Welcome..!!!

Welcome To Gitche Yanti Malayani's Blog - Don't Forget to Comment And Share

Tuesday, October 23, 2018

Mirror

"The mirror will always tell you the truth about yourself. Be changed or be proud of it!"

Cobalah Berpaling!!

Biar aku menceritakanmu sesuatu. Tentang masa lalu ku yang sebenarnya buat aku tak percaya diri.

Dulu, aku tak bisa memandang diriku di cermin. Aku tak punya keberanian untuk menghadap dunia. Aku sadar aku tak semenarik mereka yang punya paras cantik dan mereka yang selalu mendapat apa yang diingini. Ya, dan aku pun tak selalu bersikap seperti mau mereka. Tapi selalu aku belajar bersikap tulus dan apa adanya tanpa prasangka. Berharap ada seseorang yang akan melihat ku tanpa penampilan luar ku. Melihat jauh ke dalam lubuk dan mata.

Karna rasa itu, tak selalu ku temukan pria pujaan hati seperti anganku. Lalu lama setelah itu, setelah perjalanan panjang cintaku, singgah di banyak hati lalu kecewa ku sadari ada beberapa mereka yang mencintaiku dengan tulus. Selayaknya inginku. Lucu!! Kali ini terasa lucu, ketika ku sadari kini bahwa dia tak mampu lepas kan aku. Mengapa?? Ya, itu jugalah yang jadi pertanyaanku. Aku yakin aku masih tak secantik mereka yang lain. Akupun masih bersikap seperti dulu, sesukaku!

Lalu apa yang buat dia tak mampu jalani hari tanpa diri ini? Apa aku sekeren itu? Iya, aku memang terlalu keren untuk kau sukai lalu kau tinggalkan. Terlalu keren untuk kau sia-siakan. Berani bertaruh? Lepaskan lah aku, maka akan ada benih penyesalan dalam hatimu. Suaraku akan selalu terngiang di telingamu, dan bayangku masih akan membayangimu. Namun bukan itu inginku! Percayalah, aku terlalu keren untuk tak kau pandang.

Sombong? Aku tak ingin sombong, tapi mungkin memang hatimu melihat ketulusanku. Meski matamu bisa saja tidak, namun aku percaya hati bisa memandang jauh melebihi apa yang mata lihat.

Mungkin itulah hukum kekekalan, menuai untuk apa yang kau tabur. Ingin jadi sekeren aku, jadilah keren dari hati. Jadilah tulus dengan hatimu. Jadilah tulus bagi siapa saja. Aku yakin kau bisa sekeren apa yang kau mau.

Cobalah berpaling dariku, jika saja kau bisa!

Tuesday, October 9, 2018

Erikh Nopendola Saragih

Kali ini aku mau bercerita soal pria yang pernah lama singgah dalam kisahku. Erikh Nopendola Saragih atau yang biasa ku panggil ENOS.

Aku bukanlah seorang yang bisa dipandang ketika pertama kali bertemu dengannya. Aku tak semenarik itu untuk bisa mengalihkan matanya padaku. Aku berjuang 4 bulan untuk menjadi “seseorang” dimatanya. Hingga akhirnya aku menyerah. Namun bulan kelima perjuanganku tak pernah sia-sia. Sejak itulah aku percaya bahwa setiap perjuangan tak pernah membohongi hasil. Kami memulai kisah kami tanggal 12 Februari 2012. Masa dimana dia butuh semangat dan aku butuh seseorang untuk ku semangati. Hanya 4 bulan kebersamaan kami, dan setelah itu kami harus terpisah jarak, aku harus berjuang ditempat yang lebih luas, dan dia harus berjuang dengan kuliahnya yang dia mulai lagi dari 0.

Kami sering kali bertengkar, tapi dari setiap pertengkarang kami semakin kurasakan aku tak ingin meninggalkannya. Entah mengapa aku selalu merasa bahwa dia membutuhkanku. Aku tak tau apakah ini yang sebenarnya atau hanya rasaku. Aku selalu ingin membuatnya tersenyum. Dia selalu berusaha terlihat yang terbaik dimataku. Dia selalu melakukan apapun yang bisa membuatku merasa bangga padanya. Dia selalu berusaha memahamiku. Dia selalu menyayangiku.

Yang ku tau dia selalu berjuang untuk membuatku bahagia. Dia selalu berusaha untuk bersikap bijak. Dia tak mau meninggalkan ku, bahkan ketika aku sudah pergi jauh. Dalam diamnya dia selalu berharap aku kembali dan tersenyum ketika aku akhirnya kembali.

Maafkan aku yang dulu pernah menyakiti hatimu dengan kepergianku.

Berkali - kali aku meninggalkannya, menyakiti hatinya bahkan ketika aku pergi bersama pria lain, entah mengapa dia selalu menerimaku kembali ketika aku tersakiti. Itulah sebabnya aku merasa bahwa dia selalu menyayangiku.

Dia selalu mendoakan yang terbaik untukku. Aku yang memutuskan untuk pergi, dan aku pula yang berpikir untuk kembali dan tetap dia menyambutku ketika aku datang. Dia merelakan aku bahagia dengan yang lain ketika dia tau dia tak lagi bisa buatku bahagia. Bukan karna dia tak mau, tapi ketika seseorang bukan jodohmu, maka sekeras apapun kau berusaha waktu akan membuktikan bahwa bukan dia yang menjadi bahagiamu.

Tak banyak yang ingin aku ceritakan tentangnya disini. Sudah terlalu banyak yang aku tuliskan tentangnya di blog ini. Dia selalu menjadi inspirasiku dalam memilih pria. Bukan, bukannya aku tak melangkah maju, aku pernah mendapat pria yang terbaik kala itu, maka ketika kami tak lagi bisa bersama, dan dia pun akan menjadi standarku untuk menemukan pria yang lain.

Terimakasih Enos, pernah menjadi bahagia ku, menjadi alasan aku tersenyum. Kenangan kita akan selalu tersimpan dalam hati. Bukan untuk membuatku tak dapat melangkah maju, namun untuk membuktikan pada diriku bahwa sejak dulu aku dikelilingi orang-orang yang mengasihiku dan menjadi sumber bahagiaku.

Dulu akupun selalu tulus mengasihi dan mendukungmu.

Aku berdoa untuk kebahagiaanmu, kedua orang tuamu dan mereka yang kau sayangi. Semoga Tuhan akan selalu berada di sampingmu dan menuntunmu di jalan yang benar.

Friday, October 5, 2018

Herald Baxter Parhusip

Lagi pengen nulis tentang “The Man That I Loved Before” di blog ini. Dan kali ini pengen cerita tentang seorang pria yang bernama Herald Baxter Parhusip. Dan menceritakan tentang seseorang disini bukan berarti perasaan saat ini sama seperti yang di tulis. Gini, gini.. Maksudnya adalah mungkin ketika nulis ini rasanya seperti suasana, perasaan, dan cerita itu adalah cerita yang current. Tapi sesungguhnya cerita yang akan ditulis disini adalah cerita masa lalu. Cukup menutup mata, kembali ke masa itu dan semua perasaan akan seperti kembali dan dengan mudahnya menulis semua yang membahagiakan tentang dia. Jadi inilah ceritanya.



Tanpa di sadari ternyata kami sudah berteman di salah satu medsos. Hanya satu kalimat obrolan kami tanpa ada kelanjutan. Dan aku melupakannya, tanpa berpikir panjang dia siapa. Yang ku tau dia adalah junior ku di club yang dulu sempat aku ikuti di kampus. Itupun setelah kelulusan ku dari kampus tersebut barulah dia masuk ke kampusku. Jadi secara fisik memang kami tidak pernah bertemu. Gak pernah terbesit sama sekali bahwa kami akan punya cerita indah lalu kandas.

Yang selalu terlintas dalam benakku adalah hal indah tentang kami, tentang dia tentang memori yang kami lewati bersama. Ada begitu banyak tempat yang kami kunjungi berdua. Tanpa rencana kadang, dan tempat baru yang bahkan kami tak punya ide dimana letak tempat itu. Tapi selalu menyenangkan bepergian bersamanya. Dia selalu berusaha menjagaku kapanpun dan dimanapun. Menyemangati ku ketika jalan itu terlalu sulit, membuatku tersenyum meski kadang cuaca tak bersahabat. Aku selalu menemukan hal indah di balik setiap keresahan dan kesulitan yang kami hadapi.

Hingga kemudian dia tak menyerah dengan dirinya sendiri dan pergi karna keadaan. Meninggalkan ku disini sendiri. Akan ku ceritakan apa yang aku suka tentangnya. Dia seorang yang mudah sekali bersahabat. Ketika akhirnya kami bertemu di bahwa tenda malam itu. Dia tidur disebelahku. Hanya tau panggilannya “Ucip” *entah apa artinya* , aku mulai mengobrol dengannya. Mendengarkan lagu-lagu kesukaannya yang masih ku ingat sampai sekarang “Lost Star - Adam Lavign”. iyah kami nyaris mendengarnya berkali-kali. Dan sudah pasti membuatku terngiang-ngiang akan lagu itu. Tiap kali ku dengar lagu itu, maka dirinya lah yang terlintas dalam pikiranku. Sampai detik ini!


Tempat yang kami kunjungi bukanlah tempat tongkrongan anak muda zaman sekarang. Kami menghabiskan waktu untuk naik gunung, ke tebing keraton, ke curug *yang mungkin tak ada yang minat mengunjunginya* , tapi kami pergi kesana. Iya, tanpa dia mungkin aku tak akan pernah kesana. Dia selalu menyemangati ku setiap kali jalan terjal ada didepan mataku. Dan dia memujiku ketika aku berhasil melewatinya. Dia memberiku cerita lucu ketika aku mulai kesal lalu aku tertawa. Dia memberiku dongeng sebagai pengantar tidurku. Dia memberiku ruang berimajinasi. Berimajinasi bersamanya sungguh menyenangkan. Dia membela ku bahkan ketika aku tak pantas dibela. Dia memberiku puisi dan lagu. Dia tak banyak menceramahiku, dia tak suka menasehati ku tapi dia selalu membuat aku berpikir tentang hal yang ku lakukan. Dia tak selalu disampingku, terkadang dia membiarkanku untuk bersosial dengan yang lain. Ketika aku bersama temanku dia memberiku waktu dengan mereka dan menanti dengan sabar. Lalu kami akan habiskan waktu bersama tanpa mengeluh tentang temanku.

Dia meminta saran dan pendapatku, bahkan untuk hal sepele. Aku menyukainya dalam setiap hal kecil yang dia berikan padaku. Dia tak pernah marah ketika aku meninggalkannya sendiri, karna dia tau aku akan kembali. Tidak, dia tidak sempurna. Tapi yang pasti aku bahagia bersamanya.

Tapi mungkin memang aku bukan takdirnya. Itulah sebabnya perpisahan ini terjadi. Aku tak tau apa aku adalah bahagianya. Namun aku berharap agar momen bersamaku adalah juga kebahagiaan buat dia. I wish you the best Pangeran Matahari, Terimakasih pernah membuatku tersenyum dengan tiap tingkahmu dan perbuatanmu. Percayalah saat itu, bahagiaku bukan pura-pura.

Thursday, September 27, 2018

Erlina Megasari


26 March 2018. 
Cukup sulit menemukan foto kita jaman dulu ka..
Well, maybe it’s to late to write down about her. But for sure, I know that there is no late to share a story about someone. So, now I’m gonna tell you about a women named Erlina. She is a wife (now), she has one cute daughter and one handsome son.

Bukan belagu, sok2 pake Bahasa Inggris. Cuma bisa awalnya aja kok. Karna cerita ini terjadi di Indonesia, lebih enak ceritainnya pake Bahasa Indonesia juga. Jadi pertama kali ketemu sama kaka ini pas tanggal 1 Juni 2012. Waktu baru pertama kali mulai kerja di PT xxx (kaya di soal latihan accounting, ditutup nama perusahaannya). Kita kerja bareng di satu tim finance, yah bisa dibilang dia adalah senior saya disana *aseek pake saya, agak gimana gitu*.

Emang bener kata orang, kalo liat pertama kali dan kenal awal-awal orangnya tuh jutek banget. Pasti pada gak berani deh ngomong sama kaka ini. Yah, habisnya gimana mau berani, suka galak dia. Tapi awalnya aja itu mah. Coba deh deketin, pasti juga kerasa (galaknya makin jadi). hahahahaha

Gak..gak.. Dia baik, perhatian, suka ngerasa itu jadi tanggung jawabnya dia, agak cerewet sih (ngomongnya cepet), trus jujur (kadang terlalu jujur), suka sensitip kadang-kadang (ini pasti makin nyeremin deh). Nah, apa sih yang spesial dari si kaka ini sampe dia bisa jadi orang yang harus di deskripsikan di blog ini. Begini ceritanya …

*backsoundnya suara serigala, adegannya lagi tengah malam ada bulan purnama terang*

Serem? Yah gaklah! Itu hanya mendramatisir, suka kebawa suasananya sayanya. Waktu itu ceritanya gw masih anak bawang banget di kantor (ngerasa paling muda, manggil semua orang kaka atau abang, padahal waktu itu banyak kok yang gw panggil kaka dan abang ternyata seumuran gw, bahkan dibawah gw). Yang gajinya paling kecil, di suruh apa aja nurut, di suruh lembur gak dibayar juga mau aja, pokoknya mah apapun di lakukan lah. Secara masih anak baru banget. Nah dalam keadaan kaya gini, perhatian doi keluar, yang gampang kasian : “duh nih anak bawang, gajinya kecil, gajinya telat masuk, bisa makan kaga yah” . Suka begitu dia dulu, pokoknya dimata dia gw gak mampu beli makanan di PLAZA INDONESIA (emang iyah sih.. sedih… sampe sekarang tetep gak mampu kok). Jadi dia dengan baik hatinya menawarkan makanan dia yang dengan sengaja dia bawa lebih. Dan dulu ayam goreng buatan emaknya adalah favorit gw. Sekarang agak takut makan ayam.

Kalo pulang ke-malam-an dia bilang : “gitche nanti naik taxi aja, aku yang claimin. Kasih tau aja berapa ongkosnya”. Yah emang sih gw naik taxi, tapi kan kaa, aku gak punya duit buat duluanin. Jadi terpaksa naiknya harus mikir dari titik mana yang murah. Kecuali emang udah gak ada transport lagi. Yah dulukan gw balik nya ke Harapan Indah. Kota pelosok yang nun jauh disana. Kota sih, tapi kok jauh di pelosok dunia sana. Trus sempat gw keluar dari kantor itu karna merasa kontrak gw udah habis (emang udah abis aja sih), dan dia nelpon gw ngajak balik dan menjamin gw akan masuk. Hebat sekali kaka ini pikir gw. Baik banget. Dia loh yang menghasut Finance Directornya untuk bisa narik gw balik kesana.

Setelah ditelusuri ternyata doi ini anak bungsu yang tak punya adik. Alhasil jadilah gw di perlakukan sebagai adeknya. Pokoknya mah kek punya kaka kandung (pan ceritanya ana tak punya kaka perempuan). Kemaren kena macet, hari ini pagi-pagi dimeja pasti ada cokelat silverqueen untuk ngobatin mood yang kemaren rusak gara-gara macet. Dari siapa?? Yah dari abang Ind****et. Yah gak lah! Dari dia. Kadang cadbury, banyak deh makanannya.

Nah si kaka yang satu ini dulu suka banget sama Shawn The Sheep. Ketika gw lagi jalan-jalan di Atrium, nemulah gw satu frame yang bergambar kan si domba domba ini. Karna emang gw juga orangnya random, yah gw beliin lah satu yekan. Pas tahun baruan gw kasih lah itu ke doi sebagai hadiah tahun baru. Ampe sekarang nih, ampe pas gw nulis ini gak tau deh apa itu frame udah di isi foto apa kaga. Trus keknya juga sejak saat itulah doi makin baik dan perhatian ama gw. Mau makan di tanyain, ditawarin jajanan, dan yang paling gw inget di tawarin CHOCHO FRAPPE nya Mc Cafe. Dan kami jadi sering jalan ke Sarinah hanya untuk beli itu. And that's one of our favourite menu in McCafe.

Dan yang selalu gw inget juga adalah dia gak pernah lupa kasih gw kado ultah meski gw gak pernah ngasih dia kado ultah (ini sih agak ngerasa bersalah sih, entah kapan bisa ngasih). Tapi setelah dia nikah, gw jadi kehilangan jatah kado. Udah pindah prioritas. Hahahahaha(trus nangis).

Nope, it’s not a problem. Hadiah itu masih gw simpan kecuali tas kembaran yang di curi maling ( ). Sampe akhirnya ka Erlin nikah di tahun 2015 Desember, rasanya itu momen paling bahagia dia yang bisa gw ingat. Yah kalo gw ceritain bisa panjang banget ceritanya. Berhari-hari nanti. Trus gak cukup di blog ini. Ini aja gw rasa bisa 2 episode nulisnya.

Tapi tetap aja kok gw jadi adeknya dia. Sampe kami pisah dia masuk HR gw di finance dan kemudian gw nyusul doi ke HR dan akhirnya kami sama-sama keluar dari PT xxx tadi di hari yang sama. Such a great story kan? Gimana yah, 6 tahun kebersamaan kami disana, dari gw masih anak bawang, sampe jadi kaka-kaka yang harus ngasih teladan ke anak baru dan akhirnya kami keluar bareng dari situ. Dan dulu pernah denger kata pepatah ngasal “hubungan sebatas gerbang”. Itu gak berlaku buat kami ah, doi emang sibuk setelah punya dua anak. Tapi tetep gw usahakan dateng pas momen penting. Contohnya pas lahiran anak kedua kemaren.

Dan yang paling bikin gw bahagia dari dia adalah dia seneng banget ketika denger gw mau nikah. Mungkin karna dia tau kali yah gimana dulu ama mantan perjuangannya yang udah gak tau lagi mau dibawa kemana, and finally I met a men who’s going to be my spouse. Dia bisa ngerasain kebahagiaan  yang gw sendiri gak sadar. 



Hey kaka, thank you for always loving me and taking care of me before. Thank you for all things you’ve shared with me. Thank you for every story, moment, lesson and happiness. I wish you much happiness with abang, cia and adenya cia. You know I will always love you. Thank you for everything kaka.. :)

Monday, September 24, 2018

CURHAT di MedSos

Jadi gini rasanya mau nikah. Lumayan ribet. Sebenernya yang ribet itu pihak eksternal. Orang tualah, keluarga bokap or nyokap, orang adat dan mereka yang merasa cukup punya pengaruh disini. Iya, keinginan semua orang yang seperti harus di penuhi. Pengennya simple aja nikahannya, tapi kalo inget keinginan semua orang yang beda-beda rasanha cukup sulit bikin jadi simple.

Pengen batal nikah? Iyah!! Padahal gw baru mau mulai jalan. Tapi tiap kali kepikiran pengen stress or sejenisnya, hati langsung ngomong "Tuhan, kasih tau apa yang harus aku lakukan.. Aku gak mau terlalu pusing mikirin ini.. Aku mau yakin dan percaya kalo Tuhan bakal mencukupkan semuanya.."

Klise yah, tapi cuma itu yang bisa diharapkan. Dan itu yang bisa dikatakan. Saat ini, otak sedang menanamkan dalam pikiran bahwa" Everything's gonna be okay, as long as you believe in God". Harus percaya! Kalo khawatir itu sama dengan kita meremehkan Tuhan. Apa sih yang Tuhan gak bisa lakukan.

Curhat di sini bukan berarti sedang mengadu sama Tuhan. Karna bukan disini tempat mengadu. Berdoa, itu cara mengadu sama Tuhan. Dan nulis di sini hanya untuk mengeluarkan hal-hal yang memenuhi isi otak ini.

Gimana caranya untuk tetap percaya sama Tuhan dalam keadaan kaya gini. Itu yang harus selalu di tanamkan dalam pikiran.

Tapi kalo di pikir-pikir perasaan ini bukan soal uang. Bukan khawatir karna uang, tapi khawatir karna ekspektasi orangtua yang kayanya terlalu tinggi. Ah, entahlaah harus gimana. Cukup kecewa dengan respon mereka, tapi mungkin hanya kurang komunikasi. Terlanjur sakit hati, jadi biarkanlah pikiran ini tenang sejenak. Biar bisa melangkah maju.