Welcome..!!!

Welcome To Gitche Yanti Malayani's Blog - Don't Forget to Comment And Share

Wednesday, January 8, 2014

Someday I will..

Dear :  Kau yang selalu di hatiku..

Aku tak tau harus mulai dari mana, tapi jika kau membaca ini, berarti aku sudah pergi.
Aku pamit pergi, maaf meski lewat surat ini. Aku sungguh tak tahan bila aku harus pamit dengan menatapmu.
Aku tak ingin melihat tetes air mata jatuh dipipimu, aku hanya ingin membayangkan kau tersenyum selama kepergianku ini. Aku tak ingin merasa bersalah dengan selalu terbayang wajah pilumu.
Bukan! Ini bukan salahmu. Ini keinginannku untuk pergi dari mu. Aku merasa lelah dengan sekitarku tapi bukan denganmu. Aku merasa tak sanggup menahan beban batin ini, meski aku tau kau bisa menolongku.

 Tapi, bukan itu yang aku ingin sekarang. Aku ingin menjadi kuat bagi diriku sendiri. Aku ingin menjadi tegar tanpa bantuan siapapun. Aku ingin ketika kau sudah tak sanggup menahan perih dunia ini, aku akan menjadi penopangmu untuk tetap berdiri. Biarkan aku mencari jati diriku, agar aku mampu mempertahankanmu.
Aku tau, jika aku memberitahumu terlabih dahulu kau akan menahanku. Aku tak akan tega menolak permintaanmu, itulah sebabnya aku pergi tanpa sepengetahuanmu.

Jika aku sudah cukup kuat dalam menopang hatiku, maka aku akan kembali padamu. Aku mohon, jangan sesalkan yang terjadi sekarang ini. Ingat, ini inginku bukan salahmu.
Jangan pernah ada tetes air mata di pipimu. Tapi doakanlah aku, agar aku menjadi kuat seperti inginku, dan aku akan  segera kembali. Suatu hari aku akan kembali, Someday I will.
Aku akan sangat merindukanmu.


 Salam Kasih,


Aku yang selalu mengasihimu..

 _________________________________________________________


"Jangan paksa aku berjanji untuk tidak menangis", teriakku dalam batin.

Air mataku selalu menetes tiap kali aku membaca surat itu.  Aku selalu menyesali kenapa dia harus sebodoh itu untuk mengambil keputusan tanpa memikirkan perasaanku. Apakah aku orang yang setegar itu??

Aku tertegun dalam sepiku. Aku sungguh tak mengerti bagaimana menyuruhnya kembali. Dan ketika dia kembali aku akan berkata : "Jika memang kau belum cukup kuat, aku akan menguatkanmu sekarang, dan ketika aku tak sanggup lagi, maka tiba giliranmu untuk menguatkanku"

Itu yang seharusnya ku katakan dulu, tapi bagaimana mau berkata, dia pergi ketika hari masih gelap. Ketika relung batin terlelap. Hanya bintang dan bulan yang menghantar kepergiannya. Andai aku dapat mengulang waktu, akan ku teriakkan itu ke pikirannya dan ke hatinya.

Aku tau kau kecewa dengan keadaan ini, tapi tak bisa kah kita saling mendukung dalam melalui badai ini??
Aku yakin, kita bisa lewati bersama. Tak perlu kau mencari jati dirimu ketempat yang jauh. Cukup lirik kehatimu, lihat apa yang benar-benar kau inginkan, kau butuhkan, dan kau bisa lakukan.

Namun apalah gunanya jika aku hanya berkata pada diri sendiri. Hati belum bisa menyampaikan kata-kata ini. Aku lalu berharap pada angin agar dia menyerukan ditelingamu semua harapanku. Aku memohon pada langit agar meneduhi mu dengan doa dan mohonku. Hanya bisa berlutut kepada bintang dan bulan agar mereka menarik mu kembali. 

Jangan terlalu lama pergi, mungkin aku tak akan sanggup menahan apa yang akan terjadi jika kau tak disini.
Aku mohon kepadamu, andai kau mendengar.......

No comments:

Post a Comment

Leave your comment here..^^