Welcome..!!!

Welcome To Gitche Yanti Malayani's Blog - Don't Forget to Comment And Share

Tuesday, May 14, 2019

11 Weeks 2 Days

Hey.. Good evening baby..

Finally I can see you.. It's such a blessed and happiest moment..
Doctor said, you grow well and everything is normal.
Keep it up baby.. Let's grow and fight together..

Can't wait to see you bigger than this..
Yes, and of course I do love you baby, since you are my happiness...

Tuesday, May 7, 2019

10 Weeks 4 Days

Sudah 10 minggu. Tapi sebenarnya ini hanya hitungan sistem. Belum pernah lagi cek ke dokter.
Sekarang masih gak suka makan, tapi paling tidak berhasil menemukan makanan yang bisa diterima oleh lidah yang kelu ini.

Saat ini perasaannya suka galau. Karna belum cek ke dokter lagi, jadi kepikiran kaya gini "Duh, ini beneran hamil apa gimana yah".

"Kok bisa mikir gitu che? Memang tanda-tanda nya gak hamil?"

Jadi menurut apa yang saya baca, wanita bisa merasakan apakah dia hamil atau tidak, apakah janinnya berkembang atau tidak. Atau apakah dia hamil ektopik. Sejenis hamil anggur.

Nah jadi perasaan-perasaan ini sedang menggerogoti pikiran.

" Kenapa gak cek ke dokter aja che?"

Itu jugalah yang sedang dipikirkan. Alasannya nunggu kartu asuransi, tapi seperti tidak ada perkembangan. Mungkin minggu ini akan coba cek ke dokter lah. Paling tidak ke puskesmas, biar murah.

Hamil itu kadang bikin khawatir, bikin ngerasa bersalah, bikin bertanya-tanya juga. Harus seperti apa aku selama kehamilan ini. Bisa gak yah anak ini jadi seperti yang aku inginkan. Jadi anak yang bisa jadi pengaruh baik buat sekelilingnya.

I pray that you'll be like God wants you to be. Be strong baby. If God let you live in me, I'll ask God that He will always bless you baby.

Entahlaah apa kata-kata ini pantas aku ucapkan. Tapi hanya itu harapan ku. Yang terbaik untukmu nak. Juga buat mama mu ini.

Tuesday, April 16, 2019

7 Weeks 4 Days

Yes! It's the week seventh.

Memasuki minggu ke 6 kemarin, rasanya mulai ada yang berubah. Dan paling besar adalah malas dan nafsu makan yang menurun (sangat drastis).

Pertama MALAS!
Sekarang bawaannya pengen tidur aja terus, ngapa-ngapain aja cape. Bahkan ngunyah aja cape. Berdiri bentar udah pegel, nyuci piring langsung ngos2an. Makanya rasanya malas ngerjain apapun. Tapi kalo inget sekarang status adalah ibu RT, jadi gak mungkin lagi melimpahkan semua pekerjaan itu sama suami. Dia udah lelah cari duit, nyampe rumah harus bersusah payah lagi. Istri macam apa aku ini..??

Kedua NAFSU MAKAN!
Makan apapun seperti tak berasa. Dulu semua nikmat di lidah. Bahkan mecin pun tak nikmat lagi dalam mulut ini. Sedih. Makanan yang di ekspektasi bakal enak, pas dikunya jauh dibawah standar. Mau masakan sendiri, sampe pesen di luar rasanya tetep gak suka. Udah gak suka makan, manja pula sekarang. Makin jadilah kan yah..

Nak.. Maafkan mama mu yang begini yah. Gak bisa ngerubah mindset ini. Kalo dipaksain jadi pengen muntah. Tapi kalo gak makan malah laper.
Dan secape apapun itu, mamamu ini tetap berusaha melakukan semua pekerjaan rumah ini sendiri.

Kamu sehat di sana yah. Mama mu ini berusaha buat kasih yang terbaik. Meski susah kali pun. Semangaaatin mama mu ini dari dalam yah.. :)

Thursday, April 4, 2019

PREGNANT 🤰

Tanpa memunggu waktu yang lama, gw hamil. Punya firasat sih kalo ini bakal langsung hamil. Tapi baru benar-benar mastiin setelah telat haid 3 hari. Besoknya langsung ke dokter.

Gimana rasanya?
Belum terlalu berasa, masih suka cuek, mungkin faktor belum keliatan banget kali yah. Dan gak ada tanda - tanda hamil seperti ibu hamil pada umumnya. Kaya mual-mual, sensitif sama bau sesuatu atau yang lain-lain. Kadang suka mikir juga, gw beneran hamil gak sih. Apa cuma perasaan gw aja. Apa testpack nya salah. Semoga perasaan ini bukan realita. Udah ada kabar bahagia tapi tiba-tiba rusak.

Tapi saat ini kayanya belum adar banget deh kalo hamil. Pola makan kadang berantakan, masa aja suka ngelakuin hal-hal yang harusnya gak boleh lagi di lakuin. Cuek banget anaknya. Kebiasaan waktu masih single, apa aja di kerjain sendiri. Jadi banyak mamak-maka yang di luar sana bilang, "jangan begini, jangan begitu,. Makan ini yah, makan itu, banyak begini, harus ini harus itu dll"

Gini rasanya diperhatiin semua orang. Di tanyain, di ucapin selamat tapi yang paling penting didoain. Semoga kamu baik-baik yah nak di dalam. Sehat selalu. Maafkan mamamu ini yang belum bener jagain kamu. Maafkan mama yang gampang melow ini, yang gampang juga marah. Jangan ikutin mama yah. Kamu harus jadi anak yang periang. Mama akan berusaha jadi mama yang periang, biar kamu juga senang di dalam.

Kita berjuang sama2 yah nak.. See you soon baby.

Married Life

Married Life!

Satu bulan pertama sudah terlewati. Kebanyakan ketawanya. Entah kenapa yah, tapi kaya pdkt gitu dimana sebulan pertama adalah masa indahnya.

Masih 1 bulan dari sekian banyak bulan. Dan gak bisa menyimpulkan tentang kehidupan pernikahan dari sebulan pertama ini. Ibarat kata ini masih kata pengantar dari sebuah buku yang serinya gak habis-habis.

Mungkin karna gw udah gak kerja kantoran lagi saat ini, jadi yah bagian gw di rumah aja. Masak, nyuci piring, beresin mah, nyuci baju, nyetrika. That's my life's cycle now. Masak buat berdua, nyuci piring dua bahkan lebih, nyuci baju kantor yang bukan punya gw, nyetrika pun gitu. Kadang - kadang kepasar di temenin, yah gak jarang juga sendiri.

Bangun tidur yang di lihat dia, sebelum tidur pun dia juga. Gak boleh bosan. Karna seumur hidup harus sama dia. Gimana coba kalo bosan. Masa mau ganti? Kan gak mungkin. Ini bukan masa pacaran lagi, yang kalo udah bosan bisa ganti. Trus gimana caranya biar gak bosan? Jawabannya gak bisa dari orang lain. Gak bisa dari buku, gak bisa pake teori. Jawaban itu kita cari dan temukan tiap hari. Cuma diri sendiri yang tau gimana cara nya biar gak bosan.

Married life! Awesome or not, it's all your choice!

Sunday, January 13, 2019

Ramai! Aku hanya tak nyaman!

Maafkan aku yang tak selalu bisa bergabung dalam keramaian. Cukup sulit. Rasanya seperti, melelahkan? Hmm, entahlah! Tak bisa aku deskripsikan. Terkadang disaat tertentu aku seperti tak ingin terlibat dalam sebuah keramaian. Meski hanya untuk duduk disana. Aku memilih duduk di sudut ruangan menikmati sepi dalam keramaian.

Aku tak mudah bergaul dalam keramaian. Meski aku bagian dari mereka. Bagiku keramaian adalah sesuatu yang asing.  Membuatku merasa terasing pula.

Maafkan aku juga bila aku terlihat menjauh darimu. Ramai buatku lelah berpikir dan aku tak ingin berpikir terlalu banyak.

Maaf jika aku mengecewakanmu dalam keramaian. Maaf jika aku terasa menjauh. Maaf ketika aku seolah acuh. Sekali lagi maafkan aku.

Thursday, December 13, 2018

Tunggu Aku Sebentar Lagi

Maafkan aku kali ini. Aku tak mengapa jika kau akan marah besar padaku. Aku bahkan sadar tak pantas menerima maafmu. Maafkan aku yang sering kali pergi lalu kembali ketika hatiku hancur. Maafkan aku yang tak jarang melukaimu dengan tingkahku. Maafkan aku ketika tak selalu disisimu.

Kebebasanku selama ini buatku menjadi apa aku sekarang. Ketika kau hadir dalam hidupku dan akan menjadi setengah dari hidupku, aku sadar aku tak lagi bisa seperti dulu. Namun sebagian dalam diriku adalah pemberontak yang selalu menginginkan kebebasan. Tak siap jika harus meninggalkan semua ini. Dan aku harap kau ingat pula bahwa sebagian dalam hidupku pun masih tetap tertuju padamu.

Perasaan bahagia ketika di kelilingi mereka yang menyayangiku selalu menjadi bagian terbaik dalam hidupku. Ketika memutuskan bersamamu maka harus ku relakan mereka sebagian pergi dariku. Buatku merasa tak memiliki siapapun. Ah rasa ini begitu rumit. Bersama dengan bebasku aku menemukan mereka, dan dengan hilang nya bebasku maka semua itupun lenyap tak tersisa. Maafkan aku jika aku belum siap untuk itu.

Secuil ego dalam diriku masih berkuasa. Meski kecil tapi dia punya pengaruh besar dalam hidupku. Dalam setiap keputusanku. Rasa yang dulu pernah ku tanam, ternyata bertumbuh meski sempat mati. Rasa yang sempat ku pupuk ketika belum bertemu denganmu. Maafkan aku ketika rasa itu tumbuh saat aku bersamamu. Maafkan ku yang tak bisa memilih ketika rasa itu kini mekar.

Ya, ku tau kau akan sangat marah padaku. Marahlah. Aku akan menerimanya. Aku memang tak ingin kau pergi, tapi jika pergi adalah lebih baik untuk mu maka aku tak akan menahanmu. Aku tau aku tak layak menahanmu. Aku sadar tak pantas terima maafmu. Meski begitu aku benar-benar mengerti bahwa semua ini salah. Aku tau aku menyakitimu.

Aku ingin kembali jika kau masih menunggu. Rasa ini tak akan hilang begitu mudah. Tapi bisakah kau tetap menungguku untuk datang padamu? Aku sedang berusaha memupuk setiap rasa hanya untukmu. Jika saja kau mau menanti. Yah, meski aku bukanlah sosok yang pantas kau nanti.

Tapi permintaanku, bisakah kau tunggu aku sebentar lagi? Sebentar lagi saja. Hingga aku akan merelakan setiap rasa yang kembali tumbuh ini. Dan aku bisa merelakan dia bahagia bukan bersamaku. Dan akan ku jalani kisah kita dengan tulus.