Welcome..!!!

Welcome To Gitche Yanti Malayani's Blog - Don't Forget to Comment And Share

Thursday, January 16, 2014

Malam - Gelap - Sendiri

Langit biru mulai memudar, terkontaminasi mentari yang hampir tenggelam
Aku tersadar bahwa malam akan segera menghampiri
Sang angin dingin terasa menyapa dan suasana kelam nyaris menyelimuti

Jiwaku menggigil, aku terlalu rapuh untuk berjuang dalam malam
Tak ada siapapun yang ku miliki saat malam
Aku benci malam, Aku benci sendiri
Malam slalu buat ku terkucil
Malam buat hangat itu meninggalkan aku

Mengapa malam selalu gelap?
Mengapa siang tak abadi?
Mengapa gelap harus halangi aku dari hangat mentari?

Aku benci malam,
Aku benci gelap,
Aku benci sendiri...


Thursday, January 9, 2014

Things I want..

1. Basket Ball

Pengen banget punya bola basket. Dulu pernah punya, tapi dirusak ama orang dan lenyap tak bernyawa. Dan belum punya penggantinya lagi.. Inget banget itu hadiah dari bokap ama nyokap karna kerja di rumah.. Yah, meski bukan yg asli, I know it was so priceless.

2. Guitar

Kenapa gitar?? karna dalam hati yang terdalam, punya cita-cita jadi jago main gitar.. hahahaha.. tapi gak muluk2 kok.. asal bisa main dengan irama yang bagus aja, udah bangga banget. hahaha. jadi harus punya gitar biar semua itu bisa terwujud.

3. Grand Piano

Okeh, bukan mau sok2an ato apa yah, tapi emang pengen punya piano. Piano itu asal dipencet 1 aja udah enak dengernya.. apalagi kalo lagi galau, ngantuk enak banget denger suara piano. Jadi berharap suatu saat nanti bisa punya GRAND PIANO, kalo gak bisa yah, piano aja juga gapapa kok.. :D

4. Hard Disk

Kecil sih barangnya.. harusnya juga udah bisa punya. Cuma belum kesampean aja, karna ada hal-hal yang masih di utamakan. Contoh : Perut.. (hahahaha...) Tapi someday I'll have one. Maybe tomorrow or next month, next year.. intinya someday..

5. Photo Studio

Entah kenapa hal ini belum juga bisa kesampean. Pengen foto studio ngajak keluarga, pacar, tapi yah gitu.. belum bisa dan belum ada waktu. Jadi mesti di hold dulu. Tapi pasti bakal terjadi.

6. Camera Digital (yg SLR broohh)

Kalo udah punya kamera ini kan, brarti bisa poto studio dirumah dewe kan yah.. haha.. amin..amin.. semoga asap bisa dapetin kamera ini...

7. Motor

Biar gak usah cape jalan. Gak akan aneh2 kok bawanya.. ala wanita anggun.. hehehe.. Kumpulin duit dulu, baru ntar beli motor.. semangaaattt... :)

8. Mobil

Nah, kalo yang ini udah pasti planning jangka panjang.. meski belum bisa nyetir, tapi bisa donk blajar. Gak ada salahnya pengen punya dulu, baru ntar belajar nyetir mobil.. hehe..

9. Rumah

The last but not the least. Kalo yang ini, bener2 butuh planing mateng dan jangka panjang banget. Ini kan buat seterusnya dan seumur hidup jadi harus di rencanakan dengan baik. Dan yang paling penting adalah rumah ini sebagai tempat yang paling nyaman untuk semua keluarga karna disana harus ada keharmonisan, kasih sayang, ketulusan, dan kerukunan. Yang paling penting dari semuanya itu harus ada Tuhan yang melindungi..*mendadak rohaniawan*


Ini dulu aja yang dicita-citain.. Semoga cepat tercapai.. Semangkaa.. :)

Wednesday, January 8, 2014

Dia yang dulu..

Dia yang ku kenal dulu, bukanlah dia yang ku tau skarang.
Dia yang telah beranjak dewasa, bukan lagi dia yang dulu manja padaku.
Tingkah lucunya yang dulu, mungkin tak akan pernah aku lihat lagi
Dia kini telah mengerti arti hidup lalu akan memilih jalannya sendiri
Dia tak akan lagi mengandalkanku

Haruskan aku bersusah hati? Bukankan seharusnya aku bangga, bahwa dia telah dapat memilih tujuan hidupnya? Tapi kenapa yang kurasa adalah sedih?
Bolehkah aku memohon agar dia tetap menjadi yang dulu?
Aku belum rela melepasnya untuk menempuh jalan hidupnya sendiri..

Bagaimana jika nanti, dia terjatuh dan tak ada yang menolongnya?
Bagaimana jika ada yang menarik dia jauh dari jalan yang seharusnya?
Bagaimana jika kelaparan dan tak ada yang memberinya makan?

Ahh,, aku tak sanggup membayangkan hal buruk yang akan terjadi nanti
membayangkannya saja aku sudah tak sanggup, apalagi kalau itu sampai terjadi..

Izinkan aku untuk tinggal lebih lama bersama dengannya..
Biarkan aku memapahnya sebentar lagi, agar dia siap menuju jalannya sendiri..

"Aku sudah siap, Aku tak akan terjatuh, Aku tak akan kelaparan, Aku tak akan jauh pergi dari jalan yang seharusnya. Karna kau telah membiasakan diriku dalam jalan yang seharusnya. Kau telah mengajarkan ku bagaimana memilih jalan yang benar. Tenanglah, aku akan baik-baik saja..."

Suara itu mengalun lembut di telingaku. Sedikit membuatku lega, tapi... baiklah..
Aku akan, melepasmu.. jika saja ada yang kau butuhkan, aku akan selalu disini untukmu..

Someday I will..

Dear :  Kau yang selalu di hatiku..

Aku tak tau harus mulai dari mana, tapi jika kau membaca ini, berarti aku sudah pergi.
Aku pamit pergi, maaf meski lewat surat ini. Aku sungguh tak tahan bila aku harus pamit dengan menatapmu.
Aku tak ingin melihat tetes air mata jatuh dipipimu, aku hanya ingin membayangkan kau tersenyum selama kepergianku ini. Aku tak ingin merasa bersalah dengan selalu terbayang wajah pilumu.
Bukan! Ini bukan salahmu. Ini keinginannku untuk pergi dari mu. Aku merasa lelah dengan sekitarku tapi bukan denganmu. Aku merasa tak sanggup menahan beban batin ini, meski aku tau kau bisa menolongku.

 Tapi, bukan itu yang aku ingin sekarang. Aku ingin menjadi kuat bagi diriku sendiri. Aku ingin menjadi tegar tanpa bantuan siapapun. Aku ingin ketika kau sudah tak sanggup menahan perih dunia ini, aku akan menjadi penopangmu untuk tetap berdiri. Biarkan aku mencari jati diriku, agar aku mampu mempertahankanmu.
Aku tau, jika aku memberitahumu terlabih dahulu kau akan menahanku. Aku tak akan tega menolak permintaanmu, itulah sebabnya aku pergi tanpa sepengetahuanmu.

Jika aku sudah cukup kuat dalam menopang hatiku, maka aku akan kembali padamu. Aku mohon, jangan sesalkan yang terjadi sekarang ini. Ingat, ini inginku bukan salahmu.
Jangan pernah ada tetes air mata di pipimu. Tapi doakanlah aku, agar aku menjadi kuat seperti inginku, dan aku akan  segera kembali. Suatu hari aku akan kembali, Someday I will.
Aku akan sangat merindukanmu.


 Salam Kasih,


Aku yang selalu mengasihimu..

 _________________________________________________________


"Jangan paksa aku berjanji untuk tidak menangis", teriakku dalam batin.

Air mataku selalu menetes tiap kali aku membaca surat itu.  Aku selalu menyesali kenapa dia harus sebodoh itu untuk mengambil keputusan tanpa memikirkan perasaanku. Apakah aku orang yang setegar itu??

Aku tertegun dalam sepiku. Aku sungguh tak mengerti bagaimana menyuruhnya kembali. Dan ketika dia kembali aku akan berkata : "Jika memang kau belum cukup kuat, aku akan menguatkanmu sekarang, dan ketika aku tak sanggup lagi, maka tiba giliranmu untuk menguatkanku"

Itu yang seharusnya ku katakan dulu, tapi bagaimana mau berkata, dia pergi ketika hari masih gelap. Ketika relung batin terlelap. Hanya bintang dan bulan yang menghantar kepergiannya. Andai aku dapat mengulang waktu, akan ku teriakkan itu ke pikirannya dan ke hatinya.

Aku tau kau kecewa dengan keadaan ini, tapi tak bisa kah kita saling mendukung dalam melalui badai ini??
Aku yakin, kita bisa lewati bersama. Tak perlu kau mencari jati dirimu ketempat yang jauh. Cukup lirik kehatimu, lihat apa yang benar-benar kau inginkan, kau butuhkan, dan kau bisa lakukan.

Namun apalah gunanya jika aku hanya berkata pada diri sendiri. Hati belum bisa menyampaikan kata-kata ini. Aku lalu berharap pada angin agar dia menyerukan ditelingamu semua harapanku. Aku memohon pada langit agar meneduhi mu dengan doa dan mohonku. Hanya bisa berlutut kepada bintang dan bulan agar mereka menarik mu kembali. 

Jangan terlalu lama pergi, mungkin aku tak akan sanggup menahan apa yang akan terjadi jika kau tak disini.
Aku mohon kepadamu, andai kau mendengar.......