Welcome..!!!

Welcome To Gitche Yanti Malayani's Blog - Don't Forget to Comment And Share

Saturday, August 24, 2019

Menangis di Keramaian

Menangis di keramaian. Tak akan ada yang peduli. Mereka hanya akan sebatas menatap lalu bertanya-tanya. Atau merasa kasihan mungkin.

Lalu kau akan merasa bodoh. Karna mereka tertawa dan kau menangis. Karna mereka bahagia dan kau bersedih.

Kemudian berpura-pura tersenyum seolah tak terjadi apapun. Padahal tiap kepala melihat derai air matamu yang sesekali terjatuh lalu kau hapus cepat, berharap tak ada yang menyadari.

Mencoba tampak tegar dalam situasi yang sulit ini. Dan kau berharap apa?

Tak ada! Aku hanya tak punya tempat untuk menangis. Tak punya bahu untuk bersandar. Kata mereka, hidup harus tetap berjalan. Itu sebabnya aku tak berhenti di stasiun lalu menangis. Aku memilih naik dan menangis disana. Karna di sisi lain aku yakin, tak ada yang peduli dengan tangisanku.

Rasa Sesal

Jangan buat aku menyesal pernah meminta pertolonganmu.

Jika ternyata bantuanmu hanya akan buatku merasa bersalah.
Jika ternyata permintaanku justru menyulitkanmu.

Jangan. Jangan lagi.

Cukup satu kali ini saja rasa sesal hampiri otakku.

Percayalah, tak akan lagi. Meski kau memaksa, tapi cukuplah untuk kali ini saja.

Monday, August 19, 2019

Curhat (lagi)

Udah sepekan dan suasananya masih kaya gini. Gak tau kenapa, perasaan ini jadi lebih banyak terpendam. Otak sama hati gak punya pemikiran yang sama. Lalu yang terjadi adalah ego yang lebih kuat antara hati dan otak.

Tapi biasanya otak yang menang saat kaya gini. Logika itu selalu berkuasa, meski kadang dia juga lemah dan terabaikan.

Gak ada tempat buat hati mencurahkan semua, dan kemudian logika mengusulkan untuk menulis apa yang tak tersampaikan.

Aku ingin menyerah, lalu apa? Ingin pasrah, tapi terasa sakit. Ingin diam, namun mulut tak selamanya bisa tertutup. Sampai kapan mau begini? Sampai hati sudah lebih tabah dari ini. Sampai mata bisa menahan uraian air mata. Sampai aku tak mampu lagi dengan semua ini.

Aku yakin pada saatnya nanti, semua akan berubah. Entah kembali seperti dulu atau memulai dengan yang baru.

Boleh aku tertidur sejenak, dan mengakhiri semua ini? Bangun sewindu kemudian dengan sesuatu yang tak lagi begini.

Ahh.. Entahlah. Menuliskan nya saja aku tak paham. Menceritakan apa yang di gelisahkan hati, sungguh jari tak mampu. Pikiran kacau. Benar-benar ingin pergi lalu melepas penat atas semua ini. Bisakah..?

Bangunkan aku dari kenyataan yang terasa seperti mimpi ini. Atau tidurkan aku agar aku bisa merangkai hidup dengan mimpi indahku. Bukankah mimpiku selalu menyenangkan? Jadi, apa boleh aku tinggal sejenak dalam mimpiku?

Tuesday, August 13, 2019

Gak Bisa Tidur

Hi Baby..

Sekarang kalo mau curhat, nyebutnya baby.. Padahal mah dia juga belum bisa liat ini..

Mama mu ini lagi tak bisa tidur nih! Apa gara2 seharian udh bobo, jadi malem nya begadang gini yah..
Kamu jangan ikutan bangun donk de.. Ini kan malam, harusnya kamu bobo.. Jangan ikut2an mama de..

Hari ini mama gak banyak ngajak kamu ngobrol yah, kadang mama bingung juga sih mau ngobrolin apa.. Bawaannya pengen curhat, nanti kamu jadi galau pula didalam. Belum juga lahir, udah mendengarkan keluh kesah hidup.

Kalo mama ngomong dalam hati, kamu denger gak de? Katanya sih, bayi dalam perut itu bisa mengerti isi hati ibunya. Yah, semoga lah yah kamu tau isi hati mama.. Tapi yang paling penting itu bikin kamu bereaksi dengan suara dari luar sini. Makanya mama kudu ngajak kamu ngobrol..

Nanti pagi masak apa yah.. Padahal mah, mama juga cuma bisa masak yang itu-itu aja yah.. Hehehe

Kamu sehat kan de? Selalu semangat yah de.. Gak apa2 kok banyak gerak, asal gak malem gini.. Malem itu waktunya kita bobo yaah..

Selamat malam baby..
Mama loves you..

Monday, August 12, 2019

Terdiam!

Pada akhirnya, aku memilih untuk diam dan memendam semuanya sendiri. Karna kadang seringkali terbesit dalam pikiran bahwa bicarapun tak ada gunanya.
Lalu, apa aku salah ada dalam dilema ini?
Ketika menangis sendiri adalah satu-satunya hal yang bisa bantu ku meluapkan beban ini. Maafkan aku jika caraku tak berkenan. Ampuni aku yang mungkin salah membuat pilihan.
Namun, sebelum kau menghakimiku, bukankah harusnya kau paham ulah siapa yang buatku begini!
Deraian air mata yang menyembabkan kelopak mataku, isakan tangis yang tertahan di kerongkonganku menjadi alat buatku tenang. Lalu kemudian diam adalah langkah berikutnya, karna manusia lebih suka bicara daripada mendengar. Maka aku memilih diam dalam kelu dan sakitku.
Iya! Lebih baik begini. Tak semua orang peduli rasamu. Tak banyak yang mau mengerti hatimu. Cukup tunjukkan apa yang orang lain ingin lihat darimu. Lalu kemudian aku akan tenggelam dalam sesak dan gelap amarah yang tak pernah terluapkan.
Toh, tidak ada yang peduli tentang sakitmu! Lalu buat apa mengumbar!

Sunday, August 11, 2019

24 Weeks

Hi again baby..

Maafkan mama mu ini yang masih suka labil sama emosinya. Sensitifnya yang belum bisa berkurang, masih cengeng. Pengen banget kamu cowo, tapi ngeliat keadaan mama yang kaya gini, jadi khawatir kamu bakal jadi cowo yang sensitif dan cengeng kaya mama.

Baby! Mau kamu cewe atau cowo,  mama cuma berharap dan berdoa kamu jadi orang yang selalu ceria, kuat, tangguh, dan tegar. Kalo nanti kamu bertumbuh, mama akan berusaha untuk selalu ada buat kamu. Kamu gak harus sedih sendiri, susah sendiri, menanggung apapun sendiri. Mama akan usahain kamu gak akan ngerasain apa yang mama rasain.

Please baby! Trust in me for everything. Ceritain sama mama yah. Kamu gak boleh segan2 sama mama.

Kita bisa senang2 berdua, jalan2 berdua, pokoknya apapun yang bisa bikin kamu nyaman untuk ngobrol semuanya sama mama.

Baby, jadilah orang yang ceria tulus dari hatimu yah. Itu setidaknya bisa ngurangin beban berat kamu.

See you in the next 3 months baby..
Grow up well. Btw, mama laper pake banget saat ini..

Thursday, July 18, 2019

Center of Influence

"Sekolah Alam Peduli Kasih! Ok COI! Yes We Are!"

Center of Influence atau COI adalah program yang tak asing di kalangan Gereja Advent. Ini adalah program yang diharapkan ada di setiap gereja. Gereja Advent Cililitan adalah satu dari sekian banyak gereja di Jakarta yang mungkin menjalankan program COI tersebut. Well, saat ini kita mau bahas tentang program COI yang berjalan di gereja ini dengan sebutan Sekolah Alam Peduli Kasih.

Dari letak geografis sudah pasti sekolah alam ini di jalankan di Kota Jakarta. Lebih tepatnya di Gedung Mulia Raja tapi geser sedikit. Kalau kita pernah menghadiri acara pernikahan di gedung ini, maka kita pasti tau ada Kuburan Cina yang menyambut disisi kiri jalan masuk ke gedung ini. Yap! Betul sekali! Kegiatan ini dibuat di atas Kuburan cina dekat Gedung Mulia Raja, Kebon Nanas.

Tapi tunggu dulu, jangan langsung membayangkan benar-benar diatas kuburan yang masih aktif. Jadi warga disekitar sini yang notabene bekerja sebagai pemulung, membangun rumah apa adanya (kita kategorikan tidak layak) di atas kuburan yang ada dan sudah tidak aktif. Tidak aktif artinya sudah tidak didatangi oleh keluarganya atau kuburan yang sudah ditelantarkan. Jadi di tempat inilah sekolah alam Cililitan ini di lakukan.

Kegiatan ini diadakan setiap Minggu pagi pukul 8.30 - 9.30. Dan yang hadir sebagai guru pengajar adalah para orang muda yang aktif di Cililitan (karna hampir semua orang tau, bahwa Cililitan di huni oleh banyak pemuda-pemudi yang sudah lulus kuliah). Namun tak lupa kegiatan ini di dukung oleh para orang tua, majelis gereja, dan juga secara gereja. Karna seperti yang kita tau kegiatan ini berada di bawah Department Pelayanan Perorangan.

Awal terbentuknya sekolah alam di Kebon Nanas ini dimulai dengan Charity Clinic yang di adakan oleh gereja Cililitan. Melihat antusiasme mereka, dan mendata banyaknya anak-anak di kawasan ini maka di usulkan lah niat baik ini kepada pengurus RT lalu di sambut baik. Tahun 2017 kwartal 3 disusunlah perencanaan program ini pada masa penggembalaan Pdt. Sandy Marbun. Seperti halnya Daud yang berencana membangun Kaabah namun Salomi yang melaksanakannya, maka program ini pun tidak bisa diwujudlan di masa Pdt. Sandy Marbun, karena perpindahan pendeta ke jemaat yang baru. Lalu tahun 2018 April kelas pertama dibuka pada masa penggembalaan Pdt. Leroy Pakpahan. Dan saat ini, tahun 2019 Pdt. Laham Nababan melanjutkan pergerakan kedua pendeta sebelumnya.

Kelas-kelas nya pun dibagi beberapa kelompok. Awalnya dibagi menurut umur namun sekarang disesuaikan dengan kemampuan belajarnya. Sekolah alam ini di isi oleh anak-anak berumur 2-15 tahun. Meski umur mereka sama, tingkat kemampuan belajar mereka berbeda. Karna sebagian dari mereka ada yang sekolah dan ada yang tidak sempat sekolah.

Sehari-harinya mereka biasa membantu orang tua mereka untuk memulung, mungkin ini juga yang menyebabkan mereka kesulitan untuk sekolah. Tapi yang sangat membuat antusias dari anak-anak ini, tidak sedikit dari mereka yang benar-benar ingin belajar dengan baik. Dan tidak sedikit juga yang mengalami perkembangan pengetahuan dalam bahasa inggris.

Tapi tidak terbatas hanya dalam bahasa inggris, ada juga kelas menulis, membaca, berhitung dan kelas bermain untuk anak usia 5 tahun kebawah. Dan yang paling penting, di sekolah ini mereka di ajar untuk memiliki karakter dan mental yang baik. Gereja Cililitan berharap bahwa kehadiran mereka disini bisa membantu anak-anak ini memiliki cita-cita yang lebih tinggi dan juga karakter yang baik.

Perubahan yang di rasakan pun cukup signifikan jika dibandingkan ketika pertama kali kelas ini dibuka. Kelas yang dulu selalu berantakan sekarang menjadi lebih tertib. Bukankah berarti sekolah alam ini berhasil memberi pengaruh yang lebih baik?

Bukan dengan mengkhotbahi mereka, atau dengan tidak langsung mengadakan KKR, tapi sekolah alam ini bisa membangun karakter mereka untuk menjadi lebih seperti Kristus. Bukankah semua anak - anak adalah murid Kristus?

Perjalanan belum selesai! Pekerjaan masih banyak! Waktupun masih ada! Selagi masih ada tenaga dan kesempatan yang Tuhan berikan, maka Gereja Cililitan berharap anak-anak di sekolah alam Kebon Nanas ini bisa di didik sampai mereka tiba di usia yang mana bisa memutuskan untuk tetap memiliki karakter dan pengetahuan yang baik atau kembali ke jalan yang dulu mereka tekuni. Dan ada satu hal yang selalu didoakan bahwa tantangan untuk memperluas cakupan wilayah sekolah alam ini ke ranah RW. Sehingga akan semakin banyak anak-anak yang dapat merasakan pengaruh yang baik untuk pengetahuan juga karakter mereka.

Kiranya Tuhan akan selalu menyertai setiap pelayanan dari Pemuda-pemudi Cililitan juga yang di dukung oleh orang tua, serta Majelis gereja Cililitan..