Welcome..!!!

Welcome To Gitche Yanti Malayani's Blog - Don't Forget to Comment And Share

Thursday, September 18, 2014

Ego Musuh Besar Cinta

Theme : David Aritonang
Written by : Gie.Onley 


Sadarkah dirimu tentang aku? Baiklah, mari aku ingatkan lagi tentangku. Ketika hanya aku yang ada diantara kalian, bukankah semua tampak sempurna. Hatimu selalu berbunga-bunga?  Hatimu terasa indah dan senyuman selalu menghiasi wajahmu. Aku pemberi kebahagiaan dalam hati kalian. Bukan aku sombong tapi percayalah aku membuat kebahagiaan di antara kalian. Ah, aku ingat! Ada satu yang tak sejalan denganku. Dan kadang dia bisa lebih kuat dariku. Dia lebih ganas jika kalian tak menjagaku. Seringkali aku tersingkirkan ketika kalian lebih memilihnya daripada aku. Kemudian ketika itu terjadi, aku hanya mampu menatap perih.

Dulu aku pernah ada diantara dua orang insan yang sedang jatuh hati. Awalnya ketika hanya aku yang ada diantara mereka, semua baik-baik saja. Tiada hari dimana air mata menghiasi sudut mata insan tersebut. Tiada hari tanpa hati yang berbunga. Tak pernah langit terasa kelam dan siang tak pernah terasa menyengat. Hingga suatu hari, dia yang tak sejalan denganku mulai mencari sebuah celah diantara mereka. Aku berusaha untuk tidak memberi celah, namun ternyata bukan aku yang tak mampu, merekalah yang memberi celah untuk dia

Meski sedikit, namun itulah mulanya. Celah itu mulai membesar, dan akhirnya merusak dinding pertahananku. Aku mulai retak dan rapuh, hingga akhirnya aku terbelah karna tak sanggup menahan dorongan paksa dari dia yang tak sejalan denganku. Aku masih ingin bertahan disana dan mencoba bertumbuh agar celah itu dapat tertutupi, namun dia telah mengakar dicelah itu yang mengakibatkan aku tak dapat bertumbuh disitu. Aku bersikeras untuk tetap menghalanginya sembari mengingatkan mereka apa yang sedang terjadi. Apa daya, aku mulai lemah dan suaraku menjadi samar sampai kemudian tak terdengar lagi.

Tibalah waktu yang tak aku inginkan, saat yang selalu aku takutkan. Saat dimana aku hancur seutuhnya, dan dia bertambah tegap berdiri. Saat dimana aku harus pergi dan tak mungkin kembali karna aku terlalu lemah melawan dia. Saat dimana aku tak diperdulikan lagi oleh mereka. Saat dimana aku hanya mampu menunduk, meratapi yang terjadi. Sakit, hancur berkeping tak tersisa menjadi puing-puing tak bermakna. Menjadi serpihan yang akan hilang oleh angin dan tak pernah di ingat.

Seperti yang telah aku perkirakan, mereka tak lagi dapat bersama karna dia. Mereka tak lagi menikmati malam berbintang dan siang teduh. Mereka tak lagi tersenyum bahkan tertawa bersama. Bunga tak lagi bermekaran di hati mereka karna dia. Harusnya mereka tak membiarkan dia ada disana. Mestinya cukup aku yang mereka jaga, bukan dia yang mereka pelihara.

Dia adalah ego, ketika mereka membiarkan ego bertumbuh, aku - cinta tak akan dapat bertahan lebih lama. Ketika kalian memberi celah untuk ego dia akan menggerogoti semua tembok pertahananku. Ketika dia menjadi kuat dan berakar, maka aku menjadi tak berdaya. Semua ada pada kalian, mempertahankanku atau memberi ego bertumbuh. Ego tak pernah sejalan denganku, dia adalah musuh besarku, jadi aku tak akan pernah tumbuh bersama dengannya. Pilihan ada pada kalian, memilih membiarkan ego bertumbuh atau tetap pertahankan aku sebagai tameng kalian.

No comments:

Post a Comment

Leave your comment here..^^