah atau diam sebagai tanda amarahku maka dia akan tersenyum kemudian memelukku sambil meminta maaf. Lalu di dalam hati aku merasa menang, tapi dia tetap melakukannya dengan tulus aku dapat merasakan itu. 

Dia memang tidak pernah mengatakan seberapa besar cintanya padaku, tapi bukan berarti itu tak ada. Bukankah act speaks louder than word? Harusnya cintaku yang dipertanyakan, bukan cintanya. Waktu tak pernah bohong, waktu yang berjalan telah menunjukkan itu semua.

Aku pernah bertengkar dengannya. Bertengkar sangat hebat yang membuatku pergi meninggalkannya. Saat itu memang aku merasa bahwa dia tak pernah benar-benar menyayangiku. Lama kami terpisah hingga saat langit mempertemukan kami, aku dapat melihat senyum dari matanya yang berkata aku merindukanmu. Mungkin kata-kata itu tertahan di tenggorokannya hingga dia tak mampu berucap. Namun angin mendesirkan semua kalimat itu. Baiklah, mungkin aku mengada-ada. Itu adalah kata-kata dari dalam otakku yang bergemuruh ditelingaku.

Aku merindukannya, aku rindu saat dia memelukku, aku rindu saat dia tersenyum ketika aku marah. Cintanya tak pernah pudar untukku, selalu sama seperti sebelum aku meninggalkannya. Dia tetap menerimaku seolah tak pernah terjadi apa-apa. Ya, cinta tak bersyarat yang ku terima darinya. Cinta yang tak terbatas yang hanya darinya. Cinta yang tak pernah berharap apapun kecuali kebahagiaanku.

Cinta ini akan aku simpan dalam hati, dan aku akan memberikan cinta yang seperti ini untuk orang lain. Cinta ini patut ku tiru dan ku teladani. Cinta ini akan aku sematkan dalam hati anak-anakku nanti. Karna nanti aku akan menjadi seperti dia, seorang Ibu.

Ibu terimakasih untuk cintamu yang tak bersyarat, tak terbatas dan cinta yang mungkin tak dapat ku balas..

1 comment:

Leave your comment here..^^