Welcome..!!!

Welcome To Gitche Yanti Malayani's Blog - Don't Forget to Comment And Share

Thursday, July 31, 2014

"..Nggak Tau.."

Mungkin aku terlalu polos sebagai orang dewasa. Bisa jadi aku terlalu bodoh untukmu. Karna keputusan yang telah ku ambil tak sesuai harapanmu. Aku ragu terhadap masa depan kita. Apa kita bisa menjalani semua ini..? Aku tak dapat memandang pasti ujung perjalanan kita.

Aku tak tau apa yang semestinya aku lakukan. Aku lelah berharap sinar mentari pada bulan. Dia tak cukup menerangi kalbu. Aku meminta pada jawaban pada langit tentang apa yang harus ku lakukan dan dia menjawab : "Nggak tau..."

Apa aku harus pasrah pada takdir? Apa aku tidak bisa mengubah takdir? Apa itu takdir? Dan lagi-lagi terdengar suara berkata : "Nggak tau..." . Ingin aku berteriak mencari jawaban. Jawaban atas kegalauan hati. Karna apa yang terjadi tak dapat aku pahami.

Aku bertanya pada rumput di padang, kemudian sebuah jawaban mendesir halus : "Nggak tau.." . Kemana lagi harus aku cari  penyelesaian dari tiap soal hidup ku. Aku berusaha berjalan maju tanpa harus meragukan ujung jalanku, dan nyatanya, tiap langkah majuu mengingatkan atas setiap keraguan.

Aku bertanya pada pohon di sepanjang jalanku, dan mereka hanya menggeleng sambil berbisik : "Nggak tau..". Lalu ketika aku tiba di ujung jalan yang adalah sebuah persimpangan, aku terdiam. Aku tak dapat memilih. Aku benci memilih. Aku benci diberikan pilihan. Bisakah hidup ini hanya ada satu pilihan? Aku rasa terlalu mustahil harapanku saat ini. Hidup ini memang harus memilih. Tapi izinkan aku tidak memilih. Hanya tunjukkan padaku mana yang harus ku jalani.

Mungkin kau akan berpikir aku tak punya pendirian. Tapi jika memang kau adalah malaikat penjaga hatiku, jangan izinkan aku memilih. Hanya saja tariklah tanganku dan biarkan aku berjalan bersamamu. Aku biarkan kau untuk memilihkan jalan untukku.

Aku nggak tau apa yang harus aku lakukan, beritahu aku dan biarkan aku melakukannya bersamamu.


Theme : Romario Elhakim

Tuesday, July 29, 2014

Mungkin Aku seorang Pengecut

Mengapa begitu sulit mengatakan cinta meski dia ada didepanku..
Mengapa sulit bibir berucap meski hati telah bergejolak..
Kau ada didepanku namun terasa begitu jauh..
Meski hati telah siap namun aku tak mampu ungkapkan..

Sesaat aku akan berkata, ternyata kau tlah berdua..
Apa yang akan aku lakukan kini..
Percaya diri yang tlah ku pupuk layu karna terik siang..
Terlalu panas hingga buyarkan semua mimpiku..

Aku hancur berkeping..
Apa yang akan ku lakukan lagi?
Kemana aku akan mengadu?
Apa mata hatimu tak dapat mengenali ku?
Apa batinmu tak merasakan getaran dariku lagi?

Aku yang pernah menjadi cinta pertamamu..
Aku yang pernah jadi alasanmu tersenyum..
Aku yang pernah menghapus air matamu..
Mungkinkah mata itu tak dapat menyadari kehadiranku?
Haruskah aku bangkitkan semua kenangan tentang matamu yang dulu?
Yang hanya ada bayanganku dalam matamu..

Apa yang akan kulakukan kini?
Mungkin aku hanya bisa berharap pada waktu,
Agar bangkitkan semua kenangan tentang kita
Hingga kau menyadari keberadaanku disampingmu..

"Saatnya Menikmati Liburan Kembali - Silahturahmi..."

Selamat pagi engkau yang slalu ku nanti setiap pagi, mentari..
Terimakasih untuk semangat pagimu yang slalu temaniku awali hari..
Liburan belum berakhir, dan entah mengapa sinar mentari pagi ini ingatkan ku pada dia yang jauh disana. Jarak memang memisahkan kita, tapi mentari selalu meyakinkanku bahwa jarak tiada berarti. Bukankah aku dan mentari terpisah jarak yang tak mungkin ku tempuh? Tapi dia selalu sambut aku di awal cerita harianku. Dan yakinkan dia slalu disisi ku

Terimakasih mentari untuk slalu tenangkan hatiku tentang jarak. Bukan jarak yang akan memisahkan kita. Ketika hati selalu terikat maka jarak tak akan berkutat. Saatnya menikmati liburan kembali, mengarungi jarak yang selalu menjauhkan hati. Tak pernah aku lelah menempuh tiap langkah demi bertemu denganmu. Tak pernah aku jenuh lewati waktu panjang untuk dapat bersamamu. Meski liburan tak akan panjang namun aku pastikan hari ini akan berlalu dengan penuh memori bersamamu.

Tiap detik hari ini akan menjadi ingatan termanis bagimu. Akan aku buat silahturahmi hari ini menjadi momen terbesar dalam catatan hidupmu. Tunggu aku disana, sampai aku dapat menyentuhmu. Tunggu aku disana, hingga aku dapat melihatmu tanpa bermimpi. Tunggu aku disana, sampai degup jantungmu dapat terdengar dalam telingaku.

Aku tak akan berhenti hingga aku benar-benar didepanmu. Aku tak akan berbalik hingga kau ada dihadapanku. Jangan izinkan mentari berlalu sebelum kita bertemu. Pertemuan ini telah aku nanti sejak dulu, jadi jangan biarkan sang penjaga siang pamit dari mu. Kamu dan semua tentangmu adalah alasan mengapa jarak tiada bermakna. Saatnya menikmati liburan kembali dengan silahturami dengan dia yang terpisahkan oleh jarak. :)

Monday, July 28, 2014

"..Liburan Hari ini tidak Kemana - mana.."

Yang terindah dari sebuah liburan bukanlah tentang tempat, bukan juga soal harganya, bukan juga tentang waktu liburan itu. Tapi yang paling penting dari sebuah liburan adalah dengan siapa kau menghabiskannya. Karna seperti pengalaman yang mengajarkan ku, seelok apapun tempatnya, dan seberapa terkenalnya pun tempat itu tiada yang pernah membuatku menikmatinya selain kehadiran dia bersamaku.
Libur kali ini memang tanpa pantai yang mempesona, laut yang biru tenang, atau gunung yang menjulang tinggi dengan dihiasi oleh hijaunya daun pepohonan. Libur kali ini pun tanpa tempat sejarah yang eksotis ditambah jajanan cinderamata sepanjang jalan. Tidak juga ditemani para turis dan wisatawan. Karena liburan hari ini akan aku habiskan dirumah dengan film serta makanan kesukaanku ditambah dengan suasana tenang disekitarku dan yang paling istimewa adalah semua ini akan aku lakukan dengan dia yang terkasih.
Kalian boleh berkata semau kalian. Kalian boleh memamerkan semua liburan kalian. Tapi seperti yang aku pernah katakan, liburan impianku adalah liburan bersama dia malaikat penjaga hati. Liburan yang tak ingin aku lewatkan. Liburan yang selalu akan aku rindukan.
Libur hari ini tidak kemana-mana, tapi hari ini adalah liburan terindah disepanjang hidupku. Liburan yang akan kutoreh di prasasti hatiku sebagai liburan penuh warna bersama dia. Liburan yang akan masuk dalam catatan sejarah hidupku sebagai tanda bahwa yang aku impikan bukan selalu tentang tempat. Namun dirimu sebagai malaikat penjaga hati yang setia ada disisiku dan memberiku kenangan manis untuk diingat.
Liburan hari ini tidak kemana - mana, tapi bukankah itu lebih indah dengan adanya kau disampingku?

Sunday, July 27, 2014

"Saatnya Menikmati Liburan"

Sang mentari bersinar menyibakkan kegelapan dalam kamarku.. Menyinari hangat wajahku, seraya menyapa ku dengan senyuman si penguasa siang. Aku tersipu karna pagi ini aku kalah dengannya, karna di saat sebelumnya akulah yang selalu menyapanya terlebih dahulu.

"Yeeyy.. Saatnya menikmati liburan..", teriakku dalam batin.

Setelah apa yang ku lalui selama ini, kejenuhan, rutinitas, penat, lelah aku bisa melepaskan beban hatiku sekarang. Aku bahagia bisa bernafas lega. Menghabiskan waktu tanpa memikirkan hal yang menyulitkan ku.. Karna aku kini lepas dari genggaman sebuah masalah.

Aku masih bergelut dengan selimutku. Aku menutup mataku membayangkan dia yang selalu hadir dalam mimpiku. Terbesit sebuah wajah tenang penuh aura damai yang selalu ku rasakan tiap kali bersamanya. Liburan ini adalah saat yang selalu aku tunggu. Karna ini adalah kali pertama kami bersama. Aku bisa menikmati setiap detik bersamanya. Dan aku tak akan  pernah melewatkan setiap kesempatan tentang bersama nya.

Semua lelah dan penatku akan lenyap dengan indahnya hamparan lukisan sang pencipta dihadapanku. Dan terlebih lagi sang pencipta mengirimkan seorang malaikatnya yang akan berada disisiku. Bukankah itu pernah menjadi liburan impianmu? Yah.. Dan ini juga menjadi impian terbesar sepanjang hidupku.

Lalu yang terpenting dari semua ini adalah, mimpiku tlah terwujud. Aku bersujud pada Yang Maha Kuasa atas waktu indah yang dia sisipkan dalam hidupku, juga malaikat penjaga hati yang Ia titipkan padaku.

Selamat pagi mentari, selamat datang langit.. Aku siap untuk liburan ini. Aku siap habiskan waktu bersamanya. Saatnya menikmati liburan... :)

Friday, July 25, 2014

"Pulang Kampung...."

Hari ini pemandangan yang biasa terjadi setiap tahunnya terlintas didepan mataku. Edisi mudik. Semua orang berlomba untuk dapat segera tiba di kampung halamannya. Semua orang terlihat antusias dan begitu bersemangat.

Kemudian aku memandang pada diriku sambil berkata : "Lalu, aku kemana?"

Aku bukan tak punya kampung yang bisa aku kunjungi. Hanya saja alasanku untuk kembali ke tempat itu lah yang tak ada. Bagiku pulang kampung bukanlah sekedar kembali kesana, namun orang yang aku ingin temui telah tiada disana. Kembali ke pelukannya adalah alasan mengapa aku ingin kembali. Tapi semua itu tinggal kenangan masa lalu yang tak mungkin ku ulang.

Aku menyesal telah melewatkan beberapa tahun tanpa pernah mengunjungi nya. Ketika dia telah meninggalkanku untuk selamanya, baru ku sadari arti pentingnya tempat itu. Arti sesungguhnya dari suasana "pulang kampung" ini. Dan, ya.. Aku terlambat untuk berpikir seperti itu.

Saat ini aku hanya mampu berdiam diri tanpa rencana apapun dan cuma bisa menatap mereka hilang dari pandanganku. Menyedihkan melihat bayang - bayang masa lalu itu. Penyesalan tak pernah berguna. Karna penyesalan selalu terlambat, ketika kesempatan itu terlanjur hilang dan lenyap.

Kini, aku ingin pulang kampung lagi, tapi bukan ketempat dimana dia telah tiada. Dia yang sering kupanggil Opung. Bukan ketempat dimana ayah dan bundaku dilahirkan. Bisakah aku memilih kampung di hatimu? Tempat dimana aku bisa menemukan kehangatan pelukanmu. Tempat dimana aku bisa selalu memiliki alasan untuk kembali. Tempat yang selalu akan aku kunjungi. Tempat untuk aku melepaskan penat dan jenuh hidup ini. Tempat dimana aku akan selalu menemukan alasan untuk tersenyum. Tempat yang selalu akan aku rindukan.

Aku ingin pulang kampung, tapi ke hatimu. Bolehkah?

Thursday, July 24, 2014

"Aku adalah HAMBAR"

Perkenalkan.. Aku tamu yang datang bukan tak di undang..
Aku kesini bukan karna inginku sendiri...
Jangan katakan aku datang dan pergi semauku..
Kalian yang memanggilku...

Apa, kalian lupa?Wajar saja.. Setiap orang yang memanggilku pasti lupa.
Baiklah, mari ku ingatkan kembali tentang kapan kalian memanggilku.

Kalian ingat ketika pertama kali kalian berpacaran? Bukankah rasanya menyenangkan?
Belajar mengenal satu sama lain, mencari tau kesukaan satu sama lain, menjalani hari selalu bersama seolah enggan untuk berpisah. Tersenyum bahkan tertawa meski tak ada yang lucu. Merasa malu pada suatu hal yang tak penting. Merasa menjadi orang paling bahagia.

Kalian ingat ketika awal pacaran kalian, kalian begitu bersemangat dan selalu memandang semua hal dari sisi positif. Tak pernah berpikiran buruk atau negatif?

Semua terasa begitu indah, dan aku yakin tak pernah terbesit dalam pikiran kalian tentangku. Aku tak masalah. Karna hal itu sudah biasa ku jalani. Memang begitulah takdirku.
Tak pernah bahkan tak perlu di ingat.

Tapi semuanya tak berjalan semulus bayangan kalian. Tiba - tiba saja, aura gelap menyelimuti kalian yang mengakibatkan timbul nya amarah kecil sehingga kalian bertengkar. Namun percayalah, itu memang harus kalian lewati. Dan itu juga yang membuat kalian semakin jauh dari ku.

Pertengkaran kecil yang sering menjadi besar kini kalian alami. Mulanya kalian masih berpikiran biasa soal itu, masih memandang bahwa itu adalah bagian dari kisah cinta kalian.

Kemudian, seiring berjalannya waktu jarak memisahkan kalian. Kalian kini memiliki dunia yang berbeda namun hati kalian tetap memilih untuk bersama. Saat itulah aku mulai menyadari keberadaan kalian. Aku mulai memperhatikan kalian, menunggu kapan kalian akan benar - benar memanggilku.

Kalian sama - sama menemukan dunia baru, yang harus kalian jalani sendiri. Tidak bersama lagi. Kalian bertemu orang baru, kalian bergaul di lingkungan yang lain. Oh iya, hanya sekedar pemberitahuan, setiap kali kalian terpisahkan oleh jarak, itu adalah saat aura yang paling gelap sedang menghadang kalian. Jarak akan semakin bertambah ketika hati kalian tak di balut oleh kepercayaan dan komitmen.

Dan itu adalah saat ketika aku merasa semakin terpanggil. Aku tak ingin menghampiri kalian, karna aku tau seberapa lama kalian telah menghabiskan waktu bersama.

Tapi hanya aku yang ingat tentang waktu yang telah kalian lewati. Aku ingin mengingatkan hanya saja suaraku tak akan pernah kalian dengar. Kalian mulai menyadari bahwa dia tak sempurna. Dia tak bisa seperti apa yang diri kalian masing - masing harapkan. Karna kalian membuka celah untuk orang lain yang harusnya tak ada di antara kalian. Kalian mulai membandingkan, mulai mencari - cari alasan. Kalian mulai merasa lebih memahami daripada di pahami dan kalian mulai menaikkan ego kalian masing - masing.


Saat itulah kalian mengundangku datang. Aku ingin menolak, namun dinding yang telah terbangun di antara hati kalian menjadi magnet untukku. Maafkan aku harus datang. Aku ingin pergi, namun hati kalian memaksa.

Maafkan aku yang menghancurkan cinta kalian. Maafkan aku yang tak sengaja membuat waktu yang kalian lewati menjadi tak berarti. Maafkan aku yang akhirnya melebarkan jarak di antara kalian.

Apa aku telah memberi tahu namaku? Aku adalah HAMBAR. Perasaan yang muncul ketika hati kalian tak di selimuti oleh rasa cinta, kepercayaan dan komitmen lagi. Perasaan yang hadir ketika kalian menghilangkan rasa keingintahuan kalian tentang satu sama lain. Perasaan yang ada ketika kalian mulai berpikir tentang "aku" dan bukan tentang "kita".


Theme by Ellyne Hutajulu.

Wednesday, July 23, 2014

Tomorrow, Wait for Me...!

Pernahkah berpikir bagaimana jadinya bila impianmu tak terwujud? Pernah membayangkan sesuatu yang hampir menjadi nyata malah menjauh dari hadapanmu? Pernahkah terbesit ketika hal yang paling kau harapkan justru lenyap bagai uap?

Aku pernah! Mungkin saja sering, tapi ada satu yang paling menyakitkan.

Membayangkan bahwa kalian akan menikah, membina rumah tangga bersama, menghabiskan sisa hidup dengannya dan itu tinggal sedikit lagi akan tercapai, namun tiba-tiba saja semua menghilang.

Tiba-tiba saja dia bagaikan hanya sebatas mimpi. Mimpi indah yang buyar karna terangnya cahaya mentari yang mengagetkanmu dari tidurmu.

Bagaimana rasanya? Sakit? Menyesal? Kecewa? Menyesakkan dada?

Ya.. Sangat menyakitkan.

Lalu apa? Ingin mati saja? -Ya..

Memang rasanya lebih baik mati saja, ini adalah akhir dari hidup. Karna mungkin rencana yang sudah di buat itu, akhirnya adalah terpisah oleh kematian. Jadi lebih baik aku mati saja. Itu sah-sah saja jika memikirkan seperti itu. Karna rasa sayang yang sudah di bangun dari dasar sudah sampai hampir ke puncak, tiba-tiba ambruk tanpa alasan.

Tapi, pernahkan juga terpikir apa yang akan terjadi jika memang aku mengakhiri hidup dan hilang kemudian dan tak akan pernah bisa menulis cerita baru? Apa yang bisa aku lakukan ketika aku sudah tak ada lagi? Gak ada... Aku gak bisa ngelakuin apapun.

Padahal, mungkin saja ada seseorang disana yang ternyata mengharap senyumku. Berharap agar aku menyadari kehadiran nya. Berpikir untuk membangunkanku dari keterpurukan ini.
Berusaha menyadarkan aku tentang pentingnya diriku dalam hidupnya.

Aku sadar itu menyakitkan. Tapi rasa sakit ini tak akan beranjak bila aku tak ingin berdiri. Rasa kecewa ini tak akan pernah pergi jika aku tak pernah berlari meninggalkan masa lalu ku. Sesak ini tak akan hilang jika aku masih terpuruk dalam kenangan indah yang tak mungkin terulang. Aku harus bangkit, berlari menggapai hari esok. Karna hari esok selalu ada senyuman. Karna hari esok akan selalu memiliki hal baru yang menungguku untuk menggapainya.


Inspired by Someone out there who had this feeling.

Monday, July 21, 2014

Selamat Malam Matahari...

Slamat malam..
Bagiku tiap saat adalah malam, dimana aku tak dapat menemukan kehangatan mentari.
Aku, sejujurnya aku lelah dengan keadaan ini..
Aku lelah berada dalam genggaman malam.
Aku ingin cahaya, aku ingin kehangatan aku ingin terang aku ingin pagi...
Aku berusaha menutup mata agar malam ini segera berakhir, namun seberap lamapun aku terpejam, penguasa siang tak kunjung datang.

Pernah seseorang berkata padaku, jangan meminta kupu-kupu, tapi mintalah seekor ulat bulu maka dia akan menjadi terlihat lebih indah ketika berubah menjadi kupu-kupu..
 
Tapi aku tegaskan, aku tak pernah meminta kupu-kupu.. Aku meminta ulat dan entah mengapa ulat itu tak pernah berubah menjadi kupu-kupu.. Aku tak meminta langit slalu biru, tapi apa yang salah hingga aku tak pernah menatap langit selain kelam?
 
Aku sakit.. Aku hancur.. Aku jenuh dalam gelap.
Apa aku terlalu hina untuk sebuah cahaya?
Apa aku terlalu jahat untuk sebuah kehangatan?

Jangan! Jangan nasehati aku. Aku tak butuh kata-kata.. 
Aku butuh seutas asa dalam cahaya..
Apa kau pernah di tempatku? Apa kau pernah berharap pada dinginnya kegelapan? 
Berharap pada suatu hal yang tak pernah ada.. 
Entahlah.. Aku belum pernah melihatnya, jadi bagiku dia belum ada..

Mungkinkah permintaanku terlalu banyak?
Mungkinkah inginku terlalu besar?
Apa aku tak pantas meminta cahaya?

Sampai kapan aku harus rasakan dingin, gelap tanpa harapan...
 
Aku ingin siang.. Aku ingin mentari.. Aku ingin kehangatan.. Aku ingin harapan...

Thursday, July 17, 2014

Jangan Berubah Karna Aku, Please....

Aku bukan tak ingin kau berubah.. Hanya, alasanmu berubah janganlah karna aku atau untuk ku..

Aku bukan tak ingin kau seperti yang aku impikan, namun itu juga harus menjadi sesuatu yang kau impikan terlebih dahulu..

Aku sungguh ingin kau seperti mauku, namun jika tidak sejalan dengan maumu maka jangan jadikan mauku..

Kau tau mengapa? Karna aku mencintaimu bukan ingin merubahmu.

Aku ingin kau berubah dari hatimu,
Berubah karna kau sadar itulah yang kau butuhkan
Berubah karna memang kau ingin berubah..

Dan ketika dunia dan waktu tak berpihak pada kita, perubahanmu tak akan pernah kau sesalkan

Ketika takdir tak menyetujui kita, maka kau tak akan kembali pada yang dulu..

Hatiku hancur bila kita berpisah,
Namun aku lebih hancur ketika melihatmu kembali seperti dulu..
Sesuatu yang tidak menjadikanmu lebih baik..

Jadi aku mohon, jangan berubah hanya karna kau ingin memilikiku..
Berubahlah untuk dirimu sendiri, maka aku akan memintamu menjadi milikku..

Monday, July 7, 2014

Frischa Marlina Sitorus




Hari ini mari kita ngomongin istri orang.. Hehehe.. Tapi karna kita gak boleh ngomongin kejelekan orang maka, mari kita ngomongin yang positifnya aja. Jadi kemarin akhirnya gw sadar kalo gw ngerasa "terpesona" sama seorang cewe yang adalah istri orang.

Ehh.. maksudnya terpesona disini tuh lebih ke salut, kagum dan bangga bisa kenal sama dia... Gitu, jadi bukannya gw naksir. Kenapa gw bilang gini, biar kita satu pemikiran tentang kata "terpesona".

Okeh, nama wanita ini adalah Frischa Marlina Sitorus. Dia anak ke dua dari 4 bersaudara. Dia udah menikah (kan di atas udah gw kasih tau kalo dia istri orang) , punya dua anak cowo. Semoga anak cewenya cepet nyusul. Amiiinnn...

Nah, awalnya tau dengan jelas sama kaka ini waktu anaknya yang paling kecil sukses jatoh karna gw (yah, bisa dibilang gitu sih..). Saat itu gw kaget banget dan (sumpah) gak enak banget ama dia. Anaknya sih gak nangis, untung si abang (suaminya dia) bilang gini : "Udah gpp kok, emang dia suka gitu.."

Kenapa gw gak enak? soalnya itu kesan pertama dan gw udah ngerusak itu. Tapi besoknya udah bisa main lagi sama anaknya yang paling kecil itu.

Ini dia anak yang paling kecil itu. namanya

Elred Rafaelo Zorkino

  
Jadi setelah sekian lama gw perhatikan si kaka ini di gereja, ternyata gak sejutek apa yang gw pikir waktu pertama kali. Ternyata orangnya ramah, gaul, baik, penasehat, supel dan berjiwa muda ama gak sombong. 

Seringlah ngobrol ama dia, dan pernah satu kali gw ikut bantuin mereka pindahan rumah. Waktu beres2 nemu KokoCrunch yang kotak gede.  Jadi gw mintalah kokocrunch ini dengan polosnya dan ternyata permohonan gw di approve.. hehehehe.. Akhirnya ini jadi sarapan gw di kantor tiap pagi, dan gw bagi-bagi juga kok. gak cuma makan sendiri. 
 Trus waktu itu juga kami dtraktir makan mie so.. Yang ceritanya itu adalah kali pertama gw makan. Meski itu asalnya dari sumatera dan gw orang batak, gak salah donk kalo gw gak pernah makan itu.

Kemudian, pernah juga mereka mau ngadain syukuran untuk rumah barunya, dan gw dengan polosnya bilang : "mau di bantuin masak gak ka? ato perlu aku nginep disana??" Yah, akhirnya gw nginep disana, dan gw kaya feels at home. 

Trus pernah juga gw nebeng di mobilnya dia pas ada pelayanan ke Bandung, dan disana gw curhat ke dia soal kisah gw, dan dia bisa nasehatin gw dengan tegas. Dia ngasih gw masukan-masukan supaya gw gak galau. *thanks yah ka*  Sepanjang jalan kita ngobrol-ngobrol soal kisah dia dulu sebelum nikah, dan kasih nasehat ke gw tentang cowo, nikah, membangun rumah tangga deelel.

Sampai akhirnya beberapa hari yang lalu (dari blog ini dipublish) kita ngobrol2 lagi, meski gak komplit banget tapi yah gw polos aja crita gimana ceritanya gw bisa kaya skarang, masalah apa aja yang gw laluin skarang. Dan enaknya, dia bukannya menanggapi yang aneh2 *karna kebanyakan orang akan bilang aneh2 soal ini*. Dia mendengarkan dengan baik makanya gw gak ngerasa janggal untuk bilang ini ke dia.

Gw juga pernah denger dia nasehatin anaknya yang menurut gw that's kinda sweet how she teach her son. Enak aja dengarnya dia nasehatinnya. 

Kaka ini manis, jago masak (dibanding gw..), penyayang, sederhana, ceria. Yah, kira2 itu ajalah dulu yang gw omongin tentang dia. Kalo kebanyakan ntar di kira gw lagi ada udang di balik batu. Kepo yang mana orangnya?? ini dia..


Ini Dia ama dua jagoan kecilnya.. 
Ini foto pas si kaka nikah..


















Nah ini dia foto mereka sekeluarga.. :)

Tuesday, July 1, 2014

Welcome July..

Welcome July.. Today is the first day in July. And that's mean we've come to the 2nd semester of this year. Yang artinya lagi adalah, tahun baru semakin dekat. Dan apa yang sudah anda capai selama setengah tahun yang sudah berlalu? Gimana dengan semua list resolusi yang telah di buat di awal tahun? Ada yang sudah tercapai? atau sudah tercapai semua? Atau sama sekali belum tercapai?

Trus, ketika kita sadar kita sudah melewati pertengahan tahun ini, apa yang akan kita lakukan. Just stay cool like nothing happen? or Keep on fire more and more to get all our resolution?

Kita bisa diam, panik karna waktu berlalu begitu saja. Namun itu takkan mengubah apapun. Gak akan ada yang berubah until we change it!! Gak ada yang akan terjadi until we do it!!

Semua bulan yang terlewati begitu saja, masih bisa kita ganti di 6 bulan ke depan. Tapi percayalah 6 bulan tidak akan lama. Nikmati hidup lo, Raih resolusi lo, capai Impian lo yang udah di rencanakan di awal tahun 2014 ini. Dan selalu ingat, jangan terlalu terbuai dalam kenikmatan hidup sesaat, karna waktu tak pernah peduli soal itu. Dia akan semakin cepat berlari ketika kita terlalu terbuai dalam keindahaan sesaat.