Welcome..!!!

Welcome To Gitche Yanti Malayani's Blog - Don't Forget to Comment And Share

Monday, November 17, 2014

Hujan Punya Cerita Tentang Kita

Hujan kali ini turun begitu deras. Mengingatkan aku pada kisah yang telah lama ku pendam bersama munculnya pelangi. Kisah yang sempat aku kubur bersama redanya sang badai. Hujan kala itu mengguyur kita tanpa memikirkan ingin kita. Tiap helai rambut panjangku di serangnya bertubi - tubi. Aku berantakan, dan hujan melepas riasan wajahku dan tampilkan aku apa adanya. Namun aku bahagia merasakan tatapan tulusmu. Dingin hujan menusuk sampai ke tulang, namun semua dapat di tepis oleh hangat genggamanmu.

Bukan. Ini bukan memori menyakitkan, hanya saja ini terlalu indah untuk aku kenang. Ketika hujan tak menghampiri bumi, kenangan itu tak pernah aku ingat. Namun hujan setitik saja bangkitkan semua ingatan ini. Tentang dirimu tentang aku tentang kita tentang waktu yang kita jalani bersama saat hujan.

Tiap tetesan hujan membentuk irama lagu cinta kita waktu itu. Begitu merdu di telingaku dan nyata di pikiranku. Cinta kita begitu indah dalam badai. Lembut belaimu dalam hujan buat aku tak ingin beranjak meninggalkan nya. Saat yang paling membahagiakan dalam hidupku adalah berada ditengah hujan hari dulu.

Hujan tak pernah seindah itu kecuali bersamamu. Hanya saja seiring redanya hujan, begitupun kau ikut menghilang. Dan teringat aku tentang ucapanmu, meski hujan bergemuruh namun suaramu jelas ditelingaku berkata : "Aku mencintaimu, selamanya aku akan disisimu..". Seketika hujan reda maka kata tinggallah kata. Aku sendiri menyambut mentari serta pelangi.

Yah, hujan ini tepat seperti kita saat itu. Dan aku masih sendiri, berharap keajaiban kau ada disampingku. Ku berteriak dalam hujan meski aku tau aku pasti terabaikan. Kemudian suasana hangat itu aku rasakan mengalir dari tanganku serta bisikan itu mengalun indah ditelinga ku : "Aku selalu disisimu, aku selalu mencintaimu. Tenanglah sayangku, aku tak akan biarkan kau sendiri sejak hari ini..."

Senyumku mengembang, ku peluk pria disampingku dan tak akan ku lepas lagi. Hujan punya cerita tentang kita.

Monday, November 10, 2014

Wahyu Agung Kuncoro

Gw pengen cerita tentang satu orang pria *yang sebenernya gw gak pernah kenalan*. 

 
Namanya Wahyu Agung Kuncoro. Dia seorang Disaster and Risk Management  (DRM) Manager di sebuah Non Government Organization (NGO) atau sebuah lembaga atau sebuah organisasi bernama Plan Indonesia. Sekedar info, gw pernah menulis sekilas acara yang di adakan oleh Plan Indonesia ini. Kalo belum pernah baca bisa klik di "Safe School" . Pertama gw liat dia yah, itu di acara yang di adain sama mereka. Dan yang terlintas dalam pikiran gw adalah "He looks so familiar for me.." . Dia terlihat masih muda dan yang paling gw salut adalah di masa kemudaannya ini dia mengabdikan dirinya dalam kegiatan pelayanan masyarakat.

Itu berarti kan dia memiliki jiwa sosial yang tinggi. Jarang loh bisa menemukan cowo dengan jiwa sosial tinggi kaya dia. Sayangnya udah beristri dan ada anaknya.. *hehehe* .  Berhubung gw gak pernah kenalan, jadi sebenernya gak banyak yang bisa gw tau dari dia. Tapi ketika kita bertemu dengan seseorang, ambil kepositifan dari orang itu. Gak usah mikirin soal yang jeleknya.

Nah, karna kemaren gw liat dia begitu excited banget ngejelasin soal "safe school", dan kalo gw nanya ama temen gw gimana di dikantor dan ngekepoin beberapa sumber gw yakin kalo dia bener-bener bisa jadi teladan dalam jiwa pelayanan sosial. Dan gw jadi pengen kaya dia, punya jiwa yang kaya gitu.

Oia, setelah pencarian yang begitu panjang, gw menemukan beberapa foto yang bisa gw share disini.. :) Ini diaaaaa :

Keliatan gak mas Wahyunya yang mana??


Ini kayanya lagi bagi-bagiin traktat.. hahahahaha

Ini dia foto bareng gw..


Ini sih, sempet2nya narsis pas ngasih bantuan dari Plan Indonesia..

Ini gw gak tau lagi dimana, soalnya gw gak ikutan... *yaiyalaahh*

Kalo yang ini mungkin dia pengen jadi bodyguard.. hehehe *peace*

Kalo gak salah ini, untuk campaign Because I'm A Girl...

Kalo yang ini, mungkin mereka mau yel-yel.. *hahahaha
Nah ini, sebenernya gak perlu caption.. Hahahahahha

Sunday, November 2, 2014

Diatas Awan

 

Aku berdiri di atas awan. Menatap bentangan tanah cokelat. Hamparan padang rumput hijau dibawah tampak megah dibatasi pantai yang bergradiasi hijau ke biru. Laut pun terlihat tenang dalam alirannya. Langit biru bercampur emas kemerahan memberi suasana hangat ditambah sentuhan lembut dari sang mentari. Aku memejamkan mataku, membenamkan diriku dalam segala keindahan lukisan Sang Pencipta. Indah, pemandangan terindah yang dapat aku nikmati.


Aku menyaksikan mentari kembali ke peraduannya. Dari atas sini semua terasa berlalu dengan tentram. Menyejukkan hati yang bergelora. Warna emas kemerahan sang langit perlahan memudar. Biru berganti dengan abu-abu kemudian berubah menjadi hitam. Mentari kini menghilang dalam sunyi, tanpa bersuara memerintahkan sang bulan menguasai langit. Dengan senyuman dia menghilang lalu digantikan oleh bintang.

Saat teristimewa yang bisa ku simpan dalam memoriku. Mataku merekam tiap detik peristiwa itu, masuk melalui saluran saraf kedalam kotak penyimpanan benda berharga dalam pikiranku. Lagu yang mengalun di telingaku, mengiringi aku melayang dari tempat aku berdiri. Menjauhi awan yang menjadi tumpuanku. Terbang mendekati bintang dan bulan yang kini berkuasa dalam malam. Terasa sangat menenangkan pikiran mereka yang sedang kalut. Ya, apapun yang kurasakan saat ini, hatiku tenang diatas sini.

Sesaat aku ingin berada disini selamanya. Menyaksikan tiap gerak dari sang bintang, mentari dan bulan. Berbincang dengan bulan, bercanda dengan bintang menceritakan apa yang pernah terjadi dibawah sana. Bercerita tentang dia yang ku simpan dalam hati, bercerita tentang mereka yang juga buatku tersenyum dam tenang dibawah sana. Menghabiskan malam bersama mereka dalam bahagia. Kemudian menyaksikan mentari kembali bersinar cerah dalam senyuman. Menikmati sinarnya  yang berwarna emas kemerahan serta bergantinya langit gelap menjadi terang. Aku sangat menginginkannya.

Namun seketika aku tersadar, ada mereka yang butuhkan aku dibawah sana. Ada mereka yang menantikanku dan senyumku. Aku memang inginkan mentari, bulan dan bintang tapi mereka jauh lebih butuhkan aku. Senyuman mereka jauh lebih berharga dari senyuman mentari. Canda mereka jauh lebih menarik dari canda bintang. Dan mereka adalah yang utama untukku. Maka aku kembali ke bawah dan menemukan mereka yang menjadi bahagiaku.