Welcome..!!!

Welcome To Gitche Yanti Malayani's Blog - Don't Forget to Comment And Share

Sunday, August 31, 2014

Jangan Tinggalkan Aku

Sinar emas mentari sore ini mengiringi langkahku pulang. Sembari dia kembali ke peraduan , begitu juga aku kembali ketempat naunganku. Hangat sinarnya selimuti hatiku dalam kepergiannya, seolah tak ingin biarkan air mataku menetes karna perpisahan ini.

Kenapa harus ada pertemuan jika ujungnya akan terpisah. Kenapa biarkan ku jatuh terlalu dalam jika memang aku harus kembali ke permukaan. Menyedihkan ketika hanya bisa menatap punggungmu, melihatmu hilang dari jarak pandangku. Malam mulai menyelimuti kalbu dan kini hati terasa pilu.

Aku meratapi langit hari itu. Entah siapa yang akan ku salahkan. Tapi aku mulai menggerutu dalam batin. Aku ingin marah entah pada siapa. Aku mau menyalahkan mengapa mempertemukan kami jika waktu kami hanya sesingkat ini? Aku berteriak dalam batin namun tak satupun dengarkan aku. Menyedihkan sekali kisah yang aku jalani ini. Melihat orang lain tertawa bahagia dengan setengah jiwanya yang lain dan aku hanya bisa menangisi dia yang harus terpisahkan dariku.

Aku tak izinkan kau pergi dariku. Jangan biarkan aku hidup tanpamu. Jangan biarkan aku sendiri tanpamu.

Saturday, August 30, 2014

Aku Tak Ingin Sendiri

Dari atas sini aku dapat memandang semua yang aku impikan. Kerlipan cahaya dalam buasnya malam. Butiran cahaya kecil namun mampun taklukkan kelamnya malam ini. Pikiranku merawang jauh ke cahaya kecil dibawah sana. Hatiku kembali kelabu. Cahaya itu sendiri diantara kegelapan. Tampaknya dia tak memiliki siapapun di dekatnya. Dia kesepian dalam pekatnya malam ini. Hatiku iba memandang kesendiriannya. Namun aku tak dapat berbuat apapun dari atas ini.

Pandanganku teralih ke sebuah cahaya besar diantara remang-remang cahaya disekitarnya. Dia memang dikelilingi banyak sekali cahaya. Dia memang tidak sendiri. Namun apakah dia bahagia? Diantara cahaya kecil yang lain, dia terlalu egois. Dia tidak berbagi dengan sekitarnya. Atau mungkin saja dia tanpa sengaja telah berbagi itu sebabnya cahaya disekitarnya tak perlu bekerja keras memberikan cahaya yang lebih besar lagi. Benarkah dia bahagia dibawah sana?

Mataku tertuju pada kumpulan cahaya warna-warni di ujung sana. Mereka terlihat indah. Terlihat sungguh serasi dan bahagia. Aku iri pada mereka yang nampak begitu sempurna. Tapi setelah aku perhatikan, dugaanku salah. Dia tak benar-benar bersama yang lain. Dia sendiri namun memiliki banyak pantulan indah. Ya, dia tak benar-benar bahagia. Itu hanya ilusi semata.

Aku merebahkan kepalaku, memandangi diriku. Tak ada yang benar-benar bahagia dibawah sana. Aku perih mengingat kembali masa laluku. Tak begitu bahagia. Tak ada yang dapat ku banggakan dari diriku. Aku cahaya besar diantara cahaya kecil yang lain, namun aku juga sangat kesepian dalam kelamnya malam. Aku berusaha menutupi semua dengan topeng yang dapat memberikan pantulan cahaya indah ke sekeliling. Aku sepi sendiri tanpa siapapun. 

Aku butuh teman. Aku butuh mereka yang memahami ku. Aku butuh mereka yang mau menerimakudan semua tentang aku. Aku tak ingin sendiri. Aku tak ingin sepi.


Friday, August 29, 2014

Berakhir sebelum Memulai

Berakhir? Haruskah cerita ini berakhir sampai disini? Tak sempat terpikirkan olehku, lembaran kisah kita tak memiliki akhir yang bahagia. Aku tertegun menatapi tiap pesan yang kau kirimkan padaku. Tiap pesan ini membuatku gundah, bilakah aku harus perjuangkanmu atau tidak. Sikapku tak pernah menyenangkanmu. Tingkahku selalu salah dimatamu. Jika aku tak berlaku seperti harapmu kau tak segan membuatku merasa bersalah. Jadi haruskah aku perjuangkanmu atau tidak?

Padahal kisah kita belum dimulai, tapi kau sudah memberikan akhir perjalannya. Bagaimana mungkin aku berjuang kala kau telah menyerah? Tak ada gunanya jika hanya aku yang berjuang. Lalu aku hanya terdiam dalam sunyi meratapi kisah yang belum pernah aku tapaki. Kisah yang ku rencanakan bahagia namun hancur tak bersisa dalam kekecewaan.

Salahku yang tak pahami sikapmu. Salahku yang tak menaruh aku di posisimu. Tapi pernahkan kau sejenak coba mengerti aku? Pelajari sifatku dan terima sisi burukku? Aku tak pernah sempurna. Aku tak janjikan aku selalu berdiri kokoh, aku mungkin akan jatuh. Dan harapku kau akan disana menopangku, Memapahku untuk berdiri kembali. Hanya saja kita tak sejalan. Pikiran kita tak menyatu. Kita berbeda keyakinan tentang itu.

Maaf aku yang terlalu berharap padamu. Maaf aku tak sesuai inginmu. Maaf aku tak bisa jadi seperti yang kau impikan. Aku yang salah, tak mau mengerti maumu. Aku yang salah tak memahami jalan pikirianmu. Salahku yang terlalu berharap banyak darimu. Aku akan pergi dari hidupmu, aku tak akan menyusahkan dirimu lagi.

Wednesday, August 27, 2014

Katakan : "aku merindukanmu.."

Bisakah katakan "aku merindukanmu" ganti "mengapa menjauh"?  Apa sulitnya berkata rindu jika hati memang begitu? Mungkinkah bibir tak pernah sejalan dengan hati dan pikiran? Aku bukan menjauh, hanya saja aku ingin kau merindukan ku.
Aku ingin mengerti bagaimana pengaruh diriku dalam hidupmu. Itu saja. Sesuatu yang tak pernah kutemukan jawabnya dalam gerakmu.

Apa makna kehadiranku untukmu? Jika dihatimu memang aku mengapa tak kau utarakan? Biarkan saja bibir ber ucap apa yang hati ingin sampaikan. Jangan belenggu suaramu dalam kesunyian. Aku bukanlah malaikat pembaca pikiran yang dapat mendengar batinmu. Bisakah aku minta satu hal padamu? Jika kau rindu katakan saja padaku. Maka aku akan berlari secepat mungkin menghampirimu. Dan bolehkah aku memberitahumu ketika aku merindukanmu?

Aku selalu menunggu rindumu padaku. Perasaan yang begitu indah ketika kau berkata kau merindukanku. Aku pergi sejenak agar kau merindukanku, namun bukan rindu yang aku dapat. Kegelisahan tentang nyatanya aku tak berarti untukmu. Jangankan merindu ku, sekedar mengkhawatirku pun tidak. Aku berharap kau mencariku, namun harapku sia-sia.

Mengapa tak katakan rindu jika memang rindu? Mengapa terlalu sulit berkata suka jika itu nyata. Katakan kau kehilanganku jika aku tak terlihat. Katakan kau mencariku jika aku tak ada dihadapanmu. Katakan kau ingin bersama jika aku terlihat menjauh. Katakan kau cemburu ketika aku melihat pada yang lain. Katakan kau kecewa jika aku tak sesuai harapmu. Tak ada yang aku mengerti dalam diam sikapmu.

Berilah kesempatan pada bibir berucap tentang hati. Hanya itu yang aku tunggu darimu, arti diriku untukmu. Seberapa penting makna kehadiranku untukmu. Seberapa penting aku di hidupmu.

Katakan "Aku merindukanmu" jika memang ada rindu dalam hatimu.

Monday, August 25, 2014

Aku Jatuh [tanpa] Cinta

Aku pernah jatuh cinta pada seseorang yang telah lama ku kenal. Tapi aku tak pernah tau apa dia juga jatuh cinta padaku. Aku tak pernah bisa mengerti jalan pikirannya. Terkadang dia seolah yang paling menyukaiku, namun kadang juga dia seperti tak menaruh sedikitpun rasa padaku. Lalu aku harus seperti apa?

Aku berusaha mengikuti geraknya, namun aku terlalu lambat untuk memahami arahnya. Aku meyakinkan hatiku bahwa rasa kami sama, namun sikapnya buatku bimbang kembali. Aku berusaha tak berpikir terlalu jauh, namun kembali dia melarikan diri dariku. Lalu aku harus seperti apa?

Apa cinta ini hanya aku yang rasa? Lalu mengapa dia membuatku merasa sempurna disampingnya? Apa aku terlalu berharap? Namun mengapa dia seolah memberi harapan? Apa mungkin aku salah mengartikannya? Dan mengapa dia tak meluruskan salahku? Lalu aku harus bagaimana?

Apa arti diriku untuknya? Mungkin saja aku tak pernah berarti. Dia yang terlalu berarti untukku. Aku bahkan tak pernah memiliki tempat dihatinya. Mungkin aku hanya terlalu banyak bermimpi. Mungkin semua hanya anganku. Dan khayal ini terlalu indah untuk aku tepis.

Jika memang aku memiliki arti untuknya, mengapa dia biarkan aku ber tanya-tanya. Jika memang aku adalah penghuni hatinya, mengapa dia membuatku ragu? Mohon bantu aku tepiskan raguku. Berikan jawaban atas semua tanyaku. Perasaan ini terlalu menyita waktuku.

Aku pinta padamu, jangan biarkan aku jatuh tanpa cinta. Seandainya memang tak pernah ada cinta, jangan izinkan aku jatuh di depanmu. Perasaan jatuh tanpa cinta begitu menyiksa asa dan jiwaku. Jangan biarkan aku meragukan dirimu.

Wednesday, August 20, 2014

Gadget

Gadget mendekatkan yang jauh namun menjauhkan yang dekat. Have your ever feel it? Aku bisa berjam-jam chatting dengannya namun tak pernah bisa lama menghabiskan waktu bersama? Ketika kami tak bertemu gadget yang mempersatukan kami. Banyak hal yang dapat kami bicarakan. Namun mengapa justru ketika kami bertemu semua topik seolah menjenuhkan.

Apalah arti sebuah gadget jika menghilangkan kemesraan kita..? Aku Menyukai gadget ku, tapi aku lebih menyukaimu. Aku senang bisa berkomunikasi denganmu, tapi aku lebih bahagia bila sembari menatapmu. Aku bukan tak berterimakasih pada gadget mendekatkan kita kala jauh, namun aku tak dapat menutupi kecewaku bila dia menjauhkan kala kita dekat.

Aku memiliki banyak memory dengan sang gadget, tapi aku lebih berharap menambah lebih banyak lagi kenangan bersamamu. Meski dia dapat menyimpan kenangan kita, namun dia tak dapat mengabadikan perasaan hatiku tentang kenangan kita. Jika takdir memaksaku memilih antara kau dan gadget, tanpa berpikir panjang hatiku telah memilihmu.

Meski aku dapat bercerita pada gadget namun dia tak pernah benar-benar mendengarku. Dia tak pernah benar-benar memahamiku. Dia tak pernah dapat menguatkan aku. Dia hanyalah sebuah benda mati berlayar dengan cahaya yang seolah tampak hidup. 

Gadget tak akan pernah dapat menggantikan dirimu. Meski dia dapat mendekatkan kita, percayalah kau tak akan pernah tergantikan olehnya. Perasaanku dapat berubah terhadap gadget, namun perasaanku padamu akan untuk selamanya. Aku membutuhkan gadget, namun aku lebih membutuhkan dirimu disampingku.  Semenarik apapun gadget yang akan bermunculan namun dimataku tetaplah kau yang paling menarik.

Percayalah, dirimu tak akan pernah dapat dibandingkan dengan sebuah gadget. Karna kau jauh lebih berharga dimataku. Kau tak akan ku tukar dengan gadget apapun.


Big Promise,


Gie

Monday, August 18, 2014

Yang Aku Harap Darimu

Teruntuk Dia yang merasakan rasa yang denganku,

Aku harap aku akan memiliki pria yang sempurna, yang sempurna di mataku. Dan aku haruslah menjadi orang yang sempurna juga dimatanya. Aku harap dia menerimaku seperti aku menerima dia. Aku harap dia mencintaiku seperti aku mencintainya. Aku harap dia selalu mendukungku dalam setiap hal positifku seperti aku mendukung dia. Aku harap dia selalu bangga akan kelebihanku seperti aku membanggakan dia pada orang lain. Aku harap dia tidak menjatuhkan ku di hadapan orang lain dan aku pun tak akan menurunkan harga dirinya dihadapan orang lain.

Aku harap dia selalu menguatkan asaku seperti aku menyemangatinya selalu. Aku harap dia membuatku tersenyum seperti aku yang tak akan membiarkan air matanya menetes. Aku harap dia akan selalu menemukan kebaikan dalam diriku seperti aku tak pernah memikirkan keburukannya. Aku harap dia akan selalu mengajakku berdiri ketika aku jatuh seperti aku yang tak akan membiarkannya terpuruk. Aku harap dia akan tetap memujiku seperti aku akan selalu memujinya.

Aku ingin kecupan hangat di setiap tidur dan bangunku. Aku ingin sekuntum bunga di setiap hari kasih sayang. Aku ingin sebuah kado kecil di setiap ulang tahunku. Aku ingin sentuhan penyemangat di tiap pagi ku. Aku ingin genggaman penenang di setiap malamku. Aku ingin senyuman manis di sela-sela sibukku. Aku ingin canda kecil di setiap risauku. Aku ingin tawa yang tulus untuk tiap tingkahku. Aku ingin tatapan penuh cinta di tiap hariku.

Aku ingin kau jadi alasanku ketika berdiri tegap. Aku ingin kau jadi alasanku ketika aku selalu bersyukur jalani hari. Aku ingin kau jadi alasanku ketika aku tetap tersenyum dalam badai. Aku ingin kau jadi alasanku ketika aku tertawa. Aku ingin kau jadi alasanku ketika aku menang melawan masalah. Aku ingin kau jadi alasanku ketika orang bertanya tentang bahagiaku. Dan aku tak ingin kau menjadi alasanku ketika aku jatuh dan terpuruk.

Yang aku harap darimu kau akan selalu disisiku lalui hidup bersama, jalani hari bersama dan bahagia bersama.

Big Hope,


Gie

Friday, August 15, 2014

- Putus Cinta Berjuta Rasanya -

Aku kira cinta kita adalah yang terakhir, namun cinta kita kini tlah berakhir. Aku kira cinta kita untuk selamanya, namun selamanya tak berpihak pada kita. Aku kira kau adalah malaikat penjaga hati yang dikirim Tuhan, namun malaikat itu meninggalkanku. Apa mungkin Tuhan salah mengirim? Tapi Tuhan tak pernah salah. Mungkin kita yang salah, atau mereka itu yang salah. Tak pernah merasakan indahnya jatuh cinta. Hingga mereka tega biarkan kita jatuh tanpa cinta.


Aku kira kau akan jadi alasanku untuk berdiri dipelaminan, namun kini alasan itu hanya sebuah mimpi. Aku tak pernah percaya cinta yang ku rajut sejak dulu terbakar habis. Aku belajar berdiri bersamamu. Aku belajar tersenyum denganmu. Aku belajar untuk bangkit darimu. Kau lah yang membuatku berdiri tegap sekarang, namun itu tak sekokoh yang kau harapkan. Aku masih rapuh jika kau tinggalkan aku saat ini.


Sulit untuk aku terima bahwa kita tak bisa bersama lagi. Terlalu sakit yang kurasa ketika sang penjaga hati pergi tanpa jejak. Perasaan yang ku bina perlahan pecah berkeping tanpa bekas. Sakit, itulah yang ku rasa. Namun sakit ini menular ke jutaan sel dalam darahku, kejutaan sel otakku, bahkan ke jutaan sel dalam tulangku. Sakit ini mempengaruhi semua hari dan malamku. Tak ada lagi sinar mentari, tak ada lagi hangat cahaya bulan. Tak ada lagi indah gemerlap bintang. Langit kembali kelabu juga bunga terikut layu.

Kau pernah rasakan yang kurasa? Hancur perlahan dalam dinginnya cinta. Tak punya asa tuk bangkit. Aku kecewa, tapi entah pada siapa dan entah karna apa. Aku tak kuasa bangkit. Aku terlalu lemah untuk memandang hari esok. Aku tak mampu menyambut mentari lagi. Karna hanya kau lah asaku. Hanya kaulah yang menjadi alasanku untuk tetap tegap melawan angin dan badai. Dan ketika kau telah pergi dari hidupku, maka aku tak miliki semua itu lagi.

Putus cinta yang kurasa begitu menyakitkan. Sempat aku bahagia karna  menganggap kau adalah jawaban doaku, tapi ternyata kini kau pergi seolah aku salah tentang doaku. Nyatanya bukan hanya jatuh cinta yang memiliki banyak rasa, namun putus cintapun buatku icipi jutaan rasa lainnya.

Terinspirasi oleh temanku yang sedang putus cinta.

Thursday, August 14, 2014

"Sibuk, Kembalikan Dia Padaku.."

Sibuk. Kata yang paling sering ku benci. Kata yang sering aku dengar. Kata yang selalu membuat wajahku mendung. Kata yang sering melenyapkan mentari dalam mataku. Aku benci ketika dia berkata sibuk. Aku benci ketika dia sibuk dengan kertas - kertas tak bernyawa dan aku terlupakan. Aku tak bisa terbiasa dengan dia yang sibuk bersama monitor kotak menyebalkan.

Mengapa sibuk lebih sering menemaninya dibanding aku? Mengapa aku bersaing dengan sibuk untuk bersamanya. Mengapa sibuk mencuri dia dariku? Apa salahku terhadap sibuk? Aku hanya ingin menghabiskan waktu bersamanya. Aku hanya ingin membicarakan tentang hidup dengannya. Aku ingin tersenyum bersamanya. Tapi sibuk merebut dia dariku, merebut senyumku, merebut semua kebahagiaanku.

Sibuk selalu memisahkanku darinya. Sibuk tak pernah perduli pada perasaanku juga hatiku. Kesenanganku dengannya selalu dapat dengan mudah di tepis oleh sibuk. Bisakah dia coba tuk mengerti inginku? Memahami jadi aku, bagaimana rasanya dipisahkan dari orang yang selalu aku rindukan.

Tak pernah tatapan sinis ini lepas dari sibuk. Aku selalu menatapnya tajam. Andai sibuk bisa aku lenyapkan, tapi dia selalu hadir dan tak bisa di hapus. Bagaimana caranya agar aku tak kalah dari nya. Bagaimana caranya mengambilmu kembali dari dia.

Sibuk, aku mohon padamu kembalikan dia padaku. Jangan tarik dia dariku. Izinkan kami bersama lagi. Biarkan aku habiskan hari dengannya. Hanya ini pintaku. Jangan ambil dia dariku.

Ajari Aku

Kita sering bersama jalani hari. Lalui waktu tanpa pedulikan mentari. Tawa canda iringi bibir berucap. Aku senang, habiskan siang denganmu. Hatiku berbunga lewati malam bersamamu. Pikiranku hanya untukmu kala aku dihadapanmu. Di otakku hanya ada dirimu. Tak pernah aku berharap untuk tak membayangkanmu. Bahagiaku adalah kamu. Senyumku adalah kamu.

Namun seketika semua senyumku nyaris lenyap. Seketika kau meragukanku atas apa yang aku tak mengerti. Tiba-tiba aku mengecewakanmu tanpa aku sadari. Aku tak mengerti apa yang telah aku lakukan. Dan aku tak tau apa yang akan aku lakukan. Apa yang terjadi? Aku yang tak pernah berpikir mengecewakanmu namun kini kau merasa ku kecewakan?
Kau bilang kau ragu padaku. Kau bilang kau kecewa padaku. Mengapa kau ragu ketika aku ada disampingmu? Mengapa kau kecewa ketika aku masih membuatmu tersenyum? Apa yang sebenernya kau ragukan dariku? Apa yang sebenarnya membuatmu kecewa?

Aku tak punya cara untuk menghilangkan keraguanmu. Aku tak punya obat hilangkan kecewamu. Jujurlah padaku, apa yang terjadi. Ajari aku bagaimana menepiskan semua kegelisahan ini. Aku tersenyum namun hatiku gundah terngiang - ngiang ucapanmu.

Ajari aku tuk yakinkan hatimu. Ajari aku tuk lepaskan keraguanmu..


Friday, August 8, 2014

Terimakasih Mantan :)

"Terimakasih kalian, barisan para mantan dan semua yang pergi tanpa sempat aku miliki..."

Mantan seseorang yang pernah punya kenangan manis dalam hati. Sampai kapanpun kenangan itu akan tetap tersimpan. Meski hal buruk pun pernah terjadi, namun yang akan selalu aku kenang adalah hal manis tentangmu. Bukan untuk aku rindukan tapi untuk sebuah ingatan tentang masa lalu. Aku tak menyesal pernah merangkai kisah manis denganmu. Karna itu kini menjadi lembaran pembuka untuk kisah cintaku yang terakhir.


Mantan, aku pernah mencintaimu sepenuh hatiku sampai ketika waktu mengakhiri cerita kita. Bukan aku tak pernah serius, ketika kita bersama aku melalui semua dengan hati tulus.

Aku pernah disakiti dan juga tersakiti oleh mantan, namun percayalah hal itu tak pernah aku ingat lagi. Setiap pengalaman bersama mantan mengajarkan ku untuk menemukan orang yang seperti apa yang tepat untukku. Mantan menunjukkan pria seperti apa yang harus ku pilih. Tiap langkahku bersama mantan, ajarkanku jalan mana yang harus ku lalui dengan pendamping hidupku nanti.


Mantan berikan aku hal yang bisa buat aku lebih baik lagi. Kisah bersama mantan bantu aku untuk merajut kisahku di masa depan bersama sang malaikat penjaga hati. Mantan mendidikku untuk tidak jatuh dikesalahan yang sama. Mantan memberitahuku agar tak mengulangi hal yang membuatku risau dan tak bahagia.

Mantan bukanlah musuhku. Mantan bukan seseorang yang harus ku jauhi, karna merekalah yang mengajarkan banyak hal padaku. Mereka juga banyak memberiku pengalaman untuk ku gunakan di masa depanku.

Berterimakasihlah pada mantan, ketika hati telah menemukan orang yang tepat disampingmu sekarang. Terimakasih Mantan.. :)

* Nasehat Perkawinan *

Copas dari FB (Family Guide)


1. KETIKA AKAN MENIKAH. Janganlah mencari
isteri, tapi carilah ibu bagi anak-anak kita.
Janganlah mencari suami, tapi carilah ayah bagi
anak-anak kita


2. KETIKA MELAMAR. Anda bukan sedang
meminta kepada orang tua/wali si gadis, tetapi
meminta kepada Allah melalui orang tua/wali si
gadis

3. KETIKA AKAD NIKAH. Anda berdua bukan
menikah di hadapan penghulu, tetapi menikah
di hadapan Allah

4. KETIKA RESEPSI PERNIKAHAN. Catat dan hitung
semua tamu yang datang untuk mendoakan
anda, karena anda harus berfikir untuk
mengundang mereka semua dan meminta maaf
apabila anda berfikir untuk BERCERAI karena
menyia-nyiakan doa mereka

5. SEJAK MALAM PERTAMA. Bersyukur dan
bersabarlah. Anda adalah sepasang anak
manusia dan bukan sepasang malaikat

6. SELAMA MENEMPUH HIDUP BERKELUARGA.
Sadarilah bahwa jalan yang akan dilalui tidak
melalui jalan bertabur bunga, tapi juga semak
belukar yang penuh onak dan duri

7. KETIKA BIDUK RUMAH TANGGA OLENG. Jangan
saling berlepas tangan, tapi sebaliknya justru
semakin erat berpegang tangan

8. KETIKA BELUM MEMILIKI ANAK. Cintailah isteri
atau suami anda 100%

9. KETIKA TELAH MEMILIKI ANAK. Jangan bagi
cinta anda kepada (suami) isteri dan anak anda,
tetapi cintailah isteri atau suami anda 100% dan
cintai anak-anak anda masing-masing 100%.

10. KETIKA EKONOMI KELUARGA BELUM
MEMBAIK.
Yakinlah bahwa pintu rizki akan
terbuka lebar berbanding lurus dengan tingkat
ketaatan suami & isteri

11. KETIKA EKONOMI MEMBAIK. Jangan lupa
akan jasa pasangan hidup yang setia
mendampingi kita semasa menderita

12. KETIKA MENDIDIK ANAK. Jadilah teladan yang
baik bagi anak-anak dalam kehidupan rumah
tangga

13. KETIKA ANDA ADALAH SUAMI. Boleh
bermanja-manja kepada isteri tetapi jangan lupa
untuk bangkit secara bertanggung jawab apabila
isteri membutuhkan pertolongan Anda

14. KETIKA ANDA ADALAH ISTERI. Tetaplah
berjalan dengan gemulai dan lemah lembut,
tetapi selalu berhasil menyelesaikan semua
pekerjaan.Orang tua yang baik adalah orang tua
yang tidak pernah marah kepada anak, karena
orang tua yang baik adalah orang tua yang jujur
kepada anak

15. KETIKA ANAK BERMASALAH. Yakinilah bahwa
tidak ada seorang anakpun yang tidak mau
bekerjasama dengan orangtua, yang ada adalah
anak yang merasa tidak didengar oleh orang
tuanya.

16. KETIKA ADA PIL. Jangan diminum, cukuplah
suami sebagai obat.

17. KETIKA ADA WIL. Jangan dituruti, cukuplah
isteri sebagai pelabuhan hati.

19. KETIKA INGIN LANGGENG DAN HARMONIS
Gunakanlah formula 7 K: Ketaqwaa, Kasihsayang, Kesetiaan, Komunikasi, Keterbukaan, Kejujuran dan Kesabaran.

Wednesday, August 6, 2014

"Indahnya PDKT ", Katanya...


Siapa yang belum pernah mengalami momen PENDEKATAN ? (dan mulai skarang kita akan menyebutnya sebagai PDKT). Waktu itu gw lagi bbm-an ama seseorang yang gak perlu disebut namanya, dan di tengah-tengah pembicaraan kami dia membalas dengan satu kalimat singkat namun pasti dan jelas menyerempet keadaan. "Indahnya PDKT.." , katanya. Tulisan dibawah ini terinspirasi dari dia. Gw yakin dia pasti sadar siapa yang gw maksud disini.

 Indahnya pdkt...

Aku jatuh cinta. Bukan pada pandangan pertama. Tatapan ini adalah yang kesekian kalinya, namun getaran itu baru aku rasakan sekarang. Aku tersenyum pada mentari pagi meski dia tak memperhatikanku. Aku menatap jauh pada langit meski dia tak akan sadar itu. Getaran ini membuat hatiku sehangat mentari yang menyibakkan malam saat aku bersamanya. Getaran ini juga menjadikan hatiku sebiru langit tiap kali disampingnya. "Indahnya pdkt", Katanya..

Mengapa hari terasa begitu cepat saat aku di dekatnya? Mengapa malam terasa begitu panjang kala dia jauh dariku. Andai waktu dapat membuat kami selalu bersama. Aku ingin tiap detik yang kulalui adalah dengannya. Aku ingin dia menjadi orang yang aku lihat ketika aku membuka mataku pagi hari. Aku ingin dia menjadi orang terakhir yang aku temui sebelum akhirnya kami bertemu di dunia mimpi. 

Aku yang selalu menemukan alasan untuk bersamanya. Aku yang selalu menemukan hal untuk dapat menemuinya. Aku yang selalu berharap agar takdir mempertemukan kami. Aku yang selalu punya tempat untuk kami kunjungi. Ah, aku selalu memiliki cara untuk itu. Aku selalu berdoa agar pertemuan kami menjadi kebetulan yang terencana. 

Otakku kini selalu dipenuhi bayang - bayang dirinya. Bibirku tak dapat menahan cerita tentangnya. Tanganku selalu menulis hal tentang dia. Dalam mataku hanya dia yang terlihat begitu jelas. Semua hal dalam diriku adalah tentang dia. "Indahnya pdkt", Katanya...

Namun itu semua tentang aku bukan tentang kami. Lalu apa yang indah jika memang semua hanya aku tanpa kami. Apa yang indah jika hanya ada aku dan dia. Apa yang indah jika hanya aku yang berharap bukan kami. Apa yang indah jika hanya aku yang berdoa bukan kami. Apa yang indah dari pdkt jika hanya aku yang merasa bukan kami.

"Indahnya PDKT ", Katanya.....

Tuesday, August 5, 2014

Apa yang Kau Harap dari ku?

Apa yang sebenarnya kau harap dariku? Apa sebenarnya yang kau ingin dariku? Mengapa aku tak dapat mengerti tingkah lakumu? Gerak gerikmu terlalu sulit untuk aku mengerti. Sesaat kau panas, namun kemudian kau membeku. Kadang kau mengajak ku terbang, lalu kemudian melepaskanku ke bawah..

Apa yang sebenarnya kau mau dariku? Jika memang aku bukan yang pantas memilikimu, aku mohon biarkan aku pergi. Lepaskan ikatanmu dariku jika memang kau tak berniat selamanya. Aku lelah berjalan di sampingmu. Mengikuti arah mu yang tak menentu. Aku berusaha menyesuaikan mu namun kau seolah tak peduli.

Aku tersenyum namun hatiku perih. Aku tak pernah peduli cibiran orang lain tentang ku. Hanya kali ini aku mohon padamu, buktikan bahwa mereka salah. Tunjukkan pada mereka bahwa kau memang memilihku.

Aku mau bertahan bersamamu jika kau meminta. Aku mau selalu di dekatmu jika kau tak keberatan. Aku akan jadi malaikat penjaga hatimu bila saja kau mengizinkan. Aku bisa menjadi kebanggaanmu ketika kau relakan aku mengisi hatimu.

Hanya saja aku pinta darimu, jangan biarkan aku menerka pemikiranmu. Jangan biarkan aku bertanya-tanya tentang sikapmu. Jangan biarkan perkataan orang merasuki batinku hingga aku meragukanmu. Jika memang aku adalah dia yang kau harap, maka biarlah aku tau itu. Namun jika dia bukan aku, maka izinkan aku pergi menemui orang yang menginginkanku ada di sampingnya.

Friday, August 1, 2014

- Kembali Ke IbuKota -

Usai sudah kebahagiaanku. Usai sudah kesenanganku. Usai sudah tawa candaku. Tak ada lagi disapa mentari beserta kicauan merdu burung - burung di dahan pohon. Karna sekarang aku lah yang akan mendahuli mentari. Masa - masa indahku akan berlalu. Waktu senggangku bersama malaikat penjaga hati akan segera di isi oleh hiruk pikuk Ibukota. Dan pikiranku akan penuhi oleh sibuknya Ibukota.

Aku membenamkan diriku dalam memori penuh tawa bersama sang penjaga hati. Ah.. aku tak ingin ini segera berakhir, ucapku dalam batin. Aku masih ingin bersama dia yang selalu memberiku alasan untuk tersenyum. Aku tak ingin waktu menggantikan dia yang dihadapanku menjadi setumpuk kertas tak bernyawa.

Kembali ke Ibukota, menjadi kalimat yang tak ingin aku dengar. Terbesit hal - hal yang akan aku lakukan di sana, dan berkali - kali helaan nafas terdengar dari bibirku. Liburan telah berakhir. Aku tak lagi dapat bersama dia sepanjang hari. Begitu pula dia sang penjaga hati, kini akan kembali pada penghuni pikirannya di Ibukota. Aku bukan lagi menjadi hal utama dalam benaknya.

Aku sungguh tak ingin semua ini berlalu. Waktu berlari terlalu cepat. Mentari selalu terburu-buru untuk kembali ke peraduannya. Bahkan bulan tak pernah dapat menahan malam lebih lama untuk beberapa jam saja. Aku pun tak enak menahan dia lebih lama di sisiku. Andai waktu dapat berjalan lebih pelan lagi, akan ku tambah memori manis tentang kami. Tapi "andai" hanyalah untuk mereka yang tak mampu berdiri sendiri. Hanya untuk mereka yang hidup penyesalan. Jadi aku tak ingin berandai karna aku tak ingin menyesali semua yang telah terjadi.

Ibukota tunggu aku kembali. Harusnya ini bukan akhir, tapi ini adalah awal sebuah buku antara aku, malaikat penjaga hati dan Ibukota. Another story to write. Aku tetap akan melangkah maju, dan membuat cerita baru tiap hari tentang kembali ke Ibukota. Liburan telah berakhir, tapi aku akan siap untuk Kembali Ke Ibukota!!