Welcome..!!!

Welcome To Gitche Yanti Malayani's Blog - Don't Forget to Comment And Share

Thursday, April 25, 2013

Wahyu Haryadi "again"

Let me Tell you about someone. I've one post about him.
As I said before, He is one of Country Manager on IBM.
He's already get married. He has child.
I like to see Him at office. I always smile if I see Him, I just feel so proud to met Him.
At the first, just some people know about this, but now my President Director knows about it.
And because My Presdir has a good relationship with Him, then My Presdir told Him about me.
I just feel so embarrassed. I didn't know what to do.
I guess all the people (hmmm, I meant people who knows Him) know about this story.
I'm His fans. Sometimes I don't have any brave to see Him face to face.
Then some people help me to get his picture. Hahaha.. 

This photo take in the lift. 

 


Yups. That's Him. I have motivated by Him for going to the office.
I always try to do something so I can meet Him.
But when I see Him, I just can smile. I don't wish more from Him.
I want to be like Him, a country manager. but look so low profile.
He makes me want to bear up here.
Someday I'd say Him, that He has motivated me even He did nothing.



Harusnya Kita Sejalan..

Aku bukanlah dia di masa lalumu...
Aku bukanlah seseorang dalam mimpimu..
Aku juga bukan seseorang yang mungkin se sempurna keinginanmu..


Aku adalah aku..
Aku adalah diriku..
Aku adalah masa sekaranmu..
Aku juga se sempurna keinginanku..

Aku tak berniat membuatmu mengubahmuAku pun sungguh tak ingin itu
Aku tak bermaksud berubah seperti inginmu
Aku pun sungguh tak mau itu

Aku tak ingin kau berubah sesuai inginku,
Aku pun tak ingin mengubahmu

Yang ku mau adalah Kau berubah lah sesuai inginmu
Dan aku pun akan berubah sesuai inginku..
Tapi ingatlah untuk selalu sejalan denganku
Karna aku pun akan selalu sejalan denganmu..

Wednesday, April 24, 2013

Aku Kangen Kamu

Aku duduk terdiam di kursi penonton di Lapangan Basket. Entah apa yang terlintas di pikiran ku. Aku hanya merenung, apakah ini adalah saat terakhir kita bertemu? Akankah aku bisa melihatmu lagi? Karna hal itu, aku berpikir tak ingin mengantar kepergianmu. Karna aku tak akan pernah rela bila kau pergi dan tak kembali. Aku menghela nafas berkali-kali, namun tak menemukan sesuatu untuk hilangkan gundahku. Aku menatap jam tanganku, dan berkata dalam hati, 
"Sudah waktunya, pasti kau telah pergi dari tempat ini dan .. mungkin tak kembali."
Tiba-tiba saja, seorang adik kelasku menghampiri ku,
"Ka, ini ada surat dari Ite. Dia sekalian pamit, dia pergi sekarang. " 
Aku hanya terpaku menatap surat itu, aku tak punya keberanian untuk membukanya. Aku takut, isi dari surat itu adalah hal yang tidak ku inginkan.
"Ah, sudahlah. apapun reaksiku nanti, dia pasti ingin aku membaca surat ini, " gumamku.
Aku buka perlahan surat itu :

Dear : Ea,
Hai Ea, Ite pergi sekarang yah. Makasih untuk semua yang Ea udah kasih buat Ite. Ite gak akan pernah lupa sama Ea, jangan lupain Ite yah. 

Ite buat Ea
Air mataku menetes membaca surat itu. Ahh, aku benci saat ini. Kenapa harus ada perpisahan? Kenapa aku harus bertemu dengannya. Kenapa aku harus punya kisah dengannya? Kenapa aku harus menjalani sisa waktu ini dengannya? Jika memang aku tak punya waktu lama dengannya, mengapa aku harus mengenalnya?
Hatiku bergejolak. Entah aku ingin menemuinya atau tidak, aku tak paham akan pemikiranku. Tapi, hatiku menyuruhku untuk mengejarnya meski aku tak tau untuk apa.
     Gerbang ini akan menjadi saksi perpisahanku dengannya.
"Ite, ini bukan yang terkahirkan? Kita tetep bakal ketemu kan? Ea tetep bisa liat Ite lagi kan? Ea gak mau pisah sekarang.. Please..." , Aku mencoba mendesaknya agar dia berkata iya.
"Ea, Ite minta maaf yah. Ite gak janji soal itu...." ,ucapnya
"Ite, Please.. Ea mohon.. Ea bakal nunggu Ite datang ke gerbang ini lagi. Ea bakal nunggu ite untuk ketemu lagi.. Ea pengen nunggu...." , lirihku sambil menahan air mata.
"Ea, Ite gak janji yah.. Ite pergi dulu. Ea baik-baik yah.. daghh.." kata terakhirnya sambil berlalu..
Aku menatap kepergian, aku terus menatapnya sampai akhirnya ketika mobil itu telah membawanya pergi, aku menangis, menangis sekencang-kencangnya. Aku menyandarkan kepalaku ke pundak sahabatku. Dia memelukku sambil menenangkan ku.
"Dyz, dia jahat. Dia ninggalin aku. Kenapa dia mesti ngasih surat itu. Aku benci dia dyz. Aku benci dia. Aku benci dia........" tangisanku kembali menyelimutiku.
------o------
2 tahun kemudian.
"Hey, nih buku kamu yah? kemarin aku nemuin ini di kelas, disebuah loker yang dulu sempat tidak dipakai dan masih tersimpan rapih." ucap salah seorang temanku ketika dia menyerahkan buku itu kepadaku.
"Haaa..?? buku ini kan... oke, makasih yah.." ucapku sambil menerima buku itu.
 Aku tersentak menatap buku itu, itu adalah buku ku yang sempat hilang 2 tahun yang lalu. Aku membukanya, dan terpaku dengan tulisan yang ku baca. Tulisan itu memang aku yang menulisnya, tapi yang membuatku kaget adalah dibawah tulisan itu ada tulisan kecil yang lain. 
"Ite , kamu jahaat.." teriakku dalam hati.